Lebah memang memiliki sengat yang ditakuti banyak orang. Namun dibalik sengatnya yang cukup menyakitkan itu, terkandung obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain itu, lebah juga dapat memproduksi berbagai produk kesehatan seperti madu, propolis, dan lain sebagainya.

Di alam liar, untuk mendapatkan sarang lebah, seorangĀ  pemburu sarang lebah harus memanjat pohon dengan ketinggian belasan hingga puluhan meter. Tidak hanya itu, dirinya juga harus rela bermandikan asap bakaran agar tidak diserang oleh para lebah.

Karena itulah, untuk mendapatkan lebah, kita harus merogoh kocek cukup dalam. Hal ini sebagai penghargaan atas resiko yang memang harus dihadapi oleh para pemburu sarang lebah. Bahkan, di beberapa daerah, madu lebah ini memiliki nilai yang begitu tinggi sebagaimana harta kekayaan.

Namun, pada era saat ini, dimana perkembangan teknologi pertanian dan peternakan begitu cepat kemajuannya. Lebah dan hasil sarangnya kini sudah dapat dijadikan salah satu komoditas peternakan yang tetap bernilai tinggi.

Adapun untuk memulai beternak lebah, kita terlebih dahulu harus memastikan bahwa sumber makanannya yang berasal dari sari bunga berbagai tanaman seperti mangga, jeruk, kelapa, kaliandra atau tanaman lainnya cukup tersedia.

Karena itu, sebaiknya menentukan lokasi peternakan dekat dengan area perkebunan atau hutan yang tetap hijau sepanjang tahunnya. Selain itu, lokasi peternakan juga harus jauh dari area pertanian yang banyak menggunakan pestisida. Hal ini akan berakibat pada kematian massal lebah.

Bila penentuan lokasi telah selesai, langkah selanjutnya adalah penentuan alat dan bahan untuk membuat kotak sarang lebah. Peralatan yang dibutuhkan antara lain seperti gergaji kayu, garpu lebah, pisau lebah, palu, gunting seng, pengasap, dan masker untuk pengaman kepala.

Sedangkan bahan untuk pembuatan kotak sarang lebah antara lain seperti papan kayu, kaleng minyak bekas atau kayu gelondongan, paku ukuran 2,5 cm, tali rami atau plastik, kawat kasa dan koloni lebah.

Penting pula untuk kita ketahui, bahwa dalam membuat sarang lebah, perlu memahami pula tentang koloni lebah. Di mana di dalamnya terdapat 3 jenis lebah yang memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan koloni lebah.

Ketiga jenis lebah tersebut antara lain lebah ratu, yaitu lebah yang berkelamin betina. Memiliki peran sangat penting dalam kelangsungan hidup koloni lebah. Dalam sehari, lebah ratu dapat menghasilkan lebih dari seribu butir telur.

Jenis berikutnya adalah lebah pekerja. Dalam satu koloni terdapat kurang lebih 30 ribu ekor lebah pekerja. Sesuai dengan namanya, lebah ini memiliki banyak tugas dalam koloninya.

Antara lain seperti membersihkan sarang, memberi makan lebah ratu dan lebah jantan, menjaga sarang dari musuh, mengumpulkan nektar, tepung sari serta air dan juga membangun sarang lebah.

Dan yang terakhir adalah lebah jantan. Tugasnya hanya mengawini lebah ratu.