Semua orang mengetahui bahwa Sang Maestro Leonardo da Vinci adalah seorang pelukis terkenal sepanjang masa, ia mampu menarik perhatian dunia dengan salah satu karyanya yang berjudul Mona Lisa. Da Vinci bak seorang tokoh utama yang berperan penting dibidang seni rupa, ia pun dianggap memberi kontribusi besar di dunia kedokteran.

Hmm…. Terkadang prilaku orang jenius memang sangat ‘gila.’

Bagi saya Leonardo da Vinci sangat cerdas dalam menggoyangkan kuasnya di kanvas. Selain itu, ia juga mendalami sains.

Menggeluti 2 bidang bukan sebuah kontradiksi, da Vinci lebih senang memadukan ilmu dan seni. Dan hasilnya? Sangat luar biasa.

Tidak heran bila konon katanya, da Vinci memiliki IQ 220.

Saya pernah membaca buku tentang How To Think Like Leonardo da Vinci, dan isinya pun sangat luar biasa, bila diatas saya bilang orang jenius terkadang gila, itu memang benar. Rata-rata hal spele akan sering kita lupakan, lain halnya untuk orang jenius, “hal sekecil apapun akan bisa dijelaskan secara logika”.

Saya menemukan beberapa panduan tentang kebiasaan yang dilakukan Sang Maestro, dan saya akan berbagi ilmu pada kalian yang berantusias sebagai seorang pelukis, hmm tidak hanya pelukis sih, kebiasaan da Vinci akan mempertajam kualitas otak kamu, mengembangkan kreativitas dan potensi yang terpendam dalam diri kamu. Jadi panduan ini akan bersifat global.

8 cara belajar mengembangkan kreativitas seni dan potensi yang terpendam ala Leonardo da Vinci

1. Rasa ingin tau yang tinggi

rasa ingin tau yang tinggi

 

Ketika kamu melihat pulpen, apa yang kamu fikir?

Wajarnya sih, akan berfikir pulpen barang untuk menulis.

Kamu pakai, lalu disimpan.

Ya, itu hal wajar.

Namun bila kebiasaan ini terus berulang-ulang hingga kamu memperdalam suatu hal. Rasa ketidakpekaan itu akan menghambat pengetahuanmu.

Belum mengerti?

Pernah belajar Bahasa Inggris tentang What, Who Why, When, Where dan How? Ya, ini hanya salah satu materi Bahasa Inggris, namun ternyata prinsip ini digunakan didunia bisnis!!!

Dalam dunia seni rupa, kamu tidak bisa menghasilkan gambar dengan maksimal bila kamu saja tidak tahu apa yang sedang dilukis. Aliran apa lukisan itu? Dan apa yang ingin disampaikan lewat lukisan itu?

Hey, Come on!!! Pelukis spesial akan lebih menonjol dibanding yang lainnya. Hal ini seperti kompetitor. Tidak hanya bertugas melukis dan beres.

Melukis bagai diajak mengetahui objeknya lebih dalam. Contohnya Lukisan Mona Lisa, walaupun hanya lukisan, tapi objeknya seperti hidup. Itulah salah satu teknik da Vinci.

Baca juga : Sejarah dan Misteri Dibalik Lukisan Mona Lisa

Saran saya, kamu harus tanamkan rasa ingin tau terhadap apa yang akan kamu pelajari, lengkap dengan hal-hal yang berkesinambungan dengannya.

2. Tidak menyerah dan fokus

Pantang Menyerah

Pantang Menyerah

Saya pernah baca kata-kata dari buku Leonardo da Vinci, bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Hal ini membuat da Vinci menjadi salah seorang yang sangat berambisi. Ketika orang lain berkata impossible, menurut da Vinci selalu possible.

Kebayang bila ia masih hidup di zaman modern seperti sekarang?

Saya tau, kebiasaan tidur da Vinci bisa dibilang unik, ia mengidap kebiasaan tidur yang bernama uber sleeping cycle, dimana ia hanya tidur 20 menit setiap 4 jam, dan selalu seperti itu.

Disisi lain, saya pernah menemui seorang dokter, dimana ia menyuruh kita tidur 7-8 jam sehari. Namun, faktanya sebagian dokter hanya tidur 5-6 jam sehari. Mengapa? Karena ia tidak mau menghabiskan 33% hidupnya untuk tidur.

Yang pasti saya tidak menghipnotis kamu untuk harus tidur sebentar. Kembali pada topik, tentang pantang menyerah. Seseorang yang memiliki ambisi besar saja ada kemungkinan gagal, tidak terkecuali da Vinci.

Ia mengalami banyak kegagalan diberbagai penemuannya. Salah satu penemuannya adalah parasut. Setelah berpuluh-puluh kali gagal, ia pun berhasil membuat parasut.

Dalam konsep dunia seni rupa, ia seperti tidak ada namun ada. Sering dilihat, namun tidak dipedulikan. Itulah Seni Rupa.

Lihat sekitar. Sekelilingmu adalah seni. Mulai dari gaya berpakaianmu, bentuk anatomi tubuh kamu, meja belajar, hingga khiasan-khiasan yang kamu tempel didinding. Sadarilah bahwa itu seni.

Untuk pelukis, pada umumnya mereka melukis ya seperti itu-itu saja, namun tidak untuk pelukis terkenal.

Pernah mendengar beberapa pelukis terkenal di Indonesia? Sebagian pelukis terkenal asal Indonesia pergi ke Eropa untuk belajar seni rupa. Hasilnya? Mereka harus berjuang melukis sebagus mungkin dengan ciri khasnya sendiri untuk mengalahkan saingannya di Eropa.

Saran dari saya, fokus dalam bidang seni dan temukan ciri khasmu dalam melukis. Bila orang menjelek-jelekan karyamu, tetaplah berkarya dan lakukan evaluasi.

3. Tingkatkan ketajaman panca indra

tingkatkan panca indra

tingkatkan panca indra

Melukis dituntut untuk melihat lebih detail terhadap objek yang kita gambar kan?

Leonardo da Vinci bisa berfikir lebih jauh kedepan, menurutnya mata hanya menyampaikan apa yang dilihat.

Sebisa mungkin, ketika kamu melihat seseorang walau itu hanya 2 detik. Kamu harus sudah tau warna sepatu, celana, baju, dan asesoris apa saja yang ia pakai, hingga barang yang terkecil sekalipun.

Dengan kata lain, lebih cekatan menyimpan objek di fikiran dalam waktu 2 detik. Amazing sekali…

Bagaimana caranya?

Pertajam seluruh panca indramu…

Kamu sudah biasa menganggap panca indramu ada 5 kan? Menurut therichest.com itu adalah salah satu kebodohan yang kamu bawa hingga sekarang.

Bagaimana kamu bisa merasa kedinginan? Apa panca indra yang menyampaikan perasaan dingin? lewat sentuhan? Tapi kan ga disentuh. Melalui mata? Lidah? Gada hubungannya.

Tutup buku tentang ke 5 panca indramu, pertajam semua indramu!!!

Caranya?

Mau belajar ala da Vinci?

Ia menutup mata dan berimajinasi selama 5-10 menit, ia membayangkan seolah-olah ia berada di taman yang sejuk, ada angin sepoi-sepoi, lengkap dengan suara burung berkicau. Rasakan kejadian itu seolah-olah memang nyata. Bayangkan kamu sedang melihat kupu-kupu yang dekat dengan tubuhmu, dan melihat burung-burung di awan.

Untuk pendengaran, kamu bisa mencoba dengar detak jantung kamu. Pastikan keadaan sekeliling benar-benar hening. Dan kamu bisa mulai mendengarkan detak jantung kamu. Tidak hanya ini, kamu harus lebih peka dengan suara sekecil apapun.

Apa manfaatnya dalam dunia seni?

Kamu bisa menangkap objek yang bergerak cepat, contoh tadi tentang burung. Apa hubungannya dengan pendengaran? Ketika burung berkicau, kamu akan cepat menghampiri sumber suara, lalu? Mata berperan untuk menangkap objek.

Benar? Logikanya seperti itu.

4. Mengakui ketidakpastian

mengakui ketidakpastian

mengakui ketidakpastian

Didunia ini terdapat hal-hal yang bertolak belakang. Namun untuk da Vinci, itulah indahnya perbedaan.

Da vinci selalu memadukan hal-hal yang bertolak belakang.

Untuknya perbedaan itu hanya sebuah status. Tidak ada kontradiksi yang membuat kekacauan, saya akan memberikanmu contoh…

Untuk dunia seni rupa ini bisa bermanfaat, bila kamu bisa melatihnya… Selain bisa menjadi pelukis profesional, kamu juga bisa menjadi detektif handal.

Fikirkan 1 kata…

dan fikirkan 1 kata yang berbeda.

Sudah?

Saya sudah fikirkan 2 kata yang berbeda.

Motor dan Kapas

Berbeda? Ya. Tidak saling berhubungan? Ya. Tidak semacam? Iya. Ok, lanjut permainan.

Berilah tambahan kalimat yang membawa 2 kata tersebut.

Contoh saya :

Motor saya melindas sesuatu, saya fikir kertas ternyata segumpal kapas.

Masih ingin bermain?

Hal yang lebih tidak nyambung?

Laptop, batu dan putih. Imposible ya? Apa hubungannya laptop, batu dan putih? Gada, tapi mari kita padukan.

Orang itu memahat batu untuk dijadikan bentuk laptop, karena warnanya polos ia gunakan airbrush berwarna putih agar berkesan elegan.

Mengerti sekarang?

Semua yang ada didunia saling berkesinambungan. Dan yang akan kamu lukis pun akan berkesinambungan dengan alam, tidak hanya alam. Come on,,, berfikir out of the box. Lukisan tidak dominan dengan alam. Kamu bisa lukis kucing dengan background rumah tradisional Padang.

Kenapa ga? Inilah cara berfikir out of the box. Ingin unggul? Jadilah yang berbeda dan lebih maju.

Baca juga : 13 Macam Tarian Adat Yang Berasal Dari Kalimantan

Tips saya, tulislah segala hal yang kamu sendiri tidak tau. Tulis dengan cepat tanpa berfikir, tidak usah memikirkan tentang EYDnya, kamu bukan sedang belajar di SD.

Tulis secepat mungkin. Setelah itu, baca kembali tulisanmu. Lihatlah hasilnya.

Kamu akan menemukan hal-hal diluar yang kamu bayangkan. Bahkan kamu akan mengeluarkan pernyataan yang sebelumnya belum pernah dikeluarkan. Amazing kan otak kita?

5. Menyeimbangan sains dan seni

sains dan seni

sains dan seni

Point ini saya tambahkan berdasarkan pengalaman pribadi yang saya praktekan dari buku Menjadi Jenius Seperti Leonardo da Vinci.

Inipun salah satu contoh dari point ke 3, hal yang tidak berhubungan namun selaras bila kita temu titik pointnya.

Kebetulan? Tentu tidak.

Da Vinci sudah tau dengan kesinambungan yang ada di dunia, ia pun mencoba menyeimbangkan sains dan seni. Ia menggambarkan tubuhnya sendiri, ia temukan adanya titik temu bila ia lukis bentuk lingkaran dan kotak disekitar lukisan tubuhnya.

Hal ini ia lakukan untuk mengetahui anatomi tubuh.

Karena adanya point pertama (rasa keingin tahuan yang tinggi) ia pun diam-diam membongkar mayat, pada saat itu cara ini masih tidak diperbolehkan. Disinilah ia berkontribusi didunia kedokteran seperti awal-awal saya bilang.

Lalu apa hubungannya dengan seni rupa? Ok, kamu bisa belajar dulu 11 aliran dasar seni rupa yang wajib kamu ketahui sebelum berfikir lebih jauh.

Oh iya, saya juga lupa memberi tahu unsur apa saja yang digunakan di seni rupa. Kamu akan temukan di artikel saya yang berjudul Pengertian Seni Rupa dan Unsur-unsurnya.

Belajar dari hal sepele kan?

Sudah kamu tentukan aliran apa yang akan kamu pelajari? Menurut saya, setiap aliran ada gaya sainsnya masing-masing. Namun hal itu kembali pada kreatifitas kamu.

Saran saya, belajarlah lebih detail. Kasarnya, hingga keruncingan pensil pun harus kamu ketahui, seruncing apa untuk menghasilkan garis tebal dan tipis. Walau pada umumnya pensil HB digunakan untuk sketsa, 2B untuk mempertegas lukisan.

6. Menyeimbangkan otak kiri dan kanan

menyeimbangkan otak kiri dan kanan

menyeimbangkan otak kiri dan kanan

Hmmm… saya teringat salah satu kebohongan lagi. Anggap lah… otak kanan itu bisa menguasai seni, intuisi, dan lain-lain (mungkin kamu juga tau)

Otak kiri menguasai matematika, logika, dan lain-lain.

Hal ini ternyata bohong.

Menurut da Vinci, otak sangat kompleks dan susah dijabarkan. Tidak hanya menurutnya, namun menurut majalah harian kompas pun, masih terdapat rahasia tentang 7 fungsi otak yang belum terpecahkan.

Kalau kepala kamu condong berat sebelah kiri, berarti otak kiri yang lebih besar. Well, think smart guys. Otak mengandung ribuan saraf yang saling berkesinambungan. Walau saya tidak belajar kedokteran, namun ada sebagian yang belum diketahui tentang masalah otak.

Ingin belajar melukis? Tidak usah merasa ingin mahir, ingin menjadi spesialis, tapi tidak juga memegang teguh kata ‘let it flow‘. Semua orang juga belajar.

Saran saya, seimbangkan kinerja tangan kanan dan kiri. Layaknya jalan kaki, kamu tidak memakai 1 kaki untuk berjalan kan? Dan hasilnya tidak ada salah satu kaki yang dianggap mahir berjalan.

Melukis pun sama. Di Eropa sana seperti Itali dan Prancis terkenal dengan seniman-seniman terkenal, makin modern makin mahir. Ada yang melukis dengan 2 tangan, ada yang melukis wajah seseorang, namun ketika lukisan itu dibalik maka berubah jadi pegunungan. Inilah… kreatifitas dari keseimbangan otak.

Setelah ini, kamu bisa bereksplorasi sendiri. Sulit? Berfikirlah ala da Vinci, nothing impossible.

7. Menjaga kebugaran tubuh

menjaga kebugaran tubuh

menjaga kebugaran tubuh

Yang saya fikir dengan point 7 ini, jika da Vinci menjaga kesuburan, bagaimana bisa ia tidur 20 menit dalam 4 jam?

Mari kita bahas apa yang terjadi di salah satu negara maju Finlandia, negara yang terkenal dengan siswa-siswanya yang pintar itu ternyata tidak memberi ujian nasional. Disana, waktu belajar hanya 5 jam, setiap 45 menit, siswa-siswa istirahat selama 15 menit. Entah mau bermain atau hanya diam sejenak.

Bila di Jepang, waktu istirahat 1 jam digunakan untuk tidur siang. Hingga akhirnya mereka bekerja lagi.

Baca juga : Budaya Masyarakat Jepang Yang Patut Ditiru

Kesimpulannya, selain belajar. Tubuh dan otak membutuhkan waktu relaksasi. Relaksasi dianggap salah satu jalan untuk memasukan pemahaman-pemahaman baru. Kondisi badan yang rileks, akan gampang dimasuki ilmu baru. Tidak percaya? Coba saja.

Apa hubungannya dengan melukis?

Logika saja, ini memang hal yang sering kita temui, contoh kasus bila badan terasa kurang enak, penglihatan menjadi rabun, konsentrasi pun kalang kabut. Kinerja otak tidak maksimal, hasil lukisan pun akan minimal.

Saran saya, seimbangan antara olahraga dan belajar. Di zaman modern ini, banyak sekali buku bacaan tentang manfaat kita berolah raga. Terdengar simpel? Ya. Sulit? Tidak. Rugi? Tidak. Hasilnya? Sangat bermanfaat.

8. Berfikir secara sistematis

berpikir sistematis

berpikir sistematis

Menurut Wikipedia sistematis adalah sesuatu yang berhubungan dan membentuk struktur yang kokoh. Da Vinci termasuk orang yang percaya segala hal yang masuk logika.

Ia percaya hukum matrix digunakan dalam melukis, ia memakai aliran realisme. Ia lebih suka kemurnian, fakta, dan keindahan. Kamu bisa belajar seni murni dalam artikel saya yang berjudul Pengertian Seni Murni dan Unsur-unsurnya.

Hal simpel, jangan duduk didekat pintu. Alasannya? Takut ga dapat jodoh.

Namun, mari kita bermain logika. Pintu adalah jalan orang keluar masuk, bila kamu ada di pintu yang lebarnya hanya muat untuk satu orang. tentu kamu harus memiringkan badan jika ada orang melewati pintu itu. Akibatnya? Orang lain risih, kamu pun risih.

Di lukisan Mona Lisa, ia mampu menyelipkan inisialnya LV di mata kiri lukisan tersebut. Namun, coba kamu zoom lukisan tersebut. Terlihat?

Tidak…

Alasannya? Saya sendiri tidak tahu mengapa da Vinci menyelipkan inisialnya di mata Mona Lisa. Namun, hal itu sangat luar biasa, karena tidak akan terlihat dengan mata telanjang.

Hanya kebetulankah?

Tentu tidak. Ia menerapkan rumus untuk menyelipkan inisial yang bahkan lebih kecil dari titik.

Imposible kan? Jelas iya. Namun tidak untuknya.

Terstruktur? Ya… Sangat detail….

 

Sumber