Pasti kita telah mengenal jahe bukan? Tanaman herbal jenis empon-empon ini tentu sudah terkenal akan manfaatnya untuk menghangatkan tubuh. Tidak heran jahe ini sering dijadikan minuman-minuman untuk diambil manfaat tersebut. Tidak hanya dijadikan minuman saja tapi jahe juga banyak dijadikan obat bahkan sampai penyedap makanan.

Jahe itu ada macam-macam lho guys. Nah, salah satuya jahe merah. Baru-baru ini jahe merah mendapat perhatian khususnya di Indonesia karena budidayanya yang relative mudah tapi hasilnya juga menguntungkan.

1Keuntungan dan Kemudahan Budidaya Jahe Merah

mandiri4sukses.com

Budidaya jahe merah ini termasuk budidaya yang mudah dan mempunyai keuntungan yang cukup besar alasannya adalah budidaya jahe merah tidak banyak bergantung pada lokasi, cuaca, dan dalam budidayanya tidak sulit seperti budidaya yang lain.

Untuk keuntungan budidaya jahe merah sendiri adalah peluang pasarnya yang masih cukup besar, banyak pabrik-pabrik obat yang menerima jahe, tidak banyak saingan dalam bisnis jahe, dan tentunya biaya untuk budidaya tidak terlalu banyak.

2Hambatan dan Hal Penting dalam Budidaya Jahe Merah

sarungpreneur.com

Perlu kita tahu ya, bahwa semua budidaya walau mempunyai kemudahan dan keuntungan juga mempunyai hambatan, termasuk juga jahe merah ini, walau peluangnya besar tapi juga harus memperhatikan hal-hal yang penting demi keberhasilan dalam budidaya.

Berikut hambatan dan hal yang harus diperhatikan dalan budidaya jahe

Kualitas Jahe

Memang di pasaran atau di pabrik secara umum akan memilih jahe yang bagus atau bisa dikatakan utuh, berisi, tidak tipis, karena yang berisi inilah kandungannya banyak dan bagus.

Tapi bukan berarti jahe yang tipis atau yang kurang bagus tidak laku, ada pasanya juga bagi jahe yang kurang bagus, tapi harganya jauh beda dengan yang berisi, Untuk itu jika ingin budidaya jahe bisa menguntungkan maka harus benar-benar serius dalam perawatan agar jahe menjadi berisi semua.

Agar jahe berisi kita akan bahas nanti di bagian perawatan pada bagian setelah penanaman jahe merah.

Panen Raya Jahe

Panen raya jahe merupakan salah satu momok yang cukup membuat para pembudidaya jahe ketakutan, karena jika ada panen raya di suatu daerah maka harga jahe akan turun jauh di bawah harga pasar yang bagus, secara stok jahe akan melimpah ruah, banyak pilihan dengan begitu harga akan bersaing dan disitulah harga akan menjadi turun.

Mereka yang terkena panen raya biasanya hanya mendapat keuntungan kecil bahkan ada yang rugi, tak jarang mereka tidak mau budidaya jahe lagi. Untuk mengatasinya harus benar-benar paham waktu panen raya dan tahu pasar yang tepat, kalau bisa menjadi langganan pabrik atau perusahaan tertentu akan menjadi keuntungan tersendiri.

Serangan Hama dan Penyakit

Dalam budidaya jahe tidak bisa dipisahkan dengan serangan hama seperti menanam tanaman lain. Jahe yang pohonnya kecil juga bisa diserang oleh hama yang sifatnya menghabiskan daun, seperti belalang, ulat atau hewan lainnya, tapi hama daun jahe sangat jarang sekali ditemui.

Tidak hanya itu saja, rayap yang berada di dalam tanah juga perlu diperhatikan, karena itu justru langsung menyerang akar jahe, sehingga jahe tidak berbuah dan pohon menjadi kering akhirnya mati.

Rayap ini merupakan salah satu hama yang sering kali membuat petani jahe gagal panen, khususnya petani di daerah jawa. Rayap harus menjadi perhatian khusus, agar tidak datang rayap, jangan beri pupuk kompos yang belum jadi betul karena bisa saja itu hal yang dapat mendatangkan rayap.

3Budidaya Jahe Merah

halamanhijau.com

Dalam budidaya jahe merah bisa menggunakan 2 cara yaitu budidaya yang menggunakan tanah langsung dan menggunakan wadah atau polybag. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Untuk budidaya secara langsung di tanah memiliki beberapa keunggulan, yaitu tanah yang kosong dan luas akan menjadi ikut subur karena tanah di kelola, pemanfaatan tanah sehingga irit dalam biaya pengeluaran, pertumbuhan jahe bisa maksimal karena tidak terbatasi oleh ruang tumbuh sehingga panen bisa lebih besar.

Untuk kelemahannya juga banyak, budidaya jahe langsung ke tanah sangat berpotensi serangan hama rayap yang mampu mematikan tanaman, tanaman tidak bisa dipindah karena berada dalam tanah langsung, serangan hewan lain juga berpotensi dan kebakaran massal yang menyebabkan habis semua tanaman serta gangguan dari bencana alam, mungkin pohon tumbang atau banjir.

Sedangkan  untuk budidaya jahe merah dengan media polybag mempunyai beberapa keunggulan. Yaitu polybag dinilai lebih efektif dalam penggunaan lahan, bagi kita yang tidak punya tanah luas, masih bisa budidaya. Polybag bisa dipindah, bahkan ditata dengan menyesuaikan kondisi tempat, tidak ada persaingan makanan karena tiap tanaman mempunyai tanah masing-masing.

Dengan polybag atau mungkin juga karung kecil memudahkan kita untuk merawat, baik mengairi, memupuk dan menjaga dari serangan hewan liar. Dengan polybag juga meminimalisir serangan hama khususnya rayap, dengan adanya wadah rayap tidak bisa masuk.

Keunggulan lain budidaya jahe polybag adalah jahe bisa tumbuh maksimal karena nyaman, tidak ada persaingan makanan dan tidak ada serangan hewan. Sedangkan kelemahan budidaya jahe dalam polybag adalah biaya modal  akan bertambah, butuh tempat untuk memindahkan atau menata polybag dan pemanenan bisa dilakukan pasca 9-10 bulan penanaman.

4Syarat Tumbuh Jahe

jurnalasia.com

Sebelum kita mengetahui cara budidaya jahe alangkah baiknya kita tahu dulu syarat tumbuh tanamah jahe, karena akan percuma kalau jahe ditanam di tempat yang sangat dingin atau tempat yang sangat panas.

Inilah syarat-syarat jahe bisa tumbuh

Iklim Tanaman jahe memerlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn, dimana curah hujan ini biasanya berada di daerah negara atau daerah hutan hujan tropis.

Pada umur 2,5 – 7 bulan perlu cukup sinar matahari. Artinya, tanaman ini harus berada di tempat terbuka agar cukup sinar matahari sepanjang hari

Suhu udara yang optimal adalah 20 – 35 derajat Celcius, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, bisa kita lihat di daerah pemukiman yang dekat dengan pegunungan, disana hampir tidak ada tanaman jahe dan tidak ada orang yang budidaya jahe.

Secara umum dapat tumbuh pada keasaman tanah dengan pH 4.3 – 7.4, kecuali untuk jenis Jahe Gajah pada pH 6.8 – 7.0, keasaman tanah ini biasanya berdasarkan suhu pada daerah tersebut.

Tumbuh baik pada tanah subur dan gembur, serta banyak mengandung humus, jahe tidak bisa ditanam di daerah gersang, daerah tanah putih, daerah tanah berbatu dan juga daerah yang terlalu banyak air.

5Cara Budidaya Jahe Merah

suaradesa.com

Untuk budidaya jahe merah ada beberapa tahap yang sama antara budidaya jahe merah langsung ke tanah dan budidaya jahe merah ke polybag atau karung.

Hal yang sama dalam keduanya adalah dalam bidang pemilihan bibit, menyiapkan bibit, memperlakukan bibit dan menyiapkan persemaian. Sedangkan yang membedakan itu adalah setelah persemaian, penanaman, perawatan dan saat panen.

Pada intinya sebenarnya sama saja, sama-sama ditanam di tanah cuma yang membedakan adalah satunya di tanah yang luas sedangkan di polybag di tanah yang terbatasi jumlahnya.

Untuk masalah keberhasilan itu tergantung kondisi tanah dan perawatan, jika perawatan seimbang dalam jumlah yang sama saat menanam mungkin juga bisa sama, tapi jika perawatan tidak seimbang ditambah faktor dari luar pasti hasilnya akan berbeda.

Jadi tidak ada jaminan yang polybag akan berhasil atau lebih banyak hasilnya daripada yang ditanam langsung di tanah, tapi selama ini memang terbukti bahwa mereka yang budidaya jahe merah dengan polybag mendapat keuntungan dan puas dengan hasil panennya.

Mari kita bahas bersama budidaya jahe merah dengan media tanah langsung dan budidaya dengan polybag.

6Budidaya Jahe Merah

manfaatjahemerah.com

Menyiapkan Bibit

Sudah jelas ya guys yang pertama dan paling utama adalah menyiapkan bibit. Menyiapkan bibit ini kamu bisa beli bibit jahe yang bagus di  agen bibit langsung, usahakan memilih langsung, jangan terima contoh saja, karena jika beli banyak dengan melihat contoh, pasti yang dikirim itu tidak semuanya sesuai dengan contoh. Pasti ada yang tidak sesuai dan itu jumlahnya tidak sedikit.

Usahakan beli langsung dengan melihat kondisi semua barang, kalaupun beli dengan cara pengiriman, adakan perjanjian kembali jika tidak memenuhi standart atau yang sesuai keinginan kita.

Dalam memilih bibit yang baik, usahakan untuk memilih bibit yang sudah tua, minimal bibit itu berusia 10 bulan ke atas dan yang ukurannya besar, berwarna cerah, sehat dan mulus. Tidak terlalu mulus juga tidak apa-apa, asalkan kondisi sehat dan usianya tepat.

Jangan memilih bibit yang masih muda, karena bibit yang masih muda tidak bisa tumbuh dengan baik nantinya.

Setelah kita mendapatkan bibit yang baik atau unggul yang harus kita lakukan adalah menjemurnya. Jemur rimpang jahe merah tapi tidak sampai kering, lalu simpan pada suhu ruangan yang tidak panas dan tidak dingin, sedang-sedang saja. Jangan sampai terkena air atau hujan dan simpan bibit itu selama 1-1,5 bulan.

Memperlakukan Bibit

Hal berikutnya setelah bibit disimpan maka bibit siap untuk diperlakukan. Caranya patahkan bibit yang besar dengan tangan menjadi 3-5 mata tunas, dalam mematahkan bibit ini menyesuaikan kondisi bibit. Jika bibit besar dan panjang maka bisa jadi 5 bagian, kalau sedang menjadi 3 bagian saja.

Setelah dipotong-potong menjadi bagian-bagian kemudian jemur seharian. Masukkan potongan ke dalam wadah yang berlubang kemudian celup wadah dalam larutan fungisida serta zat pengatur selama 1-2 menit, lalu keringkan.

Dalam proses pengeringan usahakan bener-bener kering jangan sampai masih basah karena jika masih basah jadinya kurang bagus untuk ditanam.

Mempersiapkan Bedeng Semai dan Menyemaikan Bibit.

Sambil menunggu kering bibit jahe, kita bisa mempersiapkan bedeng untuk semai. Setelah siap tinggal kita siap untuk persemaian.

Caranya bersihkan lahan bedengan dari gulma, tanah harus benar-benar bersih jangan sampai masih ada tanaman walau kecil.

Lalu tanah yang sudah siap taburi dengan serbuk gergaji/sekam setebal 5 sampai 10 cm. Taburi lagi dengan pasir halus setebal 5 cm kemudian taruh bibit-bibit berderetan di atasnya. Pasir halus ini pasir yang benar-benar halus, sudah di saring, jangan pasir yang masih ada kerikil-kerikilnya.

Lebih bagus lagi jika dicampur dengan pupuk kompos atau bokashi, karena sifat kompos ini membangun atau menumbuhkan. Buat campuran disitu dengan perbandingan campuran tanah dengan bokashi 3: 1.

Setelah semuanya selesai, tutup dengan ladu diatasnya dan pasang bambu setinggi 40 cm di plengkung lalu tutup dengan plastik. Untuk plastik kamu bisa gunakan plastik yang tipis saja, jangan plastik yang terlalu tebal.

Proses penyemaian ini dilakukan sampai berumur 3 sampai 5 minggu, tidak bisa terlalu cepat dan juga tidak bisa terlalu lama, harus pas agar hasilnya bibit nanti yang ditanam cukup bagus.

Untuk proses mulai dari memilih bibit sampai persemaian ini bisa dilakukan semuanya, baik untuk tanam di tanah secara langsung ataupun tanam di media polybag.

7Tehnik Penanaman Jahe

antarajatim.com

Untuk penanaman jahe terbagi menjadi 2 yaitu tanam di tanah dan tanam di media polybag.

Langsung Tanam di Tanah

Untuk penanaman jahe di tanah tehniknya tidak terlalu sulit, karena pada intinya jahe langsugn di tanam di tanah, tapi tetap harus tahu beberapa hal di bawah ini.

Tanah yang akan digunakan untuk penanaman jahe sebaiknya di bersihkan dahulu dari gulma atau tanaman lain, pastikan tanah tersebut cukup dengan pencahayaan, jangan tanah yang  terlalu keras.

Setelah tanah dibersihkan, gemburkan tanah lalu campurkan dengan pupuk kompos atau bokasi. Setelah dicampurkan jahe yang sudah siap bisa ditanam secara langsung dengan jarak 30 x 40 cm atau juga bisa 50 x 50 cm.

Jarak ini bisa disesuaikan dengan keadaan tanah, semakin jaraknya jauh semakin maksimal perkembangan jahe, tapi rata-rata jarak 50 x 50 ini saja sudah bagus dan maksimal.

Yang perlu diperhatikan jika tanah ada pohon besarnya maka jarak bisa agak berjauhan dari pohon tersebut, karena pohon tersebut pasti akarnya menjalar kemana-mana, jika jahe di dekatnya maka ia akan kalah makanan dengan akar pohon besar tersebut, sehingga tumbuhnya tidak maksimal.

Perawatan

Untuk perawatan tanam jahe merah langsung ke tanah, tiap 2 bulan sekali kita bisa bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar jahe kita, jika tidak gulma akan ikut makan makanan yang ada di tanah, sehingga persaingan bertambah.

Setiap 3 bulan sekali pupuk lah tanaman dengan pupuk yang direkomendasikan para ahli, bisa menggunakan pupuk kimia seperti Z, TSP dan lainnya. Tapi yang paling recomended adalah pupuk organik cair, walau agak mahal tapi efeknya luar biasa untuk tanaman jahe merah.

Lakukan itu secara rutin 2 bulan sekali agar hasilnya maksimal, untuk pupuknya bisa dilakukan 3 bulan sekali.

Untuk penyiraman jahe merah memang agak sulit ketika ditanam di tanah langsung, kalau dekat dengan sungai mungkin bisa dilakukan 3 hari sekali saat musim panas tiba, tapi jika jauh dari sungai dan sekiranya kesulitan air, bisa menyiraminya 1 minggu sekali dengan mengambil air dari rumah.

Lakukan pemotongan daun ketika daun sudah mulai banyak dan daun yang sudah mengering, hal ini dapat membantu produksi buah jahe yang di dalam tanah.

Pengendalian Hama

Jika tanaman sehat-sehat saja maka tidak perlu di semprot dengan pestisida, tapi jika tanaman diserang oleh hama, maka secepatnya harus di atasi.

Perhatikan seksama daun-daun tanaman, jika ada yang mengering periksalah tanahnya, mungkin saja terserang hama rayap, jika memang ada rayap segera atasi dengan pestisida kimia atau juga dengan pestisida alami.

Pemanenan Jahe

Untuk pemanenan jahe yang langsung ditanam di tanah cara pemanenannya harus menggunakan cara tradisional yaitu dengan mencangkulnya. Kita bisa menyewa orang yang sudah ahli mencangkul tanah, jangan yang amatir takutnya jahenya terkena cangkulan jadi rusak, cari yang ahli agar aman dan cepat.

Pemanenan jahe ini bisa dilakukan antara 9-12 bulan, jahe merah umurnya hampir sama dengan jahe yang lain.

Tanam Jahe Merah dengan Media Polybag

Untuk tanam jahe merah di media polybag berbeda dengan tanam di tanah langsung.

Siapkan Media Tanam

Untuk media tanam di polybag bisa kita siapkan polybag berukuran minimal 40 cm x 50 cm, ukuran ini adalah ukuran polybag yang paling besar, kenapa kita harus milih polybag yang paling besar, agar tanah dan pupuk yang masuk ke dalam bisa maksimal dan pertumbuhan jahe juga bisa maksimal.

Kalau tidak ada polybag kita bisa menggunakan karung yang sudah dipotong menjadi 2, kita bisa gunakan potongan bawahnya.

Pengisian Media Tanam

Dalam pengisian media tanah harus memperhatikan komposisinya, media tanam yang berisi antara lain: Tanah, pupuk organik dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau bisa juga 3:2:1.

Perbandingan itu tidak boleh diubah, karena jika diubah misal pasir nya paling banyak maka akan sulit tumbuh atau komposnya yang paling banyak juga akan mengakibatkan jahe sulit tumbuh.

Tanah

Tanah yang baik utuk digunakan adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya adalah tanah yang remah dengan komposisi antara tanah liat, pasir dan debunya seimbang.

Subur berarti, tanah yang banyak mengandung unsur hara. Jika tanah yang kita gunakan adalah tanah yang gembur dan subur kita tidak membutuhkan banyak tambahan bahan lain seperti pasir dan juga pupuk.

Pupuk Organik

Untuk pupuk organik, kita bisa gunakan pupuk kandang, kompos atau juga bokashi (pupuk hasil fermentasi dari mikroorganisme).

Jika kita akan menggunakan pupuk kandang, lebih baik gunakan pupuk kandang yang sudah dihancurkan dan difermentasi, Hal tersebut bertujuan agar lebih mudah untuk diserap oleh tanaman

Pasir

Media pasir sangat dibutuhkan jika tanah yang kita gunakan memiliki kandungan fraksi liat yang lumayan tinggi. Pasir yang digunakan pun juga harus pasir ladu atau pasir yang mengandung lumpur.

Selai harganya yang murah, pasir jenis ini juga mengandung banyak bahan mineral endapan yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Semua media tersebut campur secara merata sambil bersihkan dari benda-benda yang kira-kira akan mengganggu, seperti plastik, batu dan lain sebagainya. Selanjutnya masukkan ke dalam polybag.

Pengisian karung cukup 15-20 cm bagian saja, karena selama masa pertumbuhan tanaman nanti akan dilakukan penambahan pupuk organik yang tentunya akan menambah volume dari polybag.

Penanaman

Untuk tehnik penanaman dengan polybag caranya pilih dan cungkil bibit persemaian yang sehat dan besar kemudian tanam di media tanam polybag yang berisi bahan-bahan yang telah disebutkan di langkah sebelumnya.

Pasanglah paranet di atas bedengan setinggi 1,5 m untuk meneduhkan dari terik matahari dan hujan. Dengan terpasangnya paranet jahe akan bersuhu sedang saat panas dan tidak akan banyak terkena air ketika hujan deras.

Perawatan

Cara menanam jahe merah dalam polybag tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Penyiraman hanya perlu dilakukan setiap 2-3 minggu dan siram juga air yang dicampurkan pupuk organik.

Jika terdapat penyakit atau hama segeralah semprotkan insektisida ataupun fungisida organik. Setiap 25 hari sekali tambahkanlah media tanam setebal 10 cm.

Bersihkan gulma di sekitar jahe merah jika ada. Untuk memanen jahe merah, sobeklah bagian pinggir polybag kemudian goyang-goyangkan dengan memegang batang tanaman sampai tanah yang menempel di umbi berjatuhan.

Lakukan pemotongan daun ketika daun sudah mulai banyak dan daun yang sudah mengering, hal ini dapat membantu produksi buah jahe yang di dalam tanah.

Pemanenan

Untuk tehnik pemanenan jahe merah di media polybag sangat mudah, cukup dengan merobek polybag dengan pisau lalu bersihkan tanahnya akan kelihatan jahe yang dihasilkan pertanaman itu.

8Budidaya Jahe Merah Metode HCS

Ada metode yang lain dan cukup bagus untuk membudidaya jahe merah, yaitu dengan metode HCS, kamu bisa menyaksikan langsung videonya di bawah ini

9Analisa Keuangan Budidaya Jahe Merah

manfaatjahemerah.com

Analisa Tanam di Tanah

Pengeluaran

Bibit                =          100 karung x 2.000          = 200.000

Pupuk             bokashi 2 karung @ 50.000                 = 100.000

Pupuk Kimia                                                            = 250.000

Ongkos Tanam                                                        = 200.000

Ongkos Panen                                                         = 300.000

Plastik                                                                    = 50.000

Lain-lain                                                                  = 200.00

Total                                                                        = 1.300.000

Analisa tanam dengan media polybag

Pengeluaran

Polybag       100 x 600                                            = 60.000

Bibit                =          100 karung x 2.000              = 200.000

Pupuk             bokashi 2 karung @ 50.000                = 100.000

Pupuk Kimia                                                           = 250.000

Plastik                                                                    = 50.000

Ongkos Tanam dan Panen( Kerja sendiri)                  = 0

Lain-lain                                                                 = 200.00

Total                                                                      = 860.000

Pemasukan Hasil Panen

Berdasarkan pengalaman di tempat lain dan informasi dari petani jahe merah yang sudah berjalan. Rata-rata hasil panen jahe merah per karung atau dengan polybag dengan cara di atas dapat mencapai 10-15 kg/karung. Tapi itu dengan perawatan dan pelakunya sudah berpengalaman.

Jika kita pemula dan belum berpengalaman kita taksir saja hasil panen kita mencapai 8 karung atau mungkin paling jelek adalah 5 karung. 1 karung  biasanya beratnya antara 40-50 kg, kita ambil rata-rata 45 kg. Jadi perkiraan total hasil panen 5 karung x 45 kg = 225 kg.

Harga per kg Jahe Merah memang fluktuatif dikisaran Rp.10.000 – Rp.15.000,- tergantung pembeli dan kualitas tentunya. Jika kita menjualnya dengan harga 8.000 ribu perkilo dengan harga pengepul maka akan kita dapatkan uang sebesar 1.800.000 rupiah untuk 100 polybag, keuntungan kisaran antara 1.000.000 rupiah untuk 100 polybag dan keuntungan 600.000 untuk media tanah di tanah.

Secara matematika memang lebih menguntungkan media tanam di polybag, karena terpaut ongkos tanam dan ongkos panen, tapi secara keseluruhan semua tetap mendapat keuntungan. Apalagi jika kita menanam jahe perbulan, maka keuntungan perbulan akan terus didapatkan. Bayangkan jika kita menanam di polybag setiap bulan 200 polybag maka tiap bulan kita akan mendapat keuntungan 2.000.000 rupiah.

Perhatikan ya, itu analisa panen hanya 5 karung dan menggunakan harga jual yang paling rendah, jika kita bisa mendapatkan 10 karung dan dijual dengan harga yang lebih tinggi, misal langsung setor pabrik maka yang kita dapatkan akan semakin besar.

Semakin besar dan semakin banyak jahe yang di tanam semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang didapatkan, begitu pula dengan polybag, semakin banyak polybag kemungkinan mendapat keuntungan semakin besar pula.

10Peluang Usaha Budidaya Jahe Merah

redkank.com

Peluang usaha untuk jahe merah seperti yang disebutkan di atas, peluangnya sangat besar untuk tahun-tahun ini, karena pasar dan pabrik terus membutuhkan jahe merah untuk salah satu produksi usaha mereka.

Sementara itu para pembudidaya juga tidak banyak, bahkan bisa dihitung dengan jari di setiap kota. Jadi peluang usaha budidaya jahe merah ini terbuka lebar.

Yang terpenting kita harus rajin-rajin mencari informasi dan tips yang dapat mendukung budidaya jahe merah kita. Banyak mencari ilmu dengan orang yang berpengalaman dan banyak belajar pada mereka yang sering menemui kegagalan.

Yup, itulah ulasan lengkap tentang budidaya jahe merah, baik dengan cara tanam di tanah langsung atau tanam dengan media polybag, ditambah lagi dengan analisa dan peluang usaha jahe merah.

Kamu tertarik mencoba? Semoga berhasil, dan semoga bermanfaat!