Belum semua masyarakat tahu dan memahami bagaimana mendidik anak dengan cara Islam, sesuai yang dicontohkan Rasulullah Saw maupun para sahabat.

Ketika berbagai ilmu parenting Barat dipelajari sedemikian rupa, mengapa ilmu yang jelas-jelas telah terbukti kebaikannya semenjak ribuan tahun lalu tidak ikut dipelajari?

Yuk, sekarang saatnya kita memahami bagaimana cara Ali bin Abi Thalib ra mendidik anak-anaknya menjadi hebat;

1Anak sebagai Raja (Usia 0-7 Tahun)

hijababy.com

Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal yang sangat tepat untuk dilakukan. Para orang tua memang harus pandai bersikap, menempatkannya sesuai usia anak.

rinso.co.id
rinso.co.id

Ketika orang tua selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia 7 tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab.

2Anak sebagai Tawanan (Usia 8-14 Tahun)

idawah.com.au

Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional,

namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.

embunhati.com
embunhati.com

Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika ia telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat.

Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang.

3Anak sebagai Sahabat (Usia 15-21 Tahun)

klikmanfaat.com

Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib ra.

Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.

Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya.

abuazmashare2014.blogspot.com
abuazmashare2014.blogspot.com

Paling penting bagi para orang tua adalah harus dapat membangun kesadaran pada anak bahwa usia setelah akil baliqh, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya.

Dengan demikian, anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.

Jangan lupa beri tanggung jawab lebih padanya agar ia tahu beban hidup harus ditunaikan dengan segenap kesungguhan.

 

SHARE