Ikan nila adalah jenis ikan yang bersahabat dengan manusia. Maksud bersahabat adalah orang-orang sangat senang mengkonsumsi ikan nila. Meskipun tekstur dagingnya memiliki banyak duri, ikan ini memiliki khasiat kesehatan bagi tubuh.

Ikan nila masih memiliki hubungan kerabat dengan ikan mujair. Itulah kenapa dua jenis ikan ini memiliki beberapa kemiripan, salah satunya sama-sama mudah dikembang biakkan.

Dialam bebas ikan nila akan sering kamu temui di air tawar, seperti sungai, danau, waduk dan rawa. Ikan nila termasuk hewan pemakan segala atau omnivora. Wah, mungkin karena ikan nila tidak pilih-pilih makanan inilah sehingga mudah dibudidayakan.

Sebelum memulai membudidayakan ikan nila, ada baiknya kamu membaca artikel berikut. Ini akan membantumu untuk lebih mengetahui banyak hal tentang pembudidayaan ikan nila.

1Pemilihan Benih

www.mb.ipb.ac.id

Pemilihan benih ikan nila adalah hal yang paling pokok dan penting untuk dilakukan. Pilihlah benih dari ikan jantan, karena ketahanan ikan jantan lebih baik 40% dibandingkan ikan betina.

Melakukan pemilihan benih tidak boleh asal. Karena inilah yang akan menentukan kesuksesanmu atau kegagalanmu dalam membudidayakan ikan nila.

Ada ikan nila yang memiliki kelamin ganda atau monosex. Nah, membudidayakan ikan nila jenis ini lebih produktif dari pada membudidayakan ikan nila campuran. Karena ikan nila monosex memiliki kemampuan memijah dengan produktif.

2Persiapan Kolam

helloridwan.blogspot.com

Masa iya kamu ingin membudidayakan ikan nila tanpa memiliki kolam. Terus ikannya mau berenang dimana? Sumur? Wkwkw.

Tugasmu selanjutnya adalah mempersiapkan kolam renang. Tapi kolam renang untuk si nila ya, bukan untuk si dia. Hehe.

Kolam budidaya bisa dibuat dengan berbagai bahan. Kamu bisa memilihnya sendiri, ada jenis kolam dengan bahan batu bata dan semen, kolam tanah, sampai kolam terpal dan jaringan apung. Yang paling mudah memang membuat kolam terpal.

Ingatya, ini kolam renang untuk si nila. Bukan kamu!

3Penebaran Benih

www.bibitikan.net

Yap! Setelah kolam siap, yang harus kamu lakukan adalah menebar benih-benih ikan nila ke kolam yang sudah disediakan.

Padat tebar kolam sebanyak 15 hingga 30 ekor per m2. Asumsinya, jika bibit yang ditebar memiliki berat 10 hingga 20 gram per ekor, maka saat dipanen akan memiliki ukuran 300 gram per ekor.

Jadi menebar benih ikan nila ngga bisa asal-asalan ya. Ada cara dan aturannya yang harus kamu perhatikan.

4Pengelolaan Air

pusluh.kkp.go.id

Setelah benih ditabur, kamu juga harus memperhatikan kondisi air dalam kolam. Sumber air bisa kamu alirkan dari sawah, atau pegunungan. Atau jika tidak bisa terjangkau kamu bisa mengalirkannya dari keran yang ada.

Air hujanpun bisa menjadi sumber air pada kolam nila. Yang harus kamu perhatikan adalah kondisi air yang baik untuk kolam ikan nila seharusnya memiliki temperatur sekitar 28-30°C, pH (7-8,5), dan debit air ±5 Udetik/1.000 M2 .

5Pemeliharaan

www.bibitikan.net

Kamu ngga boleh cuek ya, karena setelah kamu menebar benih ikan nila pada kolam ada tanggung jawab besar setelah itu.

Memelihara ikan nila tidak selesai hanya pada menebar benih, tetapi kamu juga harus rutin memberikan pakan ikan nila.

Usahan untuk memberikan pakan pelet pada nila dengan kadar protein 20 sampai 30 persen. Ikan nila membutuhkan asupan makanan sebesar 3 % dari bobot tubuhnya.

Jangan lupa untuk memperhatikan kondisi kesehatan ikan nilamu. Karena ikan nila juga tidak jarang bisa terjangkit hama dan beberapa penyakit.

6Panen

sofilmendo1.blogspot.com

Pemanenan ikan nila bisa dilakukan dalam waktu 4 hingga 6 bulan, atau tergantung kebutuhan pasar. Pada usia 4 sampai 6 bulan, bobot ikan nila bisa mencapai 300 hingga 500 gram per ekor.

Nah itulah tadi beberapa aturan dan tatacara jika kamu ingin membudidayakan ikan nila. Saat ini ikan nila sangat diburu dipasaran. Maka ini bisa menjadi alternatif kamu untuk menjadi pengusaha ikan nila. Selamat mencoba!

SHARE