Kanker merupakan salah satu penyakit ganas dan mematikan. Keganasan penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak bahkan balita. Dibalik ganasnya penyakit ini, ada berbagai macam cara untuk menunjukan empati atau kepedulian terhadap penderita kanker, seperti yang dilakukan oleh Imis Iskandar ini.

kena kanker

Imis Iskandar yang berasal dari Singapura ini bukanlah penderita kanker, tapi ia orang yang sangat peduli terhadap penderitanya. Kepedulian Imis terhadap kanker bermula ketika ayahnya yang perokok berat terkena kanker paru-paru stadium 3. Kanker paru-paru ayah imis dinyatakan sembuh pada tahun 2011, tapi ternyata kankernya sudah terlanjur menjalar ke tulang dan otak. Beratnya sakit yang diderita ayahnya membuat Imis tersadar bahwa penderitaan orang yang terkena kanker dan juga keluarganya sangatlah berat.

Kepedulian Imis pada kanker kemudian ditunjukan dengan menggagas sebuah kegiatan amal yang diberi nama, Chairity. Kegiatan amal ini awalnya bermula di Singapura dan ditujukan untuk mengumpulkan dana untuk meringankan beban penderita Kanker. Imis menilai, bahwa  penderita kanker ini, selain menghadapi masalah fisik, juga menghadapi masalah mental dan juga finansial. Biaya berobat kanker tidaklah murah. ini yang menginisiasi Chairity.

bapaknya imis kena kanker

Dalam gerakan Chairity ini, Imis melakukan pameran dan menjual kursi-kursi klasik asal Jepara yang sudah dilukis para seniman. Banyak seniman telah berkolaborasi dengan gerakan Imis ini. Para senimanpun rela tidak dibayar sama sekali untuk aksi amal ini. Untuk kegiatan Chairity di Jakarta pada April 2016 nanti, setidaknya 50 pelukis sudah siap ikut andil meningkatkan kepedulian pada isu kanker ini.

Lalu kenapa harus dengan kursi? Menurut Imis, kursi merupakan sebuah benda yang berada hampir di setiap tempat. Justru, dengan keberadaannya yang ada di mana-mana membuat orang sering abai dengan keberadaan kursi. Kita baru akan melihat ke kursi itu hanya jika si kursi patah atau rusak.

Sama halnya dengan kanker. Kanker itu adalah penyakit yang sangat umum. Kanker merupakan nomer 1 pembunuh di Indonesia. Namun sayangnya, kita seringkali abai dan tidak peduli, sampai detik kanker itu menjangkiti keluarga dan orang tercinta kita sendiri. Kursi yang dilelang Imis di Chairity ini kemudian menjadi sebuah benda seni yang juga berperan sebagai peningkat kesadaran masyarakat dengan isu kanker ini.

Kegiatan Chairity di Singapura, dihadiri mantan Presiden Singapura S.R. Nathan
Kegiatan Chairity di Singapura, dihadiri mantan Presiden Singapura S.R. Nathan. Via thelongnwindingroad.wordpress.com

Kegiatan Chairity ini sudah dilaksanakan 3 kali. Dua kali di Singapura dan sekali di Malaysia. Indonesia menjadi tempat keempat dari kegiatan amal ini. Pada event Chairity yang pertama, berhasil terjual sekitar 19-20 kursi. Dana tergalang ketika itu sebesar 120.000 Dolar Singapura, setara 1,2 Milyar Rupiah. 100% dari dana terkumpul ketika itu disumbangkan ke yayasan kanker di Singapura.

Menurut Imis, sukses kegiatan Chairity bukan hanya karena uang yang didapat, tapi juga dari kesadaran masyarakat yang terbangun karenanya. Kedepannya Imis berharap, akan lebih banyak orang yang peduli pada penderita kanker. Dengan demikian, perjuangan para penderita kanker dan keluarganya didukung secara moril dan materiil dari masyarakat dan pemerintah. Imis juga berharap di masyarakat terbangun berbagai upaya untuk pencegahan kanker itu sendiri.