Hamdi Ulukaya, pemilik pabrik yoghurt merek Chobani di Amerika Serikat membagikan 10 persen saham kepada seluruh karyawannya. Dirinya mengatakan bahwa saham itu dibagi kepada lebih dari 2.000 karyawan tetap bagi semua level staf, dibagi proporsional sesuai dengan masa kerja mereka.

ABC news melaporkan, Rabu (27/4), saham yang dibagikan tersebut bisa dijual oleh karyawan jika Chobani melakukan IPO di bursa saham atau dijual kepada investor lain.

Ulukaya merupakan imigran asal Turki yang hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 1994, mengaku tergerak untuk  membagikan sahamnya agar karyawan merasa memiliki perusahaan itu serta bisa bekerja lebih keras lagi untuk memajukan perusahaan.

“Pemberian saham ini bukan hadiah melainkan komitmen bersama. Dengan demikian, karyawan akan membangun perusahaan ini sekaligus masa depan mereka,” ujarnya.

Hamdi Ulukaya datang ke Amerika Serikat tanpa uang sepeserpun. Dia mencoba semua pekerjaan dan bisnis, sampai akhirnya memiliki cukup modal untuk mengajukan kredit lunak pada 2005 membangun pabrik yoghurt. Bisnis Chobani berkembang dengn pesat sehingga Ulukaya bisa mendirikan pabrik sendiri di Kota Edmeston pada 2007.

Selain memposisikan karyawan sebagai mitra, Ulukaya menyatakan bahwa bagi-bagi saham gratis ini adalah caranya membalas kebaikan komunitas AS yang memberinya kesempatan mengembangkan usaha walaupun hanya berstatus imigran.

“Chobani tidak akan bisa menjadi seperti sekarang tanpa para karyawan,” kata pria muslim berdarah Turki ini.

merdeka.com

Saat kebijakan pembagian saham itu disampaikan, Ulukaya memeluk erat nyaris semua pegawainya satu per satu di dalam pabrik. Para karyawan mendapat masing-masing amplop putih berisi informasi nilai saham yang mereka dapat.

Surat kabar the New York Times memperkirakan aset Chobani bernilai USD 3 miliar. Seandainya sekarang perusahaan ini masuk bursa atau dijual, maka karyawan level paling rendah akan mendapat minimal USD 150 ribu (setara Rp 1,9 miliar). Sedangkan karyawan senior nilai sahamnya bisa mencapai USD 1 juta (Rp 13 miliar).

Perusahaan Yoghurt ini juga dalam keadaan sangat sehat. Dua tahun lalu, sebuah perusahaan modal ventura  menyuntik modal senilai USD 750 juta untuk ekspansi bisnis.

Sang CEO Chobani sejak lama dikenal royal dan darmawan membagikan hartanya untuk orang lain. Pada 2014, misalnya, Ulukaya mendonasikan USD 2 juta untuk pengungsi Suriah yang mengungsi ke perbatasan Turki karena serangan ISIS. Ulukaya juga berkomitmen mendonasikan separuh kekayaannya yang senilai USD 1,3 miliar, untuk misi membantu warga miskin di berbagai negara.

SHARE