Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing. Apalagi negara yang cakupan wilayah dan tentu jumlah masyarakatnya lebih luas, pasti punya ciri khasnya sendiri.

Termasuk dalam menggunakan media sosial. Ada 8 budaya yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia, yaitu sebagai berikut;

1Izin Repost

Kalau kamu hendak me-retweet, repost, repath atau memposting ulang sebuah informasi/berita milik orang lain menjadi suatu hal yang harus ada izinnya.

Padahal, jika sudah disebarkan ke media sosial yang notabene milik publik, sudah otomatis boleh dibaca siapapun. Seharusnya tidak perlu meminta izin pun tidak masalah.

Namun, izin tersebut boleh jadi merupakan sebuah hal yang penting untuk menegaskan bahwa informasi yang akan kita sebar itu valid/benar, dan bisa dipertanggungjawabkan.

2Berjualan Tidak Pada Tempatnya

iboefani.wordpress.com

Hal lain yang juga pasti sering kamu lihat di media sosial milik orang Indonesia adalah berjualan yang tidak pada tempatnya.

Maksudnya, jika ada satu postingan foto di Instagram yang menggambarkan suasana pemandangan alam, misalnya. Lalu komentar yang muncul di bawahnya adalah promosi produk-produk yang tidak sesuai dengan postingan foto tersebut.

Biasanya, komentar-komentar promosi produk jualan tersebut dikategorikan sebagai spam/sampah karena tidak ada hubungannya dengan postingan.

3Menulis Hashtag Berulang Kali Dalam Satu Tweet

new.soldsie.com

Tujuannya adalah supaya menjadi trending topic dunia atau minimal di Indonesia. Nah yang khas dari orang-orang Indonesia adalah membuat hashtag atau tanda pagar (tagar) sebanyak-banyaknya dalam satu tweet.

Tagar yang banyak jumlahnya dalam satu tweet itu dimaksudkan agar menjadi trending topic worldwide. Padahal, satu tweet hanya dihitung satu tagar. Hal-hal lucu yang hanya ada di Indonesia.

4Menulis Hashtag Asal-asalan

spaceandtime.co.uk

Munculnya fitur hashtag pertama kali adalah di Twitter. Berawal dari twitter lah akhirnya banyak yang senang membuat hashtag ciptaannya sendiri. Apapun bentuk katanya, bisa dijadikan hashtag.

Mulai dari hanya hashtag #eh sampai hashtag yang membentuk kalimat, seperti #aku #sedang #makan #di #restoran #seafood.

5Menulis Cerpen di Path

bedahtekno.com

Jauh sebelum ada media sosial bernama Path, sebetulnya sudah ada blog. Tapi menulis cerpen di Path juga sudah jadi budaya tersendiri bagi beberapa orang.

Entah apa alasan orang-orang Indonesia menulis panjang di Path. Mungkin salah satu alasan mereka yaitu kemudahan membuka path daripada blog dan jumlah karakter tulisan juga tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.

Jadi path dirasa menjadi media yang tepat untuk menulis cerita dengan jumlah karakter sedang; tidak terlalu banyak seperti di blog dan tidak terlalu sedikit/singkat seperti di twitter.

6Menyebarkan Link Postingan dari Satu Medsos ke Medsos Lain

tressiemc.com

Aktifitas ini memang lahir karena adanya fitur yang mendukung untuk menyebarkan sebuah link. Kamu diizinkan untuk menyebarkan link postinganmu ke beberapa media sosial.

Tapi yang khas dari orang Indonesia adalah menyebarkan satu link lebih dari sekali. Jadi disebar dari Instagram ke Twitter. Lalu dari Twitter di link ke Facebook.

7Gila Media Sosial

ictwatch.com

Mungkin, orang-orang di negara lain juga senang bermain di media sosial. Tapi Indonesia pun tak kalah gilanya dengan media sosial. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, yang dilakukan orang Indonesia pasti mengecek media sosialnya.

Tidak hanya dari segi intensitas membukanya. Dari segi keaktifannya pun juga tinggi. Apa aja bisa jadi bahan obrolan di media sosial. Mulai dari yang remeh-temeh sampai pembahasan hal yang serius, dan akhirnya bertengkar di media sosial.