Bukan Cuma Siswi Medan, Ini 2 Remaja Tanggung yang Sudah Pernah Ngaku Anak Jenderal Saat Ditilang

Posted on

Siswi Medan Ngaku Anak Deputi Jenderal BNN

Untuk mereka yang ketahuan tidak mematuhi lalu lintas, siap-siap untuk terima selembar surat tilang dari polisi. Tidak cuma itu, bila pelanggaran lebih dari tiga kali, Surat Izin Mengemudi (SIM) punya pelanggar jalan raya juga dicabut serta dilarang mengendarai kendaraan apa pun di seluruh Indonesia.

Beberapa pengendara rupanya mempunyai beragam langkah untuk hindari tilang, ada yang kabur dari razia, ada juga yang coba merayu-rayu supaya petugas luluh. Rupanya, banyak juga yang hingga mengaku-ngaku anak jenderal.

Peristiwa itu yang terbaru berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Saat itu, polisi hentikan satu mobil Honda Brio yang diisi sekumpulan siswi SMA.

Dihentikan polisi, satu diantara siswa meradang serta mengaku sebagai anak Irjen Pol Arman Depari, bahkan juga membentak Polwan yang menangkapnya. Aksi arogan ini terekam dalam kamera wartawan setempat.

” Oh oke, mau dibawa? Siap-siap kena sanksi turun jabatan ya. Aku juga punya beking, ” ucap siswi itu dengan suara tinggi.

Dia juga terus geram serta menunjuk-tunjuk Polantas yang menghentikannya. ” Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Kutandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari, ” ucapnya.

Waktu di konfirmasi, Arman menyanggah kalau siswi itu yaitu putrinya. ” Tidak benar, saya tidak punya anak perempuan, ” kata Arman pada merdeka. com, Rabu (6/4) malam.

Arman mengungkap, dia mempunyai 3 anak serta semua berjenis kelamin laki-laki. ” Anak saya semuanya laki-laki serta semuanya di Jakarta, ” katanya.

Selain siswi SMA itu, langkah tersebut bukanlah yang pertama kalinya berlangsung. Berikut kisahnya :

Pengendara Jazz Minta Buka Portal Busway Ngaku Anak Jenderal Timor Pradopo

pengendara Honda Jazz memaksa petugas Trans Jakarta untuk buka portal busway. Sang pengendara menggertak petugas kalau dirinya yaitu anak jenderal, tidak main-main jenderal yang diakunya yaitu Kapolri, yang waktu itu masih dijabat oleh Jenderal Timor Pradopo.

” Ada pengendara mobil yang ngaku-ngaku anak jenderal serta meminta petugas buka portal busway, ” tutur Humas BLU TransJakarta Sri Ulina pada merdeka. com, Selasa (30/7/2013) lantas.

Menurut Sri, peristiwa itu berlangsung di Galur, Senen, Jakarta Pusat sekitaran jam 09. 30 WIB. Waktu itu lokasi kejadian memang macet.

” Dia memaksa petugas untuk buka portal busway, walau sebenarnya yang bisa masuk cuma bus transjakarta. Terus di katakan dia anak jenderal, ” terangnya.

Setelah ditelusuri, jati diri sebenarnya yaitu Febri Perta Pratama Suhartoni (18), mahasiswa Kampus Trisakti. Dengan akal-akalannya itu, Febri memaksa petugas untuk buka portal Transjakarta yang tutup jalur busway di daerah Galur, Jakarta Pusat, hingga Honda Jazz silver yang dia kendarai dapat melintas.

Walau sebenarnya, di badan pria 18 th. ini tidak sedikit juga mengalir darah jenderal. Lewat seorang pria Devi Suhartoni, yang mengaku bapak Febri, menerangkan mereka cuma keluarga petani karet asal Balikpapan.

Tingkah laku anaknya bikin Devi malu. Dia juga bingung, bagaimana bisa Febri yang datang dari keluarga umum mengakui anak orang nomer satu di Korps Bhayangkara.

Akibat tindakannya, Jenderal Timor Pradopo dimintai keterangan oleh Mabes Polri soal pengakuannya. Polisi juga telah melakukan tindakan tegas, surat tilang telah melayang pada dirinya serta SIM-nya dicabut.

Diluar itu, masihlah ada lagi. Siapa dia?

Mobil Digembok, Eh Ngaku Keponakan Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas

Peristiwa ini berlangsung pada Kamis (22/5/2014) lalu. Saat itu, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Depok bersama-sama Polresta Depok serta TNI mengadakan razia di Jalan Margonda Raya, Depok. Jarum jam telah tunjukkan jam 21. 00 WIB, dan polisi bakal menggembok satu mobil Mitsubishi Lancer Evo 3 dengan nomer polisi B-1088-ZRA yang parkir asal-asalan.

Dari belakang, seseorang anak baru gede mendadak menghardik polisi, bahkan juga diakuinya keponakan seorang jenderal Polri. Dia menekan polisi tidak menggembok mobilnya.

” Saya ini keponakan Jenderal Wenas (Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, bekas Kepala Korps Brigade Mobil Polri). Jangan macam-macam sama saya, ” kata remaja pria itu sembari menunjuk seseorang petugas.

Tidak cuma menghardik, dia juga menendang kunci gembok yang dibawa petugas, dan terus melawan saat polisi selalu berupaya menggembok kendaraannya itu. Remaja tanggung ini segera masuk kedalam mobil serta tancap gas, lalu berputar arah. Dari seberang jalan, dia segera berteriak menantang petugas.

” Kalian kenal tidak Om Wenas? Itu om saya, ” teriaknya sombong.

Lantaran tersendat macet, polisi segera bergerombol di depan mobilnya. Mereka geram namun masih tetap tidak dapat menghambat gerak maju kendaraan itu lantaran dihalangi seorang anggota TNI.

Ada-ada saja tingkah laku beberapa remaja ini. Jangan ikuti jejak mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *