Sebenarnya apakah itu yang disebut dengan saham? Saham adalah salah satu produk keuangan, dan termasuk produk dari pasar modal serta bisa menjadi bukti kepemilikan si pemegang saham terhadap perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut.

Jadi ibaratnya, ketika ada sebuah perusahaan atau sebuah usaha berdiri, maka tentu membutuhkan modal. Nah, biasanya modal tersebut tidak sepenuhnya dari pemilik usaha atau perusahaan tersebut, namun juga ada modal asupan dari luar.

Modal asupan dari luar bisa pinjaman dari bank atau lembaga tertentu yang mungkin menaungi, namun juga bisa berasal dari orang lain yang kelak keuntungan dari usaha atau perusahaan tersebut ikut dibagi pada pemberi asupan modal tersebut.

Nah, itulah yang disebut dengan saham.

Untuk saham sendiri tak hanya bisa dilakukan oleh perusahaan kelas besar saja karena usaha pemula saja juga bisa ditanami saham, bahkan oleh mereka yang masih disebut pemegang saham pemula juga.

Lalu bagaimana cara bermain saham bagi para pemula yang ingin menanamkan sahamnya?

1. Yang pertama, pemegang saham harus mampu melihat karakteristik orang-orang di belakang yang mengelola perusahaan atau usaha tersebut, yaitu market maker, player, follower. Kemudian baru membuat analisis dan tools yang akan digunakan.

2. Harus tetap berhati-hati dan jangan mudah percaya dulu dengan data-data keuangan sebelum diaudit atau disahkan oleh Bapepam.

3. Cobalah bermain bisnis online sedikit demi sedikit. Saham inis edikit bisa menguntungkan para pemula karena volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun tapi kemudian perlahan-lahan naik.

4. Tetaplah disiplin dalam menetapkan batas atas dan bawah saham.

5. Teruslah tekun dalam menggelutinya, jangan lelah untuk terus mereview saham milikmu.

6. Jangan lupa untuk terus mengikuti berita nasional dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.

7. Bangunlah hubungan yang harmonis dengan pihak-pihak terkaitmu.

8. Dan yang terakhir, selalulah minta petunjuk kepada Tuhan agar Dia memberikanmu petunjuk. Karena bagaimanapun rezeki itu mutlak milikNya, dan manusia hanya bisa mengusahakannya. Jangan hanya berpacu pada dunia namun lupa kepada Tuhan.