Siapa tak kenal dengan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang bernama Kapitan Pattimura? Sosok Pattimura sudah sering kamu lihat dalam pecahan uang kertas Rp 1.000,00. Dalam uang tersebut terpampang pula nama dari Kapitan Pattimura.

maluku-utara.com

Belum mengenal seorang Pattimura apabila kita ini tak mengetahui asal usul dan perjuangan hidupnya. Maka dari itu, mari lihat bersama biografi dari Pattimura berikut ini.

1Asal Usul Pattimura

pecintawisata.wordpress.com

Pattimura atau Thomas Matulessy dilahirkan di Haria, Pulau Saparua, Maluku pada tanggal 8 Juni 1783. Ia merupakan pahlawan asal Maluku yang begitu terkenal di Indonesia.

Nah, kata “Maluku” yang menjadi tempat kelahiran Pattimura itu sendiri diambil dari bahasa Arab yakni “Al Mulk” atau “Al Malik” yang memiliki arti Tanah Raja-raja. Karena pada masa itu, masih banyak kerajaan yang berdiri di Maluku.

Menurut salah satu penulis bernama M Sapija, Pattimura merupakan keturunan bangsawan. Ia berasal dari Nusa Ina (Seram) yang merupakan keturunan dari Antoni Mattulessy, seorang anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy.

Akan tetapi, menurut Mansyur Suryanegara, Pattimura dilahirkan di Hualoy, Seram Selatan, bukannya di Saparua. Dan Pattimura merupakan bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau yang diperintah oleh Sultan Abdurrahman.

2Gelar Kapitan

www.playbuzz.com

Pattimura merupakan satu di antara banyak pahlawan yang disematkan sebuah gelar untuknya, yakni “kapitan”. Menurut beberapa tokoh, gelar yang ia dapatkan adalah pemberian dari pemerintah Belanda.

Namun, pada kenyataannya bukan seperti itu. Gelar yang Pattimura dapatkan berasal dari kepercayaan warga Maluku yang menganggap bahwa Pattimura itu memiliki kepercayaan khusus dari kekuatan-kekuatan alam.

Orang-orang Maluku tersebut percaya bahwa kekuatan alam itu telah menyatu pada diri Pattimura yang menjadi sosok panutan dalam hal agama. Mereka pun menganggap bahwa Pattimura adalah seorang yang kharismatik.

Dari anggapan tersebut tercetuslah sebutan “kapitan” yang hingga kini dikenal begitu erat dan telah melekat pada diri Pattimura.

3Perjuangan Kapitan Pattimura

picodio.com

Pattimura dahulu sempat berkarir di dalam militer dan menjabat sebagai sersan untuk kemiliteran Inggris. Setelah dari kemiliteran itu, dirinya kemudian ikut dalam perlawanan terhadap VOC.

Di tahun 1816, Belanda menerima penyerahan kekuasaan dari Inggris. Kemudian, setelah kekuasaan diserahkan, Belanda membuat suatu ketetapan dalam hal kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah, pemindahan penduduk.

Belanda pun menetapkan pelayaran Hongi dan mengabaikan Traktat London I yang ada dalam pasal 11 dengan ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus membuat perundingan terlebih dahulu mengenai pemindahan korps-Ambon dengan Gubernur.

Pihak Belanda pun juga mencantumkan bahwa pemerintah Inggris telah berakhir di Maluku sehingga para tentara dari Ambon harus dibebaskan.

Pasukan Belanda bermaksud meminta para tentara Ambon untuk mengambil keputusan untuk memasuki pemerintah baru atau keluar dari dinas militer. Tetapi, kenyataannya, pemindahan dinas militer tentara Ambon dipaksakan.

Tahun 1817, kolonial Belanda kembali datang ke Indonesia dan mendapat protes keras dari seluruh rakyat. Karena kondisi politik, ekonomi dan hubungan kemasyarakatan pada saat itu sedang buruk-buruknya.

www.youtube.com

Hingga pada akhirnya, rakyat Maluku dapat bangkit dan melawan penjajahan di bawah arahan Kapitan Pattimura. Pattimura diangkat menjadi pemimpin dan panglima perang oleh para Raja, Patih, Kapitan, Tetua Adat, dan rakyat.

Pemilihan Pattimura menjadi panglima perang didasarkan pada pengalaman dan sifat-sifatnya yang dimiliki oleh seorang kesatria. Setelah ditunjukkan Pattimura menjadi seorang pemimpin, strategi melawan musuh pun mulai disusun.

Ia melibatkan para Raja-raja dan Patih dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, mengatur pendidikan, memimpin rakyat, menyediakan pangan, dan membangun benteng pertahanan.

Perang yang dilakukan oleh Pattimura itu ternyata membuat Belanda harus menurunkan banyak pasukan. Sampai-sampai mereka harus mengirimkan seorang Laksamana Buykes, seorang Komisaris Jenderal dari Belanda.

Begitu banyak pertempuran hebat yang antara Pattimura melawan Belanda. Hingga pada akhirnya Pattimura tertangkap dan berakhir di tiang gantung pada tanggal 16 Desember 1817 di Ambon.

4Patung Pattimura

pecintawisata.wordpress.com

Di Taman Kota Lapangan Merdeka didirikan Monumen Pattimura, tepatnya di Pattimura Park. Lokasi tersebut adalah tempat digantungnya Pattimura oleh pasukan Belanda.

Patung setinggi tujuh meter berdiri dengan gagahnya di monumen tersebut. Awal didirikan monumen pada tahun 1971 oleh Brigjen TNI Wing Wiryawan. Dan sempat mengalami pergantian satu kali di tahun 2008.

Monumen yang dibuat dimaksud untuk mengenang keberanian dan jasa seorang Kapitan Pattimura sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.