Selamat Hari Ulang Tahun Bung Karno. Hari ini ultahnya Bung Karno, banyak yang kultwit tentang pemikiran, sejarahnya. Saya cerita segi manusianya saja ya. Yang  menarik dari sisi manusia, justru pengalaman Guntur ketika dia tinggal bersama BK di Istana. Saat itu Ibu Fat sudah pisah rumah. Suatu hari Guntur yang sudah kuliah di ITB pulang ke istana. Dia bertemu Megawati. Dia tanya. Dis, gimana kabarnya Istana? Ada hindul-hindul yang nyelundup masuk nggak? Tanya Guntur. Hindul-hindul Markindul itu istilah cewe-cewe istri mudanya BK.

Jawab Mega: Kayaknya nggak; pada takut gara-gara Mas labrak si Deweh (Deweh maksudnya Dewi). Rupanya Dewi pernah dilabrak Guntur. Mega: Tapi Mas, aku curiga sama satu orang deh. Aku takut, jangan-jangan Bapak naksir nantinya kan hindul-hindul markindul nambah. Tanya Guntur:  Ngomong-ngomong cakepnya seberapa Dis? Cakep mana sama Dewi? Rupanya saat itu BK sedang naksir sama Yurike Sanger. “Hindul-hindul markindul”, merupakan kata sandi untuk isteri muda Soekarno, terutama gelar untuk Deweh alias Ratna Dewi.

Sebagai putra sulung, Guntur rupanya paling banyak sering mendapat kesempatan belajar langsung dari ayahnya. Pelajarann dari BK bukan cuma soal neokolonialisme dan imperialisme, tapi juga soal “isme-isme” lainnya, termasuk wanita cantik. Sekali waktu BK berdiskusi tentang obyek wanita camtik di sebuah lukisan. Dia panggil Guntur: Coba kamu lihat sorot matanya. Belum lagi bentuk hidung dan bibirnya. Potongannya bagaimana? Ini ia punya bentuk tubuh maksudku. Kata Bung Karno. Ini figur puteri Solo asli! Pernah punya pacar orang Solo? Kalau mau cari pacar orang Solo, figurnya seperti ini baru namanya cantik. Tanya Guntur; Memangnya dia siapa sih Pak? Kata Bung Karno, pokoknya rahasia. Boleh bandingkan dengan pacar-pacarmu, kalau kamu punya.

youtube.com
youtube.com

BK selalu memakai anak-anaknya menjadi sekretaris pribadi, terutama ketika menulis pidato. Dia teriak ke Guntur, ambilkan buku ini. Hingga Guntur harus pontang-panting menyiapkan buku referensi bagi bapak tercintanya. Mau tidak mau dia hapal letak buku-buku itu.

BK sangat senang dengan buah durian. Suatu hari dia mengajarai cara memilih durian yang enak. Sini! Dia panggil anak-anaknya. Bapak ulangi! Satu! Periksa tangkainya. Dua! Lihat duri-durinya. Tiga! Cium baunya dari bawah. Kalau semua baik, tandanya jempolan! Kau bisa lihat. Nanti kau bisa buktikan setelah duren-durennya ini. Bapak pilih terlebih dahulu. Lalu BK memilih Duren. Ternyata durennya busuk. Yaaa Pak! Kok durennya bosooookk! Duiiillaaahh! Gimana sih Bapak milihnya? protes anak-anaknya. Ndak tahulah! Sekali ini Bapak meleset pilih duren! Uh. Ini duren mungkin jenis baru. Bung Karno ngeles malu.

Lalu Guntur bertanya, emang durian jenis apa Pak? Bung Karno langsung menyambar: Jenis Duren Kontra Revolusi. Trus BK bilang lagi. Kalau hari Sabtu jangan makan duren,  pasti pacarmu nggak mau kau cium, karena kau bau duren. Ngerti? Urusan cium mencium Bung Karno selalu mengecek kepada Guntur tentang pengalamannya mencium wanita.

rosodaras.wordpress.com
rosodaras.wordpress.com

Suatu hari Guntur bilang ke ibunya, Fatmawati supaya ibunya bilang ke bapaknya, dia tidak usah dikawal sebagai putera puteri Presiden. Bu, apa sudah bilang sama Bapak apa yang aku minta? Kapan Ibu ke istana? Jawab Ibu Fat:  Luso lalu (dalam dialek Bengkulu). Marah nggak? Tanya Guntur. Kalo nyo berang idaklah salah. Bujanglah yang salah, minta yang idak-idak. Hapo… hapo kau ini Jang! Jadi akhirnya setelah lewat ibunya tidak mempan. Guntur memberanikan menghadap ayahnya. Minta supaya pengawalan dirinya dilepas. BK: Heh kau. Selamat ya kau lulus. Berapa angkanya? Bagus apa jelek? Ibu sudah bicara sama Bapak ttg keinginanmu. Bapak ndak bisa kasih izin buat itu. Bagaimanapun juga kau adalah anak Presiden R.I. Mintalah yang lain. Begitu jawab Bung Karno. Tapi Pak. Sekarang pacarku minta putus. Gara-gara urusan ini. Hehhh? Bung Karno terkejut. Kenapa bisa? Bagaiamana aku bisa mencium pacarku, kalau pengawal pengawal selalu ada didekatku. Khan saru = tidak sopan ciuman didepan orang. Bung Karno: Ho oh, bener. Saru itu ciuman didepan orang. Sudah mulai sekarang saya perintahkan agar pengawalan terhadapmu dilepas. Terima kasih Pak! (Guntur sambil kabur keluar kamar). Bung Karno: Hey … bulan depan lapor soal cium tadi! Jangan Lupa.

Sekali waktu di pagi hari BK sangat girang sekali, wajahnya berseri seri. Lalu dia panggil anaknya. Sini bapak kasih Top Secret. Mau tau. Aku tidak hanya memberikan dukungan diplomatik terhadap kemerdekaan Aljazair. Aku juga selundupkan senjata buat mereka. Guntur: Kalau waktu itu misalnya ketahuan gimana Pak? Dunia kan geger!  Masak bapak jadi penyelundup senjata sampai ke Afrika. Waktu itu, Bung Karno perintahkan kapal selam yang dibeli dari Russia, untuk mampir ke Yugoslavia ambil senjata dan didrop di Aljazair. Guntur tetap mendesak: Gimana dong, kalau dunia tahu bapak jadi penyelundup? Lalu BK marah nada suaranya tinggi. Ya biar saja geger, Aku tidak feeerduliii! Buatku kalau urusan membantu kemerdekaan satu bangsa, hanya satu yg bisa melarang . Tuhan.

Tahu kau! (BK melotot ke Guntur sambil memukul-mukul meja dengan tinjunya)…  Ayoooo… mau apa! PBB mau kutak-kutik? Mau tahu akan aku apakan PBB? Tahu ndaaakk?!… PBB Bapak akan beginikan…. Tiba-tiba terdengar suara duuuut, duuut, breeettt! Guntur: Bapak kentut ya,  BK cengar cengir: Aku akan kentuti PBB kalau mereka berani turut campur urusan orang merebut kemerdekaan. Bung Karno dasarnya pemarah dan cepat melupakan amarah. Mangil, ajudannya pernah cerita kalau suatu saat dia dipanggil sama BK. Lalu BK menggampar Mangil dan anak buahnya. Gantian. Tapi habis itu BK menyesal, dia memeluk Mangil minta maaf. “Maafkan Bapak ya”.

sariwaran.com
sariwaran.com

Suatu hari. Guntur lagi duduk duduk di beranda Istana. Dia kaget melihat BK turun dari tangga dan masuk kedalam semak semak. Tak berapa lama BK keluar dari semak semak, dan naik tangga lagi. Tak berapa lama kemudian dia tergopoh-gopoh turun tangga. Lalu sore habis mandi. Guntur masih melihat BK turun lagi dari tangga dan masuk ke semak semak.  Akhirnya pas malam ditanya si BK. Kata BK: Kau mau tau, aku kencing disitu.. Hahhh Kencing? tanya Guntur. BK tertawa terbahak-bahak. Ternyata BK memilih kencing di semak-semak, karena WC dari beranda letaknya sangat jauh. Ternyata Megawati kemudian melapor kepada Guntur. Yang memakai semak-semak tidak hanya BK. Tapi juga tamu tamu dan dubes asing.

Suatu waktu di BK baru tiba di Cairo. Dia sangat lelah dan berpesan kepada ajudannya ingin istirahat jangan diganggu. Belum berapa lama merebahkan di tempat tidur. Pintu kamarnya diketok Jend. Sabur. Langsung disemprot. “Aku khan ingin istirahat”. Ada utusan dari Presiden Nasser… Pak. Kata BK: Hah,.. Maneh gelo! Kunaon teu ngomong ti tadi. Di mana dia sekarang? Ini Pak, aya di pengker abdii (ada di belakang saya). Marsekal Abdul Hakim Amir. Kata Sabur. Lalu BK minta maaf kepada utusan Nasser. Lalu Marsekal Amir meminta maaf karena harus menyampaikan permintaan Presiden Nasser agar BK bisa melakukan inspeksi. BK dengan halus meminta agar malam ini dia bisa istirahat, karena lelah. Dan menolak permintaan Presiden Naser dari Mesir. Lalu Marsekal Amir terbata-bata, “Tapi tapi Yang Mulia…”  BK: soal apa lagi. Marsekal Amir bilang bahwa kali ini inspeksi lain. Soalnya Presiden kami mengundang sahabat beliau, yaitu Presiden RI untuk menginspeksi para penari perut di seluruh pelosok kota Kairo. BK: Oooh ya? Kenapa tak bilang dari tadi? Sampaikan pada Saudaraku Nasser, bahwa Soekarno dari Indonesia akan siap dalam 10 menit!

BK juga peyayang binatang. Suatu hari dia dapet hadiah sepasang kambing, bandot dan betina yang sayangnya bandel-bandel. Sepasang kambing dinamakan bandot dan Manis, ini hadiah dari Kepala Rumah Tangga Istana Cipanas, yang Warga Negara Swiss. Pembantu Istana bilang, supaya Bandot dan Manis di ikat saja, agar jangan berkeliaran kesana kemari. BK menolak. Jangan. Lha… kados pundi Pak? Menapa mboten becik dipun sate kemawon Pak? Sampun lemu-lemu. Mereka usul kambing itu disate. Gendeng kowe (Gila kamu) Kata BK. Akhirnya si bandot tidak diikat, walau dia memakan semua tanaman dan merusak taman. Akhirnya BK dilapori kalau pot antik kesayangannya diseruduk Bandot hingga pecah. BK merah padam mukanya menahan marah. BK melirik kepada Guntur dan berkata: Tok, kau setuju kalau si Bandot kita sembelih saja buat sate?

insulinda.wordpress.com
insulinda.wordpress.com

Setelah baca yang lucu tentang BK, ada juga bagian lainnya. Betapa “miskinnya” BK. Dia meninggalkan istana tanpa membawa apa-apa. TD Pardede, bekas menterinya, cerita. Suatu hari ia dipanggil BK ke Istana. Lalu setelah ngobrol ngalur ngidul. BK mengajak ke pojok. Pardede, bisa kau pinjamkan aku uang? Gelagapan karena ditodong. TD Pardede merogoh saku saku jasnya dan memberikan seribu dollar. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya kepada Pardede. Nanti aku kembalikan ya.

Lain cerita salah satu ajudan terakhir, Putu Sugianitri seorang bekas Polisi wanita yang juga harus pensiun tanpa kejelasan. Suatu saat tidak menjadi presiden, Bung Karno jalan-jalan keliling kota dan tiba-tiba ingin buah rambutan. ”Tri, beli rambutan“. ”Uangnya mana?” tanya si polwan asal Bali itu. ”sing ngelah pis” kata Bung Karno  yang artinya ”saya tak punya uang“. Jadilah sang ajudan memakai uang pribadinya untuk mantan presiden yang tidak memiliki uang. Akhirnya BK bisa memakan rambutan.

Cerita dari Bang Ali. Saat ia Menko Maritim. Ia ditanya apa bisa membantu bisnis mertua BK yang berkaitan dengan perijinan pelabuhan. Setelah dipelajari Ali Sadikin mengatakan tidak bisa. Peraturan mengatakan demikian. “Ya sudah, kalau tidak bisa“ kata Bung Karno. Bang Ali berpikir. Luar biasa. Padahal sebagai Presiden ia bisa memberi perintah. Yang mengagumkan BK  tidak pernah dendam. Dari cerita tersebut diatas, kita tahu Bung Karno tidak pernah peduli dengan uang atau harta.

sejarah-sukarno.blogspot.com
sejarah-sukarno.blogspot.com

Saat mendapat surat dari Jenderal Soeharto, bahwa Bung Karno harus meninggalkan Istana Merdeka sebelum tanggal 16 Agustus 1967. Maka teman-teman Bung Karno yang mengetahui rencana itu segera menawarkan dan menyediakan 6 rumah untuk tempat tinggal dan putera puteri BK. Mendengar hal itu BK marah, bahwa ia tidak menghendaki rumah-rumah itu. Ia menginginkan semua anaknya pindah ke rumah Ibu Fat. Anak-anak tidak boleh bawa apa-apa, kecuali buku-buku, pakaian. Barang-barang lain seperti radio, televisi, dan lain-lain tidak boleh dibawa! Guntur setelah mendengar penjelasan itu kecewa, karena ia sudah menggulung kabel antenna TV yang akhirnya tidak boleh dibawa pergi.

BK keluar dari istana mengenakan kaos oblong cap cabe dan celana piyama warna krem. Dan ia memakai sandal bata yang sudah usang. Tangan kanannya memegang kertas koran yang digulung, berisi bendera pusaka merah putih. Bendera yang dijahit oleh istrinya sendiri. Ia meninggalkan istana dengan mobil vw kodok yang dikendarai seorang supir asal kepolisian. Tanpa voorijder. Salah seorang anggota kawal pribadinya membawakan ovaltine, minuman air jeruk, air teh, air putih, kue-kue serta obat-obatan. Itulah seluruh harta yang dimiliki BK ketika meninggalkan Istana. Selebihnya ditinggalkan, lukisan, emas, hadiah dari kepala negara.

*Kultwit Iman Brotoseno @Imanbr 06/06/2012