Bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, ada janji yang akan Dia berikan kepada mereka kelak di hari kiamat.

Salah satunya mendapatkan kesenangan berupa pasangan bidadari surga yang cantik jelita yang kecantikannya belum pernah ditemui dan dibayangkan oleh manusia sekalipun.

Di dalam Al Quran, sebagai kitab pedoman kehidupan seorang Muslim, Allah telah memberikan gambaran kepada manusia perihal surga dan isinya. Salah satunya yaitu bidadari surga. Berikut ini beberapa gambaran bidadari surga yang terdapat dalam Al Quran.

1Surat An Naba’ ayat 31 – 33

alquranmulia.wordpress.com

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan memperoleh kesenangan, (yaitu) kebun-kebun, buah anggur dan kawa’ib atraba (gadis-gadis perawan yang sebaya). (An Naba’ayat 31 – 33)

Para ahli tafsir seperti Ibnu Abbas, Mujahid dan beberapa mufassir yang lain menafsirkan kata kawa’ib berarti nawahid. Yaitu buah dada para bidadari ini tegak, tidak terkulai jatuh. Karena mereka adalah gadis-gadis perawan yang atrab atau sebaya umurnya.

Sebagaimana penjelasan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir jilid 7 pada halaman 241.

2Surat Al Waqi’ah ayat 35 – 37

alquranmulia.wordpress.com

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita surga) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Al Waqi’ah ayat 35 – 37)

Wanita penduduk surga diciptakan Allah tidak sama dengan keadaan ketika di dunia seperti saat ini. Kelak mereka diciptakan oleh Allah dengan bentuk dan sifat yang paling sempurna dan kekal, tidak dapat bertambah tua dan mati.

Para wanita surga, baik wanita penduduk dunia yang menghuni surga mapupun bidadari-bidadari surga diciptakan oleh Allah dalam keadaan sebagaimana gadis-gadis perawan. Dan mereka akan tetap perawan dalam seluruh keadaan.

Dan mereka akan senantiasa dapat mengundang kecintaan suaminya dengan tutur kata yang baik, kecantikan paras, bentuk dan penampilan yang indah serta rasa cinta yang tiada habisnya kepada suami.

Apabila wanita surga berbicara, para suami yang mendengarkan ingin ucapan mereka tak akan berhenti. Apalagi bila mereka berdendang dengan suara yang lembut dan merdu menawan hati.

Adab, sifat dan kemanjaannya akan senantiasa membuat sang suami dipenuhi kegembiraan dan kebahagiaan.

Jika para wanita surga berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, maka penuhlah tempat tersebut dengan wangi yang semerbak dan cahaya yang bersinar cemerlang. Saat “berhubungan” dengan suaminya, mereka akan melalukan yang terbaik.

Usia para wanita surga ini sebaya. Sebagian ahli memperkirakan sekitar 33 tahun. Yaitu usia puncak atau kematangan dan sebagai akhir usia muda. Mereka memiliki jiwa-jiwa bahagia, menyejukkan mata dan mencemerlangkan pandangan.

Hal ini sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh al-Allamah as-Sa’di dalam Tafsir al-Karim ar-Rahman pada halaman 834.

3Surat Ar Rahman ayat 55 – 58

alquranmulia.wordpress.com

“Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan? Di ranjang-ranjang itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb kalan yang manakah yang kalian dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata ya’kut dan marjan.” (Surat Ar Rahman ayat 55 – 58)

Para bidadari ini senantiasa menundukkan pandangan dari melihat selain suami mereka. Sehingga mereka tidak akan pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada suami mereka. Sebagaimana dinyatakan para ahli tafsir.

suamiasma.wordpress.com
suamiasma.wordpress.com

Dalam kitab Ibnu Katsir jilid 7 halaman 385 disebutkan bahwa Rasulullah meriwayatkan bahwa salah seorang diantara para bidadari itu berkata kepada suaminya,

“Demi Allah. Aku tidak pernah melihat di dalam surga ini sesuatu yang lebih bagus daripada dirimu. Tidak ada di dalam surga ini sesuatu yang lebih kucintai daripada dirimu. Segala puji bagi Allah yang Dia menjadikanmu untukku dan menjadikanku untukmu.”

Sedangkan dalam kitab Tafsir al-Karim ar-Rahman pada halaman 385 disebutkan bahwa para bidadari yang diciptakan sebagai pasangan hamba-Nya yang beriman dalam bentuk gadis perawan yang tidak pernah digauli seorangpun dari kalangan manusia dan jin.

Mereka diibaratkan permata ya’kut yang bersih dan bening. Sebagaimana pula marjan yang putih cemerlang. Dikarenakan para bidadari surga memiliki kulit yang putih, bening lagi bersih.