Acara Hafiz Indonesia yang menampilkan para jagoan cilik Islam yang merupakan para penghafal Qur’an ini kembali menghadirkan sosok luar biasa di depan kita semua.

Setelah sosok Mashita yang memiliki keterbatasan fisik namun sangat fasik melantunkan ayat Al Qur’an dan begitu semangat dengan hafalan-hafalannya tersebut, kini hadir sosok Ahsani.

Ahsani berusia 10 tahun, memang sudah lebih dewasa dibanding rekan-rekan lainnya, namun ternyata hafalan Al Qur’annya juga tak lagi main-main, yaitu sudah selesai sampai 30 juz!

Berikut ini adalah fakta-fakta luar biasa yang ada pada Ahsani, si bocah luar biasa tersebut:

Pernah Menjadi Juara di Ajang Hafidz Internasional

cover
youtube.com

Dengan bekal yang luar biasa tersebut tak heran jika Ahsani pada tahun 2015 lalu pernah terbang sampai di Arab Saudi guna mengikuti lomba MTQ sama seperti hafidz cilik kebanggaan Indonesia, Musa.

Musa pada tahun ini berhasil meraih juara dan menjadi kebanggaan Indonesia dalam kontes MTQ Internasional yang diselenggarakan di Arab Saudi tersebut. Dan Musa bahkan mendapat kesempatan dicium oleh Raja Salman.

Ternyata yang dialami Musa juga pernah dialami Ahsani pada tahun lalu. Sehingga tak heran jika performa Ahsani begitu memukau di ajang Hafiz Indonesia yang ditayangkan oleh RCTI ini.

Penjiwaan yang Luar Biasa kepada Al Qur’an

video okezone com
okezone.com

Pada beberapa kesempatan Ahsani sempat melantunkan ayat demi ayat Al Qur’an dengan mata berkaca-kaca, bahkan karena terlalu dalam penghayatannya dia sampai menangis.

Sontak hal tersebut membuat para penonton, dewan juri, para orangtua, orangtua Ahsani sendiri, bahkan sang Host yaitu Irfan Hakim tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka.

Irfan Hakim ikut menangis dan sempat juga memeluk anak laki-laki hebat tersebut. Ahsani yang berwajah polos dan berlinang air mata hanya bisa diam saat banyak orang ikut terharu akan dirinya.

Kemampuan Ahsani yang Patut Diacungi Jempol

okezone com
okezone.com

Yang paling membuat orang begitu terkagum-kagum padanya adalah saat tiba sesi sambung ayat. Berapapun ayat yang dilemparkan padanya, selalu bisa dia sambung dengan baik, bahkan hafal benar di surat dan ayat berapa.

Tak hanya tentang kemampuan menghayati dan menghafal yang layak diacungi jempol, Ahsani juga patut dijadikan contoh bagi kita semua tentang kehati-hatiannya dalam melafalkan Al Qur’an sesuai hukum bacaan dan makhrajnya.

Semoga dengan hadirnya semakin banyak anak-anak penghafal Qur’an di negera kita ini, bisa membuat Indonesia bisa lebih diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin.

SHARE