blog.debusana.com

Bunda, Kenapa Aku Tidak Boleh Menangis?

Posted on

Memulai dari Sebuah Kisah

Di gerbong kereta yang penuh sesak, tampak seorang ibu sedang panik menenangkan anaknya yang sedang menangis. Kepanikan itu entah karena apa. Entah karena mengkhawatirkan kondisi anaknya, atau karena menahan malu. Soalnya saat itu banyak mata tertuju padanya.

Tahukah kamu apa yang dilakukan oleh ibu itu terhadap anaknya? Anak yang sedang menangis itu suaranya bukan semakin mengecil, ia semakin berteriak, dan ibunya semakin berusaha untuk menutup mulut anaknya yang usianya kira-kira tidak lebih dari 3 tahun itu dengan salah satu telapak tangannya.

Dari apa yang dilakukan, terlihat sekali bahwa si ibu berusaha meredam suara anaknya supaya tidak terdengar oleh orang di sekitarnya. Tapi ternyata, dengan menutup mulut anaknya, anak tersebut pun tak kunjung diam, justru teriakannya semakin kencang dan semakin merasa terancam dengan perlakuan ibunya.

Pertanyaannya, kenapa ibu itu tidak mengizinkan anaknya menangis? Kenapa ia tidak mencari tahu dulu penyebab anaknya menangis? Dan apakah anak tidak boleh menangis sekalipun bukan di tempat umum?

Anak Menangis Pasti Ada Sebabnya

katalogbunda.com
katalogbunda.com

Saat anak menangis, sebaiknya para orang tua jangan keburu panik atau emosi. Jika itu yang kita lakukan, maka kepanikan dan emosi orang tua secara tidak langsung akan dirasakan oleh anak. Apa yang terjadi jika anak merasakan emosi yang kita rasakan? Anak akan merasa tidak nyaman, dan ia akan semakin menangis kencang dan semakin tidak tenang.

Apa yang sebaiknya orang tua lakukan saat anak menangis? Para orang tua harus ingat bahwa ketika anak menangis pasti ada penyebabnya. Pasti ada yang sedang dia rasakan dan ada kebutuhan yang ia inginkan namun tidak terpenuhi, misalnya saja ketika anak mengantuk. Saat mengantuk, anak cenderung rewel, dan apabila ia tak kunjung tidur, maka anak akan mengekspresikan rasa mengantuknya dengan menangis.

Dengan menyadari hal tersebut, daripada panik atau emosi saat anak menangis, maka kita lebih baik mencari penyebab kenapa anak menangis, apakah karena ia lapar, mengantuk, ada bagian tubuhnya yang sakit, atau karena penyebab lainnya.

Penuhi Kebutuhannya, Tapi Jangan Larang Anak untuk Menangis

abiummi.com
abiummi.com

Apabila kita sudah mengetahui penyebab anak menangis, misal karena kita sudah mengetahui pola tangisannya, maka langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah memenuhi kebutuhannya, jika kebutuhan yang anak perlukan adalah kebutuhan mendesak dan bisa kita cukupkan saat itu juga.

Lalu bagaimana jika kita belum bisa memenuhi kebutuhannya dan anak tetap menangis, misalnya saja ketika anak mengantuk di kendaraan umum, dan ia tidak bisa tidur karena suara bisingnya kendaraan. Jika dalam kondisi seperti ini, maka yang bisa kita lakukan adalah menenangkannya, tapi jangan larang anak untuk tidak menangis, karena menangis adalah salah satu cara yang bisa anak lakukan untuk menyalurkan emosi yang dirasakannya.

Ajari Anak untuk Mengelola Emosinya, Sekalipun Masih Balita

simomot.com
simomot.com

Saat anak sering mengekpresikan emosi dalam bentuk tangisan di tempat-tempat umum, maka kita perlu melatih anak untuk bisa mengelola emosinya. Sehingga sekalipun ia merasa kesal dan menangis, namun tangisannya lebih bisa dikendalikan dan tanpa mengeluarkan teriakan-teriakan yang akan mengganggu orang di sekitarnya.

Untuk bisa sampai ke tahap itu, maka dalam kesehariannya kita perlu menerima saat anak kita sedang menangis. Kita bisa menunjukkan bahwa kita peduli padanya, menawarkan bantuan dan memeluknya saat rasa sedih, marah atau pun kecewa sudah tidak tertahankan lagi.

Apabila kita terbiasa menerima dan memenuhi kebutuhannya, maka jika emosi tertentu anak rasakan di tempat umum, maka ia lebih mudah untuk ditenangkan. Karena anak percaya bahwa orang tuanya akan melindungi dan memenuhi kebutuhannya walaupun tertunda.

Dengan melihat fakta ini, masih pantaskah bunda melarang anaknya menangis?

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *