Belakangan ini demam Pokemon Go tengah melanda. Baik remaja hingga dewasa sangat tertarik dan mulai ‘ketagihan’ untuk memainkan game tersebut.

Pokemon Go merupakan sebuah permaian realitas tertambah dalam ponsel pintar yang dikembangkan oleh Niantic, yakni sebuah perusahaan sempalan milik Google. Permaianan yang dirilis pada 6 Juli 2016 ini memang berbeda dari kebanyakan game lainnya.

Game Pokemon Go memungkinkan pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar, dan mempertarungkan setiap karakter Pokemon yang terdapat di dalam telepon di setiap tempat dalam dunia nyata.

Saat memainkan Pokemon Go di smartphone terkadang membuat orang lupa wktu, jari jemarinya tak henti memencet ponsel dan mata terus memandangi layar ponsel.

Apakah kamu salah satu yang termasuk satu dari sekian banyak orang yang suka dengan permaianan ini? Seperti halnya game lainnya, Pokemon Go juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan jika kita tidak menyikapinya dengan bijak.

Adiksi

16 juli adiksi pokemon go
www.genmuda.com

Dalam dunia kedokteran adiksi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketergantungan, bisa terhadap obat-obatan ataupun terhadap sikap tertentu seperti halnya permainan komputer.

Kecanduan akan game telah kita temui di berbagai pemberitaan, bahkan bisa menyebabkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan.

The American Journal of Psychiatry menyatakan beberap gejala adiksi terhadap internet, antara lain menggunakan internet berlebihan sehingga lupa waktu, munculnya perasaan marah, ketegangan jika tidak dapat mengakses internet.

Selain itu juga ditandai dengan sikap negatif seperti rasa lelah yang berlebihan, isolasi sosial atau pencapaian belajar/ kerja yang buruk.

Distraksi

16 juli dsitraksi
www.zopini.com

Tidak hanya itu, mereka yang telah mengalami kecanduan akan game atau internet kemungkinan juga memiliki gangguan kesehatan mental.

Mereka yang telah kecanduan akan melakukan akses terus menerus terhadap permainan di ponsel pintarnya, hal itu bisa meningkatkan distraksi (gangguan konsentrasi) seseorang saat sedang melakukan sesuatu.

Misalnya saja, si pengguna ponsel akan lebih sering menunda, menghentikan bahkan memotong pembicaraan atau kegiatan untuk memainkan/ menanggapi bunyi yang keluar dari ponselnya.

Repetitive Stress Injury

16 juli pokemon-go injury
fajar.co.id

Memainkan Pokemon Go di smartphone tentunya banyak menggunakan jari dan pergelagan tangan. Selain memberikan dampak positif, nge-game dengan ponsel juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik sepeti gejala repetitive stress injury.

Repetitive stress injury  merupakan gejala yang ditandai dengan rasa nyeri dan kebas pada ibu jari dan sendi pergelangan tangan.

Organisasi Fisioterapi di Inggris dan Amerika menjelaskan bahwa penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dan menggandalkan ibu jari serta pergelangan tangan sepanjang hari dapat menyebabkan iritasi dan pembekakan tendon pada daerah tersebut.

Nah, bermain Pokemon Go tidak hanya dengan waktu 10 sampai 20 menit bahkan bisa lebih lama dari itu. Hal itu sama halnya melakukan kegiatan tanpa jeda sehingga dapat menyebabkan ketegangan otot.

Bermain game atau bermain Pokemon Go memang dapat menjadi hiburan dan merefresh otak. Akan tetapi, kita sebaiknnya melakukannya dengan bijaksana dan tidak terlalu berlebihan.