Blue devil adalah ikan dengan badan langsing dan struktur badannya hampir mirip dengan ikan mujaer. Seluruh tubuh ikan ini berwarna dominan biru cerah, terkadang di sertai titik- titik putih.

Habitat ikan blue devil atau iblis biru banyak ditemui di darah karang berpasir dan biasanya berkelompok. Nah, tentu kamu penasaran ingin memelihara ikan ini. Simaklah metode dan tips agar memudahkanmu dalam memelihara iblis biru satu ini.

1Persiapan Bak Induk

abganfish.blogspot.com

Siapkan satu wadah yang kira-kira cukup untuk memelihara induk blue devil. Kemudian pada dasar wadah tadi, berikan beberapa buah selter berupa potongan pipa yang berfungsi sebagai sarang bagi induk atau tempat peletakan telur lalu diisi air laut dengan sistim sirkulasi.

Setelah semuanya terpenuhi, kamu bisa memasukkan sekitar 120 ekor ikan blue devil dengan perbandingan 40 jantan dan 80 betina atau 1:2.

2Seleksi Induk

abganfish.blogspot.com

Ada baiknya menyeleksi induk sebelum melakukan penangkaran, kamu harus memperhatikan dari berbagai sisi. Baik itu kesehatan, warna, maupun bentuk tubuhnya yang harus secara detail kamu catat. Untuk jantan sebaiknya berukuran 6 – 7cm dan betina berukuran 4,5 – 5,5 cm.

Misalnya, jantan ukurannya lebih besar dari betina, bentuk memanjang, biru menyalah dan bagian dada serta sirip ekor berwarna orange sedangkan betina ukurannya lebih kecil, agak bulat dan biru polos.

3Penanganan Induk

abganfish.blogspot.com

Dalam menangani induk perlu ketekunan dan ketelitian terutama dalam pemberian pakan dan pegontrolan terhadap kesehatannya.

Pakan yang diberikan adalah pakan buatan, ikan rucah maupun pakan hidup berupa artemia, udang renik, jentik nyamuk atau pakan hidup lainnya yang sesuai dengan bukaan mulutnya. Frekwensi pemberian pakan sebaiknya 3 kali sehari dan diberikan sampai kenyang.

4Panen Larva

abganfish.blogspot.com

Jika larva menetas pada malam hari, maka saat itu juga kamu harus bergegas memanennya, karena jika tidak segera dipanen larva tersebut habis dimakan oleh induk pada saat matahari terbit.

Metode panen yang dilakukan adalah menyedot langsung larva yang terkumpul oleh cahaya lampu dengan menggunakan selang ke bak larva pada malam hari. selama 2 sampai 4 malam panen dalam setiap bak larva tergantung kepadatan larva yang dihasilkan di bak induk.

5Budidaya

humasbblbatam.wordpress.com

Benih yang keluar dari bak larva dibesarkan di bak fiber yang bervolume 2 sampai 3 ton dengan menggunakan sistim air mengalir selama 24 jam. Pakan diberikan 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari berupa pakan artemia dan pakan pellet.

Pakan harus disesuaikan dengan bukaan mulut ikan yang dipelihara dan untuk membersihkan kotoran yang ada di dasar bak maka penyiponan dilakukan setiap selesai pemberian pakan.

Panen dilakukan setelah ikan berumur 5 sampai 6 bulan, untuk masalah ukuran dan jumlah disesuaikan dengan permintaan pasar.

SHARE