Suharto lahir di dusun Kemusuk, desa Argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta pada 8 Juni 1921. Beliau adalah presiden kedua Indonesia yang menjabat dari tahun 1968 hingga 1998.

Di dunia internasional, Suharto dikenal dengan sebutan populer The Smiling General atau Sang Jenderal Tersenyum, karena raut mukanya yang selalu tersenyum.

1Keluarga Suharto

simomot.com

Suharto lahir dari pasangan Sutirah dan Kertosudiro. Orang tuanya adalah petani dan juga pembantu lurah dalam pengairan sawah desa. Suharto masuk sekolah saat berusia delapan tahun, tetapi sering pindah.

Lulus dari SMP Muhammadiyah, Suharto memasuki sekolah militer. Di sinilah karir militernya dimulai. Suharto yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel menikahi Siti Hartinah, seorang putri bangsawan pada 26 Desember 1947 di Solo, Jawa Tengah.

Saat itu, usia Suharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam orang putra dan putri, yakni Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

26 Periode Memimpin Indonesia

id.wikipedia.org

Karir militernya yang panjang akhirnya membawa Suharto sampai posisi pejabat presiden yang bertanggungjawab langsung pada presiden Sukarto pada tahun 1967. Suharto resmi menjadi presiden pada 27 Maret 1968 sesuai hasil Sidang Umum MPRS.

Mulai saat inilah dikenal dengan istilah Orde Baru. Suharto kemudian dipilih kembali sebagai presiden oleh MPR pada periode-periode berikutnya. Pada tahun 1998, Suharto kembali terpilih sebagai presiden ketujuh kalinya untuk periode 1998-2003.

sriyadiantik.blogspot.com
sriyadiantik.blogspot.com

Tapi, situasi politik yang memanas di dalam negeri memaksa sang presiden meletakkan jabatan yang telah diembannya selama lebih dari tiga puluh tahun lamanya. Jabatan presiden kemudian dilanjutkan oleh wakilnya, B.J Habibie.

3Peninggalan Suharto

print.kompas.com

Selama menjabat 30 tahun menjadi presiden, Suharto banyak meninggalkan rekam jejak kepemimpinannya.

Di bidang politik, Suharto memberantas dan melarang adanya partai komunis. Setelah itu, beliau juga menerapkan sistem penyederhanaan partai menjadi hanya tiga partai politik, yakni Partai Persatuan Pembangunan, Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia.

Suharto juga membuat Timor Timur menjadi bagian dari wilayah Indonesia. Sepak terjang politik Suharta selama kepemimpinannya banyak menimbulkan kontroversi.

Pada bidang kesehatan, Suharto memulai kampanye Keluarga Berencana yang menganjurkan setiap pasangan untuk memiliki secukupnya 2 anak. Ini dilakukan untuk menghindari ledakan penduduk yang nantinya dapat mengakibatkan berbagai masalah.

Pada bidang pendidikan, Suharto memelopori adanya proyek wajib belajar. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan rata-rata taraf tamatan sekolah anak Indonesia yang kemudian dikembangkan menjadi Wajib Belajar 9 tahun.

Pada bidang pangan, Suharto berhasil mewujudkan swasembada pangan sejak tahun 1984. Sehingga pada tahun 1986, Suharto mendapat penghargaan dari FAO atas prestasinya ini.

4Kontroversi Suharto

veronikacloset.wordpress.com

Sejak awal menjabat sebagai pejabat presiden, Suharto dinilai sudah melakukan banyak kontroversi. Hal ini berlanjut dengan berbagai keputusan yang diambilnya saat menjabat sebagai presiden, dalam berbagai aspek.

Menurut pengamat, selama masa jabatan Suharto, pemerintah dianggap sebagai institusi paling korup. Kontroversi Suharto yang terakhir adalah kasus korupsi yang menimpanya.

Dokumen sebanyak 2000 halaman disebutkan merupakan hasil penyelidikan terhadap kasus-kasus yang menimpa Suharto.

Sayangnya proses peradilan tidak bisa tuntas karena keadaan kesehatan Suharto yang terus memburuk hingga akhir hayatnya.

5Kematian Suharto

pasangmata.detik.com

Suharto meninggal pada 27 Januari 2008 pada pukul 13.10 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Suharto kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Karangayanyar, Jawa Tengah pada hari berikutnya.

Upacara pemakaman Soeharto tersebut dipimpin langsung oleh inspektur upacara Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat presiden Indonesia.