Kamu mungkin tertarik menjadi pengusaha sukses. Semua orang juga begitu. Dalam bayangan dan angan semua orang, menjadi orang sukses adalah segalanya tentang kebahagiaan dan keterpenuhan materi.

Namun, hanya sedikit yang merencanakan dengan detil langkah-langkah kesuksesan. Hanya sedikit yang mampu membayangkan betul betapa kegegalan dalam kehidupan usaha pribadi adalah kawan yang akrab.

Kamu harus benar-benar paham bahwa kesuksesan hanyalah efek samping dari usaha tanpa akhir dalam belajar. Belajar membuat koneksi dengan banyak orang, belajar efisiensi, dan optimasi pemasaran dan yang paling penting adalah belajar untuk terus belajar.

Jadi, mari belajar untuk mencermati biografi orang-orang yang telah lebih dahulu dan lebih lama belajar. Mari belajar pada biografi Chairul Tanjung.

1Keluarga Masa Lalu

meditya-wasesa.blogspot.com

Keluarga Tanjung, itulah kira-kira yang akan kita pelajari dari masa kecil Chairul Tanjung. Ayahnya Abdul Ghafar Tanjung adalah seorang wartawan sekaligus pengusaha. Keturunan Sumatera yang pandai menghidupi diri.

Posisi ayah Chairul yang merupakan ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) ranting Sawah Besar membuat seluruh usaha percetakan, transportasi dan bahkan korannya dibredel.

Usia 13 tahun, Chairul muda harus menghadapi kebangkrutan keluarganya, semua harta habis. Pindahnya mereka ke losmen kecil di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat bukanlah akhir.

Keluarga Tanjung lebih miskin lagi hingga kembali pindah ke rumah neneknya dari ibu Chairul, Halimah. Mereka pindah ke daerah Gang Abu, Batu Tulis, Jakarta. Bagaimana? Kamu bisa mengambil pelajarannya?

2Menuju Masa Depan

uiupdate.ui.ac.id

Masa depan adalah apa yang kamu lakukan hari ini. Kamu mungkin mengira bahwa kesuksesan orang besar tidak pernah dilalui dengan susah dan payah yang tidak terkira.

Kamu bisa tanyakan pada Chairul kecil yang menunggu ayahnya pulang membawa sedikit uang untuk membayar zakat fitrah, di ujung gang sempit, di malam takbiran, hingga dini hari menjelang salat ied.

www.pedidikanindonesia.com
www.pedidikanindonesia.com

Chairul muda pintar, tentu karena belajarlah, ia kemudian dinyatakan lulus UMPTN dan diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Bukan usaha yang gampang untuk masuk fakultas kedokteran, kamu bisa bayangkan sendiri bagaimana ia belajar.

Tanyakan pada Chairul muda bagaimana rasanya kuliah dengan biaya hasil jual kain halus ibunda. Hanya untuk membiayai uang kuliah Rp 75.000 dan uang administrasi Rp 30.000. Nilai yang cukup besar di kala itu.

Tentu Chairul muda terpukul dengan itu, ia genggam betul pesan ibunya saat memberikan uang itu, “belajarlah dengan serius, nak.”. Hingga kelak pada tahun 1985 ia dinobatkan menjadi Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.

www.duajurai.com
www.duajurai.com

Tanyakan bagaimana Chairul muda mendapatkan Rp 15.000 pertamanya. Dari peluang kecil menawarkan jasa fotokopi diktat murah dengan alat fotokopi milik temannya, hingga tampat fotokopi di bawah tangga gedung kuliahnya.

Hingga ia memiliki kios fotokopi sendiri di Salemba. Lantas mulailah ia melakuan segala hal. Kamu harus tahu bahwa seorang yang sukses dan berhasil bukan karena ia melakukan apa yang menjadi spesialisasinya. Tapi karena ia mau.

3Jika Kamu Mau, Kamu Sudah Sukses

www.hipwee.com

Karena ia mau, mau, dan mau melakukan apapun asalkan itu baik. Ia mulai bisnis alat-alat kedokteran, hingga bangkrut. Ia mau jual beli mobil bekas, bengkel, hingga menjadi kontraktor kecil-kecilan.

Sangat jauh 180 derajat bedanya dibandingkan apa yang ia pelajari sebagai mahasiswa kedokteran gigi. Dan jangan kira Chairul tenggelam dalam ketagihan mengahsilkan uang.

mygosport.net
mygosport.net

Sejak SMP, SMA, dan ia teruskan di masa kuliah adalah tentang keterlibatannya dalam berbagai organisasi kampus dan aktivitas sosial. Tentu saja karena ia mau. Dari situ ia membangun personal branding, ia membangun kepercayaan orang lain terhadap dirinya.

Bagaimana? Dapatkah kamu mengambil pelajaran dari biografi Chairul Tanjung?

Cerita kesuksesan Chairul berikutnya bisa kamu cari sendiri, sangat banyak tentang kesuksesannya, bahkan hingga dapat dengan mudah kamu tebak sendiri. Tapi ingat, kesuksesan hanyalah efek samping.

Yang paling penting adalah belajar. Jadi, maukah kamu belajar?