duniajilbab.tumblr.com

Beberapa Alasan Kenapa “Lebih Baik Banyak Diam” Itu Perlu

Posted on

Hidup bermasyarakat memang membuat kita tak bisa lepas dari yang namanya berkomunikasi dengan orang lain.

Dan tak bisa kita hindari bahwa komunikasi tersebut tak selamanya berjalan dengan mulus, karena ada kalanya malah justru memicu perselisihan dengan orang lain.

Mungkin kita sudah berusaha untuk menghindari, namun terkadang manusia yang penuh dengan khilaf, apalagi setan mudah menggoda, sehingga perselisihan kadang tak bisa dielakkan.

Nah, ketika sudah seperti ini, nasehat “Lebih Baik Banyak Diam” atau “Diam Itu Emas” sepertinya lebih baik diterapkan.

Bukan berarti kemudian kita diam membisu, menghindari orang lain atau tak mau bersosialisasi.

Namun yang dimaksud diam di sini adalah bagaimana kita lebih baik hemat bicara hanya untuk hal-hal yang penting, demi menghindari banyak keburukan.

Mulutmu Harimaumu

junghouse.blogspot.com

Pernahkah kamu bertemu dengan rekan kerja atau teman sekolah yang suka sekali mencela orang lain? Hmm, rasanya pasti menyakitkan sekali kan walau hanya mendengarnya saja.

Apalagi jika yang dicela itu adalah kita, atau orang terdekat kita.

Itulah kenapa peringatan lama “Mulutmu Harimaumu” benar adanya. Mulut bisa menjadi harimau buas yang siap menerkam siapapun, bahkan diri kita.

Apa sih untungnya mencela orang lain? Bukankah kelemahan itu semua manusia juga punya? Tak ada untungnya, justru pertemanan dan persahabatan yang akan retak.

Sehingga memang, lebih baik kita tahan, sebelum mencela orang lain, kita ingat bahwa kita pun manusia yang memiliki banyak khilaf dan kelemahan.

Membuka Aib, Memperlebar Jurang Permusuhan

murabbiiman.blogspot.com

Barangsiapa membuka aib orang lain, maka Tuhan akan membuka aibnya juga.

Bisa jadi ketika orang lain tidak mengetahui aib dan keburukanmu, bukan karena kamu orang yang sangat baik, bisa jadi Tuhan sangat mencintaimu sehingga Dia menutupnya di hadapan orang lain.

Bayangkan, jika aib dan keburukanmu dibeberkan oleh orang lain, kamu pasti tak hanya malu namun juga akan sangat tertekan bukan?

Sehingga apa untungnya sih membuka aib orang lain? Lebih baik diam! Jika sekiranya mengganjal, langsung tanyakan ke yang bersangkutan dengan cara yang baik.

Menjadi Agen Adu Domba, Apa Untungnya?

500px.com

Pengadu domba adalah mereka yang suka membicarakan keburukan orang lain di hadapan orang yang lain lagi, kemudian membaliknya dengan mudah.

Jadi misal dia bilang ke A tentang keburukan si B, dan kepada B dia membicarakan tentang keburukan si A. Lengkap lah, sehingga si A dan B akhirnya bermusuhan karena hal tersebut.

Kadang kamu pasti tak menyadari hal tersebut, saat sedang bersama dengan teman-teman, ingin saja rasnaya berbicara banyak dan berbagi cerita.

Namun tidak cerdik kalau bukan setan yang punya banyak tak-tik menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Dia bisa membungkus obrolan menjadi sebuah adu domba.

Jadi lebih baik berhati-hati, banyak diam, dan tak usah berkomentar yang tidak penting daripada justru akan menjerumus kepada keburukan.

Dengan melihat alasan-alasan tersebut, masihkah kamu akan membiarkan mulut terus berkomentar untuk hal-hal yang kurang atau bahkan tak penting sekalipun? Waspadalah!

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *