Nama Buya HAMKA, pasti bagi sebagian besar generasi muda sekarang dikenal sebagai sosok penulis. Apalagi karyanya yang luar biasa yang telah beberapa kali difilmkan.

Selain “Di Bawah Lindungan Ka’bah” dan “Tenggelamnya Kapal Van der Wijk”, sebenarnya ada banyak sekali karya yang telah dituliskan oleh HAMKA.

HAMKA sendiri kepanjangan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Sedangkan HAMKA adalah nama penanya, saat dia menulis.

HAMKA adalah anak laki-laki dari seorang ulama terkenal pada masa itu bernama Abdul Karim Amrullah. Nama besar ayahnya itu sering membuatnya tidak nyaman dan merasa terus terbayang-bayangi.

1HAMKA dan Kiprahnya Di Dunia Kepenulisan

izzalislam.wordpress.com

Tak hanya menuliskan novel-novel cinta Islami yang sangat menginspirasi kaum muda bahkan tua kala itu sampai zaman sekarang, HAMKA juga banyak menuliskan buku tentang ilmu agama.

Salah satu karyanya yang terkenal selain novel adalah Tafsir Al Azhar.

Selain itu, pada tahun 1936 setelah menikah, HAMKA juga menerbitkan sebuah majalah bernama Pedoman Masyarakat.

Setelah dua novelnya laris manis diserbu oleh masyarakat kala itu, nama HAMKA mulai melambung tinggi sebagai seorang sastrawan.

2HAMKA dan Kiprahnya Di Dalam Perjuangan Agama

www.brilio.net

Tak hanya sebagai sosok sastrawan muda dengan pemikiran agama yang luar biasa, HAMKA tak hanya berdiam di balik tulisannya saja.

Namun HAMKA juga keluar dan aktif di dunia dakwah Islam. Walaupun sempat dia ditolak mengajar di pondok pesantrennya sendiri karena dia tak memiliki gelar Diploma mengajar kala itu.

HAMKA aktif di Masyumi, dan kemudian dia menjadi Ketua pertama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu, HAMKA juga aktif di berbagai kegiatan dakwah Muhammadiyah, dan pernah diangkat sebagai Ketua Cabang di daerah Padang Panjang.

Terakhir, karier tertingginya di Muhammadiyah adalah sebagai Pemimpin Pusat Muhammadiyah, bahkan sampai akhir hayatnya.

Walau HAMKA meminta untuk tidak dipilih lagi, namun para anggota kala itu sangat percaya bahwa Muhammadiyah di bawah pimpinannya menjadi jauh lebih baik.

3HAMKA dan Kiprahnya Dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

tni-au.mil.id

Selain terkenal sebagai sosok sastrawan dengan kary-karyaa luar biasa yang terus dikenang sampai sekarang, juga kiprahnya sebagai pendidik dan ulama luar biasa, HAMKA juga ikut ikut perang secara fisik.

Selama Revolusi Fisik, HAMKA ikut bergerilya bersama dengan BPNK (Barisan Pengawal Nagari dan Kota).

HAMKA dan para anggota BPNK lainnya menyusuri hutan dan pegunungan di daerah Sumatera Barat untuk menghadang dan melawan Belanda yang melakukan Agresi kala itu.

Pada tahun 1950, HAMKA mengajak keluarga kecilnya pindah ke Jakarta. Dia mendapatkan kesempatan bekerja di Departemen Agama.

Namun kemudian dia mengundurkan diri dan memilih berkarier di dunia politik bersama Masyumi.

Itulah sekelumit kisah tentang sosok Buya HAMKA yang selama ini fenomenal dengan dua karya novelnya yang telah difilmkan beberapa kali.

Sebagai bangsa yang baik, sudah seharusnya kita menghargai jasa pendahulu dan pahlawan kita yang telah banyak menyumbangkan hal-hal besar bagi Indonesia ini.

Bukan sekedar mengingat jasanya, namun meneladani kebaikannya, dan meneruskan perjuangannya.

SHARE