quotesgram.com

Betapa Waktu Bersama Ayah Sangatlah Berharga Bagi Anak. Mengapa?

Posted on

Ketika seorang Ayah bekerja keras mencari nafkah di luar rumah sampai waktu untuk keluarga menjadi sedikit dan terbatas, maka itu juga tidak bisa dibenarkan.

Memang betul, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan seorang anak menjadi alasan utama bagi para orang tua untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor, pergi ke luar kota.

Sampai-sampai, banyak orang tua, khususnya Ayah yang kehilangan momen berharga bersama anak hanya karena waktu tersita untuk urusan pekerjaan dan karir.

Sejujurnya, jika hal tersebut terus-menerus terjadi, maka anak akan merasa kehilangan sosok pemimpin, pelindung, dan kehangatan seorang Ayah, meskipun setiap hari masih saling tatap muka.

Bukan seperti itu cara membangun komunikasi dan kedekatan psikologi dengan anak. Harus ada waktu khusus bagi Ayah dan anak untuk bermain bersama, membudayakan dialog, dan bercerita ini itu yang menyenangkan.

Mengapa waktu bersama antara anak dan Ayah sangat penting? Memang apa saja dampak yang akan terjadi pada sang anak jika kualitas waktu bersama sang Ayah terjaga dengan baik?

Membeli Waktu untuk Bisa Bersama Ayah

muuyu.com
muuyu.com

Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang menanyakan berapa waktu yang dibayarkan perusahaan tempat Ayahnya bekerja dalam satu jam.

Sang Ayah menjawab, 10 ribu, kemudian sang anak mengeluarkan uang 50 ribu dan meminta waktu Ayahnya untuk bisa bermain bersamanya.

Jika kamu seorang Ayah, apakah kamu mau dan tega menelantarkan anak? meskipun kamu bersusah payah kerja, tapi secara hati, kamu tidak dekat dengan anakmu.

Apakah harus dengan cara mengeluarkan uang seperti ini, baru seorang Ayah mau untuk bermain dengan anaknya?

Berapa banyak dari kita yang bekerja mati-matian di kantor, menghabiskan waktu lebih dari delapan jam untuk pekerjaan dan lupa untuk membaginya dengan keluarga?

Uang dan kesenangan bisa diberikan untuk mereka dari hasil kerja keras. Tapi itu sifatnya sementara. Sebab yang abadi adalah ikatan hati antara orang tua dengan anak.

Jika Anak Dekat dengan Ayah, Emosinya akan Stabil

blog.tokopedia.com
blog.tokopedia.com

Pada studi terbaru Father Involvement Research Alliace, menemukan petunjuk bahwa bayi yang dekat dengan ayahnya akan memiliki kestabilan emosi.

Bahkan lebih percaya diri saat tumbuh dewasa, dibandingkan mereka yang tidak dekat dengan ayahnya.

Tidak heran, anak lebih bersemangat dalam mengeksplorasi potensi dirinya dan merealisasikan ide maupun impian ketika mereka dekat ayahnya.

Mudah Bersosialisasi dan Banyak Teman

blog.laurenpressey.com
blog.laurenpressey.com

Dalam lingkungan pergaulan, anak yang dekat dengan ayah lebih terlihat menyenangkan sehingga cenderung lebih mudah bersosialisasi dan punya banyak teman.

Sebuah studi yang lain berkesimpulan bahwa kecerdasan dan kesuksesan anak di masa depan dapat didongkrak dengan melihat kualitas hubungan sang anak dengan ayahnya.

Semakin dekat si anak dengan ayahnya, akan semakin cerdas dan lebih sukses di masa depannya.

IQ Tinggi

sleepbusiness.wordpress.com
sleepbusiness.wordpress.com

Penelitian lain juga menghasilkan fakta mencengangkan bahwa anak usia tiga tahun yang memiliki IQ lebih tinggi dan mampu memecahkan masalah dibandingkan teman sebayanya, pasti memiliki hubungan baik dan hangat dengan ayahnya.

Fakta ini sangat perlu dipertimbangkan oleh para ayah agar selalu berusaha lebih dekat lagi dengan buah hatinya.

Seburuk apapun hubungan dalam rumah tangga antar suami dan istri jangan sampai merusak peran ayah maupun peran ibu.

Kemampuan Bahasa yang Lebih Baik

blog.tokopedia.com
blog.tokopedia.com

Kemampuan berbahasa dan kognitif yang dimiliki seorang anak yang dekat dengan Ayahnya juga lebih baik.

Ada penemuan dalam penelitian lain bahwa anak yang terdidik dengan baik oleh ayahnya memiliki masalah di sekolah yang lebih sedikit. Ketika ia beranjak dewasa pun, sang anak akan jauh dari masalah narkoba dan pacaran.

Ayah sebagai Pembimbing Belajar

qudwatuna.com
qudwatuna.com

Jelas bahwa ayah memiliki peran penting dalam kemampuan akademis anak. Untuk itu, orang tua harus bekerja sama dan membagi tugas dalam membimbing si kecil belajar, terlebih ketika ia menghadapi ujian.

Ayah jangan sungkan untuk mengajak sang anak mengulang kembali pelajaran di sekolah.

Tidak hanya itu, Ayah harus membantu kesiapan mental si kecil, sehingga ia percaya diri dan dapat melewati ujiannya dengan baik tanpa mencontek.

Karakter ayah dengan ibu tentu berbeda, sehingga akan menciptakan cara mendidik yang berbeda pula terhadap anak. Jadi, ciptakan suasana yang menyenangkan agar si kecil pun lebih semangat saat belajar.

Kreatif dalam Mengemas Cara Belajar

today.com
today.com

Menjadi ayah haruslah kreatif. Misalkan membuat quiz interaktif seperti cerdas cermat. Ayah berperan sebagai pembawa acara dan memberikan pertanyaan seputar materi-materi pelajaran yang sekiranya akan muncul dalam ujian di sekolah.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *