Bagi kamu yang sudah bekerja atau masih sekolah, entah sudah memiliki penghasilan sendiri atau memang masih menerima subsidi dari orangtua, awal bulan selalu menjadi saat yang ditunggu.

Jika yang sudah bekerja akan berbahagia karena uang gaji dari tempat kerja segera jatuh ke tangan, maka yang masih bersekolah pun siap-siap menerima uang saku dari orangtua.

Itulah mengapa, setiap pembayaran sekolah, uang listrik, air, kontrakan, dan sebagainya selalu diletakkan di awal bulan.

Karena memang awal bulan selalu identik dengan kondisi ‘sejahtera’.

Namun, menjelang pertengahan masuk akhir bulan, akan menjadi kondisi yang sulit, karena uang sudah mulai banyak berkurang dan belum ada penghasilan pasti yang masuk ke dompet.

Eits, itu hanya berlaku bagi mereka-mereka saja yang kurang pandai mengatur keuangan. Karena jika kamu pandai mengatur keuanganmu, kamu akan tetap ‘sejahtera’ walaupun di akhir bulan.

Nah, beberapa tips berikut bisa membantumu belajar dan menyiasati bagaimana agar hidupmu tetap ‘sejahtera’ dengan uang yang cukup, walau kamu telah memasuki masa akhir bulan.

1Jangan Langsung Boros

kupastrik.blogspot.com

Bagaimanapun juga, boros bukanlah sikap yang dibenarkan, baik secara moral maupun Agama. Nah, sikap inilah yang sejatinya selalu menjadi bumerang untuk masalah keuanganmu.

Saat awal bulan, biasanya orang-orang akan merasa memiliki uang lebih dan tergoda untuk membeli ini atau itu, entah barang tersebut dibutuhkan atau tidak.

Tips yang pertama ini sangat simple, namun banyak yang sulit menerapkannya.

Ya, jangan pernah kamu melakukan sikap boros. Tekan keinginan belanjamu, dan cukup beli saja barang-barang yang benar-benar sangat kamu perlukan saja.

2Tabung Sebagian Uang Masuk

kigstart.wordpress.com

Entah uang gaji atau uang pemberian orangtua di awal bulan, setiap penghasilanmu segera masukkan ke tabungan dalam jumlah yang kamu rasa cukup.

Misal, kamu menerima uang sekitar dua juta, dan kamu rancang kebutuhanmu selama sebulan akan memerlukan biaya berapa, lalu ambil sekitar 15 atau 20 persennya untuk dimasukkan tabungan.

Bisa langsung kamu masukkan rekening di Bankmu, atau memang kamu sisihkan di kotak celengan atau dompet yang lainnya.

Pastikan kamu melakukan ini secara kontinyu atau berkelanjutan, setiap ada pemasukan di dompetmu. Uang yang kamu sisihkan ini akan membantumu di saat tak terduga kelak.

3Sisihkan Uang Masuk untuk Dana Darurat

www.pkspiyungan.org

Berbeda dengan tabungan yang disisihkan baik secara sukarela maupun dipaksa, uang ini nantinya khusus untuk membantumu di saat genting.

Maksudnya, uang ini sewaktu-waktu nantinya bisa kamu gunakan saat kamu benar-benar membutuhkannya di saat darurat.

Sebut saja ini tabungan darurat.

Sisihkan sekitar 10 atau 15 persen dari pemasukanmu, bisa kamu simpan uang ini di dalam dompet lain yang mudah kamu ingat.

Saat uang yang telah kamu rancang sebagai pengeluaran selama sebulan telah habis, dan ternyata ada keperluan tak terduga, kamu bisa menggunakan uang ini.

Namun yang perlu kamu ingat adalah, jangan sampai kamu menggunakan uang ini untuk keperluan yang kamu ada-adakan sebagai sesuatu yang darurat. Gunakan saat benar-benar darurat saja.

4Sisihkan Untuk Asuransi

www.cekpremi.com

Jika kamu memiliki beberapa asuransi, entah asuransi kendaraan atau kesehatan, ingatlah untuk menyisihkan beberapa persen dari uang pemasukanmu untuk membayarnya tiap bulan.

Walau mungkin kamu tidak tahu kapan akan memakainya, tapi suatu hari asuransi itu akan sangat bermanfaat untukmu.

Pilihlah asuransi yang benar-benar baik dan tepat, yang mengedepankan aspek sosial dan kooperatif, bukan asuransi abal-abal yang selalu minta keuntungan dan malah merugikanmu.

Nah, itulah tadi beberapa tips yang bisa kamu praktekkan untuk membantumu tetap ‘sejahtera’ walau kamu memasuki akhir bulan.

Bagaimanapun, yang bisa mengontrol keuanganmu adalah dirimu sendiri, maka jauhkan diri dari sikap boros dan merasa kayak arena kita tak pernah tahu kapan Tuhan akan mencabut nikmatNya dari kita.

SHARE