Tanaman hidroponik adalah tanaman yang cara pembudidayaannya dengan menggunakan media selain tanah.

Jadi bisa diartikan bahwa tanaman ini adalah tanaman tanpa media tanah.

Tahukah kamu kenapa mereka dinamakan hidroponik? Yaitu karena mereka lebih membutuhkan air sebagai asupan gizi dan sekaligus bisa menjadi media tanamnya.

Hmm, penasaran?

Salah satu contoh tanaman yang biasanya ditanam dengan menggunakan teknik hidroponik adalah sayuran. Sayuran lebih mudah hidup walau tanpa media tanah.

Nah, bagi kamu yang hidup di wilayah perkotaan dengan lahan sempit dan hampir tak ada tanah sebagai tempat bercocok tanam, pilihan teknik hidroponik bisa kamu gunakan.

Berikut ini adalah tips sederhana bagi kamu yang ingin bercocok tanam sayuran namun kurang memiliki media tanah sebagai tempat menanamnya.

Dengan tips berikut ini, kamu yang pemula sekalipun akan bisa membudidayakan beberapa sayuran tanpa harus kebingungan dengan media tanamnya.

Yuk simak!

1Siapkan Alat dan Bahan

tastytravels-holly.blogspot.com

Yang pertama kamu butuhkan adalah beberapa alat seperti hidroponik kit untuk bercocok tanam. Ini adalah media yang nantinya akan kamu jadikan tempat menanam sayuranmu.

Hidroponik kit bisa kamu ambil dari paralon bekas yang telah tidak terpakai namun masih bagus dan kuat.

Biasanya memang kebanyakan orang memakai paralon untuk teknik hidroponik ini.

Nah, untuk media tanamnya, kamu bisa memasukkan sejenis rockwool yang terbuat dari batuan vulkanik yang telah dipanaskan, ke dalam paralon hidroponikmu.

Rockwool ini akan membentuk serat-serat. Selain itu media tanam ini juga bebas dari hama karena termasuk media yang steril.

Bahan yang kamu perlu siapkan tentu saja adalah bibit sayuran yang ingin kamu tanam. Pilihlah bibit yang memiliki kualitas bagus agar hasil tumbuhnya kelak juga bagus.

Beberapa sayuran yang bisa dihiroponik biasanya adalah kangkung, selada, pakcoy, caisim, dan masih banyak lagi.

2Proses Penyemaian

satujam.com

Langkah selanjutnya adalah, semaikan benih atau bibit sayuran yang telah kamu pilih tersebut ke dalam media tanam yang telah kamu siapkan tadi.

Pilih lagi benih atau bibit yang benar-benar paling bagus dari semua yang terbagus. Bibit yang baik adalah yang berisi atau padat.

Cara menanam bibit-bibit ini adalah dengan menggunakan pinset. Ini akan memudahkanmu dan juga tidak merusak bibit maupun media tanamnya.

Kemudian masukkan bibit-bibit tersebut ke dalam media tanam yang telah kamu persiapkan tadi sedalam kira-kira 2 – 5 mm.

3Perawatan

gardenious.com

Sebenarnya merawat tanaman hidroponik juga sama dengan tanaman sewajarnya, mereka tetap membutuhkan air, walau mungkin agak lebih banyak.

Penyiraman pada tanaman ini harus dilakukan sampai benar-benar basah, menggunakan air yang bersih, dan tidak dicampurkan dengan pupuk apapun.

Selanjutnya, silahkan tutup hidroponik kit tersebut dengan plastik selama sekitar 3 sampai 3 hari, agar media tetap lembab dan tidak kering.

Hal ini juga akan menghangatkan bibit-bibit yang kamu tanam.

Nah setelah itu baru kamu bisa memasukkan larutan hidroponik yang berfungsi sebagai pupuk tersebut sampai menyentuh bagian bawah dari hidroponik kit mu.

Larutan hidroponik adalah sejenis larutan yang mengandung unsur-unsur hara yang bisa menjadi makanan tumbuhan, seperti yang hampir sama dengan unsur hara dari tanah.

Larutan ini nantinya yang akan menggantikan peran unsur hara yang biasanya ada dalam tanah.

Karena memang tanamanmu tidak tumbuh di atas tanah, maka dia akan mengambilnya dari larutan ini.

Larutan ini harus kaya nutrisi dan tidak boleh terlalu berlebihan juga. Karena bisa menyebabkan kebusukan pada tanamanmu.

Peletakkan hidroponik kit baiknya pada tempat datar, mendapat sinar matahari yang cukup, dan tidak mudah terkena hujan.

Pada hari ke-30, jika kamu rutin dan merawatnya dengan benar, tanaman hidroponikmu bisa kamu panen dengan hasil yang luar biasa. Selamat mencoba!