Bicara bulan purnama, pasti stigma yang ada di kepala kita selalu mengaitkannya dengan daya magis dan mitos menyeramkan. Baik di Indonesia maupun di luar negeri, banyak cerita-cerita yang berkembang seperti itu.

Di Indonesia malam bulan purnama sering dikaitkan dengan dunia metafisik, seperti bangsa jin yang berpesta di malam itu. Atau juga malam yang identik dengan pesugihan dan persembahan tumbal kepada bangsa jin.

Di Eropa, mitos tentang malam bulan purnama lebih banyak lagi. Mulai dari mitos kemunculan manusia serigala, anjing-anjing yang mendadak buas, manusia mendadak kejang-kejang, sampai yang paling terkenal mitos gangguan jiwa melanda banyak orang.

yukbelajarislam99.blogspot.com
yukbelajarislam99.blogspot.com

Mitos-mitos itu hanyalah karangan saja yang telah terbantahkan oleh penelitian ilmiah. Walaupun kita tidak menyangkal keberadaan alam metafisik, namun dalam mitos bulan purnama lebih banyak imajinasi manusia belaka.

Padahal, bulan purnama bagi sebagian masyarakat kita justru bulan yang paling menyenangkan karena malam yang terang benderang.

Di Jawa ada lagu ‘padang mbulan’ (bulan purnama) yang justru mengajak anak-anak bermain bersama di malam hari tanpa harus khawatir akan ada ancaman apa-apa.

Di banyak daerah, etnis, juga agama, bulan purnama adalah momen yang disambut dengan suka cita melalui perayaan dan ibadah-ibadah yang spesial.

Ingin tahu lebih lanjut? Berikut perayaan-perayaan dalam menyambut bulan purnama yang paling dikenal orang.

1Zhongqiu Festival di Tiongkok

tinydeal.com

Bagi etnis Tionghoa legenda tentang Putri Chang’er tidak asing lagi. Putri Chang’er tersesat di bulan, dan hanya dapat pulang ke bumi untuk bertemu suaminya Hou Yi. Setahun sekali mereka bertemu di musim gugur pada waktu bulan purnama.

andyserrano.deviantart.com
andyserrano.deviantart.com

Masyarakat Tionghoa pun memperingati festival ini yang diadakan setiap hari ke-15 pada bulan ke-8 penanggalan Cina. Semua etnis Tionghoa baik yang menetap di Tiongkok maupun yang bermigrasi ke banyak negara turut merayakan festival ini.

Salah satu perayaan festival ini dengan membaut kue bulan. Festival ini juga diadaptasi oleh negara tetangga dengan nama yang berbeda. Di Jepang dengan nama Tsukimi Festival dan Korea dinamakan Chuseok Festival.

2Puasa Ayyaumul Baidh bagi Umat Islam

ummi-online.com

Bagi seorang muslim dalam menyambut bulan purnama, atau secara umum pertengahan bulan Hijiriyah, disunahkan berpuasa pada tanggal 13,14, dan 15.

Itu berarti pada akhir puasa tanggal 15 tepat ketika bulan purnama muncul dengan warna putih. Tanggal-tanggal tersebut dinamai dengan hari putih dan puasanya juga disebut puasa hari putih.

Puasa Ayyaumul Baidh punya keutamaan yang besar. Berpuasa di hari itu seperti berpuasa sepanjang tahun, yang berarti pahala sama dengan puasa setiap hari.

3Upacara Purnama di Bali, Indonesia

sejarahharirayahindu.blogspot.com

Bukan hanya agama Islam, bulan purnama juga punya kedudukan penting bagi umat Hindu Bali. Malam itu dianggap suci dan diadakan upacara sembahyang untuk menyucikan diri.

Kalau kamu wisata di Bali, kamu akan melihat pura-pura yang dipenuhi banyak orang untuk melaksanakan upacara yang sudah turun-temurun sejak dulu.

4Upacara Waisak Umat Budha

thefreakyteppy.com

Semua orang tahu hari raya Waisak, namun hanya sedikit dari kita yang tahu bahwa Hari Waisak ternyata jatuh pada waktu bulan purnama. Tepatnya bulan ke-5 dan ke-6 pada kalender Lunar.

Upacara Waisak (atau Vesak/Vesakha) dirayakan untuk memperingati kelahiran, penerangan menjadi Sang Buddha, dan wafatnya Siddharta Gautama di bulan Waisak.

Perayaan Waisak di Indonesia dipusatkan di tiga candi, Mendut, Pawon, dan yang teramai di Candi Borobudur.

5Perayaan Cap Go Meh di Tiongkok

wego.co.id

Ini juga sering kita dengar tapi juga jarang kita ketahui kalau ternyata Cap Go Meh atau Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal ke-15 bulan pertama. Berarti malam bulan purnama pertama setiap tahun Tiongkok.

Dirayakan di semua negara berbasis Tionghoa dan diaspora Tionghoa di banyak negara.

Perayaannya berbeda-beda. Di Taiwan, hari itu dirayakan dengan Festival Lampion, sedangkan di Asia Tenggara, dirayakan sebagai hari “Valentine” bagi kaum muda yang belum menikah.

SHARE