Bagi kamu yang tertarik untuk beternak burung Murai Batu, penting mengetahui terlebih dahulu hal-hal mendasar dalam beternak burung kicauan yang satu ini. Agar saat menjalankan usaha beternak burung, tidak menemui kegagalan dan dapat meraih kesuksesan.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam beternak burung Murai Batu. Diantaranya seperti ukuran kandang, kebersihan kandang, perlakuanmu sebagai peternak terhadap burung peliharaanmu, pemberian pakan, hingga kondisi lingkungan sekitar juga cukup berpengaruh.

Seorang peternak Murai Batu, paling tidak harus mengetahui 5 hal yang harus benar-benar diperhatikan. Antara lain seperti;

1Pemilihan Bibit

Bibit Murai Batu terdiri dari pejantan dan induk betina. Untuk induk betina, pilihlah burung Murai Batu yang telah menginjak  usia sekitar 1 hingga 2 tahun. Kondisi kesehatan burung harus selalu terjaga dan pastikan tidak dalam kondisi terlalu kurus.

Syarat berikutnya, burung tersebut haruslah jinak dan tidak takut kepada manusia agar dapat terhindar dari stress selama perawatan. Jika calon induk betina terlihat terdapat cacat secara fisik, baik pada kaki, sayap, kepala atau bagian tubuh lainnya. Sebaiknya calon induk tersebut tidak dipilih menjadi indukan.

Sedangkan untuk memilih induk jantan, haruslah sudah melewati usia 2 tahun. Karena pada usia tersebut, burung jantan baru dapat dikatakan matang untuk melakukan aktifitas re-produksi.

Sebagaimana halnya dengan induk betina, burung pejantan pun juga harus memiliki keberanian menghadapi manusia serta harus memiliki mental yang bagus. Kondisi fisiknya pun harus utuh, tidak ada yang cacat sama sekali. Barulah pantas untuk dijadikan pejantan.

2Pembuatan Kandang

Pasangan burung Murai Batu yang hendak diternakkan haruslah diletakkan pada kandang dengan ukuran minimal 80 x 80 x 200 cm. Sedikit lebih besar dibandingkan dengan kandang atau sangkar burung pada umumnya.

3Perawatan dan Pakan

Setiap harinya, burung ini perlu mendapatkan perawatan rutin. Paling tidak burung ini harus diangin-anginkan sekitar 30 menit sebelum dimandikan. Kemudian dijemur selama 1 hingga 2 jam. Untuk pakan, berikan voer sebagai makanan utama dan beberapa jenis serangga sebagai makanan ekstra.

Jangan lupa pula untuk mengganti air secara rutin untuk menjaga kesehatannya.

4Pengembangbiakan

Bila burung yang kamu jadikan indukan, salah satu atau keduanya berasal dari lingkungan yang baru. Maka hendaknya perlu diperkenalkan terlebih dahulu agar beradaptasi dan tidak melakukan perkelahian.

Caranya dengan menyiapkan terlebih dahulu 2 buah sangkar untuk betina dan untuk jantan. Dekatkan selama kurang lebih 2 minggu. Jika kedua burung terlihat sudah ada kecocokan dan bisa saling menerima, barulah pindahkan pada sangkar yang lebih besar untuk melakukan perkawinan.

5Perawatan Anak Burung

Anak burung yang berusia antara 7 hingga 14 hari dapat diberi makan campuran voer dengan kroto yang dilembutkan. Beri pakan setiap 1 jam sekali. Setelah memasuki usia 15 hari, biasanya anakan mulai dapat makan kroto sendiri.