Ketika seorang Ayah bekerja keras mencari nafkah di luar rumah sampai waktu untuk keluarga menjadi sedikit dan terbatas, maka itu juga tidak bisa dibenarkan.

Memang betul, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan seorang anak menjadi alasan utama bagi para orang tua untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor, pergi ke luar kota.

Sampai-sampai, banyak orang tua, khususnya Ayah yang kehilangan momen berharga bersama anak hanya karena waktu tersita untuk urusan pekerjaan dan karir.

Sejujurnya, jika hal tersebut terus-menerus terjadi, maka anak akan merasa kehilangan sosok pemimpin, pelindung, dan kehangatan seorang Ayah, meskipun setiap hari masih saling tatap muka.

Bukan seperti itu cara membangun komunikasi dan kedekatan psikologi dengan anak. Harus ada waktu khusus bagi Ayah dan anak untuk bermain bersama, membudayakan dialog, dan bercerita ini itu yang menyenangkan.

Mengapa waktu bersama antara anak dan Ayah sangat penting? Memang apa saja dampak yang akan terjadi pada sang anak jika kualitas waktu bersama sang Ayah terjaga dengan baik?

Back

1. Membeli Waktu untuk Bisa Bersama Ayah

Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang menanyakan berapa waktu yang dibayarkan perusahaan tempat Ayahnya bekerja dalam satu jam.

Sang Ayah menjawab, 10 ribu, kemudian sang anak mengeluarkan uang 50 ribu dan meminta waktu Ayahnya untuk bisa bermain bersamanya.

Jika kamu seorang Ayah, apakah kamu mau dan tega menelantarkan anak? meskipun kamu bersusah payah kerja, tapi secara hati, kamu tidak dekat dengan anakmu.

Apakah harus dengan cara mengeluarkan uang seperti ini, baru seorang Ayah mau untuk bermain dengan anaknya?

Berapa banyak dari kita yang bekerja mati-matian di kantor, menghabiskan waktu lebih dari delapan jam untuk pekerjaan dan lupa untuk membaginya dengan keluarga?

Uang dan kesenangan bisa diberikan untuk mereka dari hasil kerja keras. Tapi itu sifatnya sementara. Sebab yang abadi adalah ikatan hati antara orang tua dengan anak.

muuyu.com
Back