Saat ini tren menjadi seorang pengusaha sedang naik daun di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang terus berusaha mendorong munculnya para pengusaha baru.

Merekalah yang saat ini banyak berperan sebagai motor pendorong perekonomian di daerahnya. Setidaknya butuh 4 persen dari seluruh jumlah penduduk suatu negara yang bergerak dalam bidang kewirausahaan agar negara tersebut dapat semakin berkembang perekonomiannya.

Bila kita perhatikan, banyak sekali pengusaha baru yang muncul dengan membuka usaha berskala kecil mikro atau sering disebut dengan UKM. Uniknya, singkatan ini  sekarang sering diplesetkan menjadi Usaha Kecil Milyaran.

Meski begitu, singkatan tersebut juga bukan sekedar lelucon. Karena hal ini sebagaimana fakta yang terjadi pada para pelaku bisnis mikro kecil yang telah berhasil meghasilkan pendapatan rata-rata bulanan yang sangat menggiurkan.

Keberhasilan mereka meraup untung begitu besar, salah satunya karena penggunaan internet dalam bisnis yang dapat menghemat biaya sekecil mungkin dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas daripada menggunakan cara-cara konvensional selama ini.

Saat seorang pengusaha yang masih newbie memulai membuka usahanya, banyak dari mereka yang menjadikan modal sebagai salah satu alasan penghambat terbesar. Pasalnya, mereka merasa tidak memiliki modal uang yang cukup.

Padahal faktanya, untuk menjalankan suatu usaha yang menguntungkan, bukanlah modal materi yang terpenting akan tetapi modal non-materi lah yang lebih berperan penting. Contohnya seperti tekad yang kuat dan kerja keras yang harus kita miliki.

Saat tekad kita sudah cukup kuat untuk memulai usaha, maka dengan sendirinya jalan untuk memulai membuka usaha akan terbuka. Otak kita pun akan terpacu untuk berpikir keras menemukan solusi agar usaha  bisa tetap berjalan walau dengan modal yang sangat terbatas.

Menjalankan usaha dengan modal kecil dan terbatas dapat dilakukan dengan beberapa hal. Misalnya seperti memangkas biaya sewa tempat dan biaya promosi.

Untuk biaya tempat, kita bisa menggunakan tempat tinggal kita sendiri sebagai tempat usaha. Sedangkan untuk biaya promosi, kita bisa menghemat pengeluaran dengan promosi melalui sosial media.