achyar89.wordpress.com

Inilah Biografi Sang Bapak Pendidikan Nasional yang Dikenal dengan 3 Semboyannya

Posted on

Pemilik nama Raden Mas Soewandi Soejaningrat atau yang ketika usianya memasuki 40 tahun berganti nama Ki Hadjar Dewantara adalah sosok pelopor pendidikan untuk masyarakat pribumi Indonesia pada masa penjajahan Kolonial Belanda.

lppks.org
lppks.org

Dengan pergantian nama tersebut, agar beliau dapat diterima dan dekat dengan rakyat pribumi dimana Ki Hadjar sendiri adalah cucu dari Pakualam III.

Beliau adalah anak dari GPH Soerjaningrat yang merupakan keturunan bangsawan sehingga mendapat bagian untuk memperoleh pendidikan kelas bangsawan.

bio.or.id
bio.or.id

Kota Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889 adalah hari kelahiran Ki Hadjar yang kemudian diperingati setiap tahun oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Bermula pada kembalinya beliau ke Indonesia pada tahun 1919, setelah mendapatkan Europeesche Akte atau Ijazah pendidikan yang bergengsi di belanda. Ijazah inilah yang membantu beliau untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang akan buat di Indonesia.

teropongbisnis.com
teropongbisnis.com

Di Belanda pula ia memperoleh pengaruh dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri. Dan inilah tiga pilar yang beliau gunakan dalam memimpin Indonesia melalui bidang pendidikan.

Ing Ngarso Sung Tulodo

agun-gunandjarsudarsa.com
agun-gunandjarsudarsa.com

Ing ngarso sung tulodo, artinya di depan memberi contoh.

Konsep ini memberi pemahaman bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik bagi anggota organisasi yang dia pimpin.

Teladan ini tidak hanya menyangkut urusan kinerja, akan tetapi juga bisa teladan dalam konteks persoalan teladan moral. Disini juga bisa kita lihat betapa besarnya tanggungjawab moral seorang pemimpin.

Karena tindak-tanduknya, tingkah lakunya, cara berfikirnya, bahkan kebiasaannya akan cenderung diikuti orang lain. Disini tidak tercermin adanya atasan-bawahan, tetapi jelas menunjukkan siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin.

Konsep ini juga bisa dipahami bahwa sebuah organisasi harus mempunyai panduan dalam beraktifitas. Panduan ini bisa berupa perencanaan yang telah dihasilkan dengan matang dan bisa juga sosok seorang pemimpin yang memahami tujuan dari organisasi.

Adapun terminologi dari ing ngarso sung tulodho yang artinya saat di depan seorang pemimpin harus memberi teladan. Kata ing ngarso tidak dapat berdiri sendiri, jika tidak mendapatkan kalimat penjelas dibelakangnya.

Artinya seorang yang berada di depan jika belum memberi teladan maka belum pantas menyandang gelar pemimpin. Apakah kamu sudah menjadi pemimpin yang memberikan teladan?

Ing Madyo Mangun Karso

artikel.sabda.org
artikel.sabda.org

Ing madyo mangun karso memiliki makna di tengah memberi semangat.

Karso artinya memberikan motivasi (karsa). Motivasi menjadi sesuatu hal yang dibutuhkan oleh setiap manusia dalam mencapai tujuan.

Seorang pemimpin yang berada di tengah-tengah orang-orang yang dipimpinnya, harus mampu menggerakkan, memotivasi, dan mengatur sumberdaya yang ada (empowering).

Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk memotivasi diri sendiri (intrinsic motivation), sehingga ada ataupun tidak adanya stimulan tetap saja akan termotivasi.

Hanya saja, kadar motivasi dari diri sendiri sering tidak stabil kehadirannya. Untuk itulah maka motivasi dari luar dirinya (extrinsic motivation) tetap sangat diperlukan.

Disinilah seorang pemimpin dapat mengambil peran. Kehadirannya membuat orang tergerak untuk bertindak. Itulah pemimpin sejati.

Seorang pemimpin tidak hanya melihat kepada orang yang dipimpinnya, melainkan ia juga harus berada di tengah-tengah orang yang dipimpinnya.

Maka sangat tidak terpuji bila seorang pemimpin hanya diam dan tak berbuat apa-apa sedangkan orang yang dipimpinnya menderita.

Selain itu pemimpin harus kreatif dalam memimpin , sehingga orang yang dipimpinnya mempunyai wawasan baru dalam bertindak . Ditambah lagi seorang pemimpin harus melindungi segenap orang yang dipimpinnya.

Apakah kamu sudah terbiasa membaur dan memberikan motivasi kepada orang-orang yang berada di dalam lingkaranmu?

Tut Wuri Handayani

hrdhelper.net
hrdhelper.net

Tut wuri handayani maknanya di belakang memberi dorongan.

Pemimpin sejati diperlukan kehadirannya dibarisan belakang. Dari belakang seorang pemimpin dapat memberikan dorongan untuk terus maju.

Pemimpin yang berada di barisan belakang harus pandai-pandai mengikuti barisan di depannya, agar konsisten gerakan dan arahnya, agar terjadi apa yang disebut goal congruency.

Suatu keadaan di mana tujuan individu yang berada dalam suatu organisasi konsisten dengan tujuan organisasi. Tanpa goal congruency arah gerakan organisasi menjadi berat karena banyaknya arah yang tidak sama dan mungkin justru saling berlawanan.

Jika diartikan secara keseluruhan Tut Wuri Handayani bertujuan untuk menciptakan pribadi yang mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Dan diharapkan akan muncul generasi baru yang akan berani memimpin tanpa menunggu orang lain untuk memimpin.

Jika kamu mampu memimpin di depan, bukankah akan sangat mudah untuk kamu memimpin dari belakang dengan memberi dorongan?

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *