Bagi para orang tua tentu harus banyak belajar ilmu parenting, sebagai bekal nanti untuk mendidik dan menjaga buah hati.

Parenting tidak melulu hanya melalui perkataan saja tapi juga bisa dengan bermain, karena anak akan lebih menangkap dan lebih senang ketika diajari lewat sesuatu yang mengasyikkan.

Bagi bunda, calon bunda atau calon ayah, inilah cara eefektif melatih anak berbagi dengan sesuatu yang mengasyikkan.

1Bermain Giliran

keluargasehat.media

Kita sampaikan saja kepada anak kita seperti jumlah mainannya sedikit sehingga harus bergantian memakainya.

Dengan batasan waktu tertentu kita bisa sampaikan, “ayo ditukar dulu kakak mau main boneka, adik main mobil ya” lalu bergantian menukar mainan masing-masing.

2Bermain Peran

vemale.com

Kita bisa katakan kepada anak kita bahwa kalau anak mau berbagi dengan temannya, maka akan disayang teman dan mempunyai teman yang banyak.

Contoh mainan yang bisa dilakukan agar anak senang berbagi adalah bermain dokter-dokteran, montir mobil dan mainan pengusaha makanan.

Semua itu dilakukan dengan bergantian peran, baik dokter dan pasien, montir dan yang punya mobil juga alat-alat mini untuk makan.

3Memperbanyak Interaksi Anak Sebayanya

keluarga.com

Cara berikutnya adalah anak harus sering berinteraksi dengan anak sebayanya, dengan berinteraksi anak akan terbiasa bertemu dan akhirny amenjadi teman. Dengan mereka menjadi teman tentu akan membuat mereka akrab dan melahirkan sifat berbagi.

4Menginap di Rumah Kerabat

heqris.com

Cara berikutnya adalah menginap di rumah kerabat yang ada anak sebayanya, biarkan mereka bermain bersama semalaman, makan bersama hingga tidur bersama.

Anak akan merasa akrab dengan temannya, mempunyai kedekatan dan hubungan baik hingga ia besar.

5Ikut Program PAUD

tipspendidikananak.com

Program PAUD memang dirancang agar anak mempunyai sifat berbagi, tidak hanya berbagi tapi juga anak lebih mandiri dan banyak berinteraksi dengan teman sebayanya.

Kurikulum PAUD juga sangat bagus untuk perkembangan otak anak,  mental anak dan dapat terlihat bakat anak di usia sedini mungkin.

Memang tidak dapat dipungkiri PAUD juga punya kelemahan, maka dari itu pilihal PAUD yang berkualitas secara agama, pengajar dan kurikulum yang diterapkan.

Semoga bermanfaat ya