Bripka Seladi adalah anggota polisi di Polres Malang Kota yang layak dijadikan teladan. Dia memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengumpul sampah. Hal ini dikerjakan olehnya demi mendapatkan uang tambahan untuk keluarganya.

Lelaki berusia 57 tahun tersebut juga berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan. Dia memiliki sebuah gudang sampah di Jalan Dr Wahidin, Kota Malang.

Saat bertugas menjadi polisi, dia bertugas di urusan SIM Polres Malang yang berada di Jalan Dr Wahidin, tak jauh dari gudang sampahnya.

Itulah kehidupan Seladi. Seorang polisi yang merangkap sebagai pemulung pemilah sampah. Dirinya mengatakan, bahwa pekerjaan sampingannya sebagai pemulung ini tidak membuatnya mengabaikan pekerjaan utamanya sebagai polisi. Sebab ia mengumpulkan sampah di luar jam dinasnya.

Sudah delapan tahun Seladi menekuni pekerjaan sebagai pemulung. Empat tahun awal, dia hanya sendirian memulung sampah. Namun, setelah itu dia dibantu oleh anaknya dan juga dua orang temannya.

Sehari-hari Seladi berangkat dari rumah jam 5 pagi dengan naik sepeda onthel. mengikuti apel di kantor kemudian mengatur lalu lintas. Hingga jam kantor usai baru dirinya berganti baju dinas sampingan untuk melanjutkan pekerjaan sebagai pemulung.

Seladi mengaku tidak jijik menjalani pekerjaan sampingannya. Walaupun ada saja yang mencibir, dirinya mengatakan bahwa yang paling penting adalah ini pekerjaan halal. Dia pun mengatakan bahwa tidak mau menerima suap dari pekerjaannya yang berada di lahan “basah” karena menguji masyarakat yang membuat SIM.

Kalaupun ada yang memberinya uang SIM, Seladi selalu mengembalikannya.

SHARE