Islam merupakan agama yang lengkap, yang tidak ada kelemahan, sekecil apapun yang ada di dunia ini dibahas dalam islam.

Termasuk dalam urusan hubungan pasangan suami istri yang khususnya lebih ke arah hubungan intim. Jangan salah memahami ajaran Islam dalam hal hubungan suami isteri. Islam tidak memandang kotor apalagi hina dalam kenikmatan hubungan suami isteri.

Rasulullah saw mengatakan, “Dan di dalam kemaluan salah seorang di antara kalian adalah sedekah. (Hubungan intim kalian merupakan sedekah kalian kepada isteri). (HR. Muslim)

Berikut cara hubungan intim secara islami yang bisa jadi tuntunan kamu dengan pasangan halal kamu.

1Berdoa

gambartop10.blogspot.com

Tentu hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berdoa. Berdoa ini sangat penting bagi kamu karena jika tanpa doa, setan bisa saja ikut berhubungan ketika kamu berhubungan dengan pasangan.

Doa yang tepat seperti ini “Bismillah ALLAHumma Jannibnis Syaithan Wa Jannibnas Syaithan ma Razaqtana”.

Selain berlindung dari gangguan syetan, doa juga berguna untuk mendapat keberkahan dalam berhubungan.

2Lakukan Pemanasan yang Baik

likecakra4.blogspot.com

Rasulullah saw pernah menyindir seorang sahabat yang bernama Jabir r.a. Ketika dia menikah dengan janda. Rasulullah mengatakan, “Kenapa bukan gadis yang kau nikahi, sehingga engkau bisa mencumbunya dan dia mencumbumu?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam riwayat Muslim, “Engkau bisa bercanda-canda dengannya, dan dia mencandaimu.”

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan dengan hal pemanasan ini. “Dianjurkan agar seorang suami mencumbu isterinya sebelum jima’ supaya syahwat isterinya menggelora dan mampu merasakan apa yang suami rasakan.

3Bebas Gaya Asal Tetap Di Kemaluan Istri

dailymoslem.com

Maha Benar Allah dengan firmanNya, “Para isteri kalian adalah ladang bagi kalian. Karena itu, datangilah ladang kalian dengan cara yang kalian sukai.” (QS. Al-Baqarah: 223)

Rasulullah saw. bersabda, “Silahkan gauli isterimu dari arah depan atau belakang, asalkan pada kemaluannya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Perintah di atas sudah jelas bahwa melakukan hubungan suami istri boleh semuanya dinikmati kecuali satu yaitu lewat anus atau dubur. Karena anus dan dubur ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan bukan sifat manusiawi.

4Jika Mengeluarkan Mani (‘azl) Izin Istri Dahulu

fenditazkirah.blogspot.com

Jika ingin mengeluarkan mani harus izin terlebih dahulu kepada istri. Syaikh Muhammad Mukhtar rahimahullah berkata, “Dibenci mencabut (‘azl) sebelum isteri menyelesaikan hajatnya.

Karena terkadang laki-laki mencapai kepuasan sebelum isteri mencapai kepuasannya akhirnya istri yang sedang dalam perjalanan hampir ke puncak harus hilang gara-gara suami mengeluarkan mani di luar.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah mengatakan, “Janganlah kamu menjima’ isterimu kecuali isterimu telah mendapatkan kepuasan syahwatnya seperti yang engkau dapatkan. Yaitu, jangan engkau mendahului dalam menyelesaikan jima’nya.”

Oleh karena itu pentingnya komunikasi ketika melakukan hubungan ini, apa yang di inginkan istri harus juga dipahami suami, begitu pun sebaliknya. Dengan begitu semua akan mendapat keuntungan dan kepuasan.

Hal ini juga yang membuat rata-rata rumah tangga kurang harmonis, ujung-ujungnya salah stau pasangan mencari kepuasan dengan melakukan hubungan dengan orang lain.

Semoga bermanfaat ya