expontt.com

Ada Teman Curhat? Ini Dia 7 Cara Menjadi Pendengar yang Baik

Posted on

Menjadi pendengar yang baik itu sulit, tapi harus dilakukan karena pada dasarnya, manusia memang sangat butuh untuk dihargai.

Menjadi pendengar yang baik bukanlah keahlian yang hanya dimiliki oleh orang introvert. Bukan pula kepribadian yang hanya dimiliki mereka para plegmatis.

Semua orang bisa menjadi sosok pendengar yang baik, walaupun memang sulitnya bukan main, terutama bagi mereka yang menjadikan kebiasaan berbicara sebagai sarana untuk mengekspresikan diri.

Jangan Memotong Pembicaraan

indiatimes.com
indiatimes.com

Memotong pembicaraan juga dianggap sebagai bentuk tidak menghargai orang lain. Saat kamu dalam kondisi bosan mendengarkan cerita teman yang panjang lebar dan mungkin tidak penting menurutmu, cobalah bersabar.

Tetaplah bersabar dan mendengarkan walau hanya sejenak, walau hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap temanmu.

Jadi tetaplah tenang, dengarkan, dan baru mulai bicara menanggapi saat temanmu selesai curhat.

Pilih Tempat

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com

Ketika seorang teman ingin bertemu denganmu karena ada satu masalah pribadi yang ingin dibicarakan atau sekadar bercerita, maka segeralah sambut.

Ajaklah temanmu untuk bertemu di tempat yang nyaman untuk bercerita, bebas dari gangguan (terutama keramaian).

Posisi badan yang nyaman dan tempat yang tenang dapat memberikan energi bagimu serta mempertajam indra pendengaran dan konsentrasimu.

Sehingga kamu juga akan lebih fokus jika dimintai tanggapan terhadap masalah yang sedang dibicarakan.

Bijaklah Saat Memberi Tanggapan

expontt.com
expontt.com

Apabila kamu merasa terganggu saat mendengarkan cerita temanmu, berusahalah untuk menahan diri. Jangan terburu-buru memberikan tanggapan sebelum temanmu selesai mengutarakanya.

Gunakan Bahasa Tubuh

screenprism.com
screenprism.com

Bahasa tubuh sangat penting, apabila jika posisi kita menjadi seorang pendengar. Sedikit mencondongkan tubuh ke depan menunjukan bahwa kamu serius dan tertarik dengan pembicaraanya.

Kontak mata yang tepat juga menunjukan ketulusanmu dalam mendengarkan ceritanya.

Sedikit Respon di Tengah Pembicaraan

corecomputer.co.in
corecomputer.co.in

Saat temanmu sedang bercerita, berikanlah respon seperti “iyaa”, “he-eh”,”hmm” atau anggukan kepala.

Hal ini akan menunjukan bahwa kamu memahami keadaan temanmu, menyimak apa yang ia sampaikan.

Jangan lupa berikan tanggapan singkat seperti pertanyaan misalnya “bagaimana perasaanmu?” atau “apa yang selanjutnya akan terjadi?”

Saat Kamu Harus Diam

deherba.com
deherba.com

Temanmu bercerita dengan penuh kesedihan, sampai ia menangis, sampai cegukan ketika sedang berbicara, kemudian tetap mencoba bicara lagi dengan mengambil tisu dan minum air.

Saatnya kamu berikan bahu atau pundakmu kepadanya, usap bahunya. Itu sudah cukup menenangkan hatinya.

Hindari Mengatakan Ini

forum.suara.com
forum.suara.com

Jangan pernah bilang, “masalahku lebih berat darimu”. Wah, fatal ini akibatnya. Bisa-bisa temanmu akan menjauhimu.

Saat kamu mendengar hal itu dari orang yang kamu percayai sebagai pendengar, bagaimana perasaanmu? Bukankah kamu kecewa karena merasa diremehkan?

Maka, jangan pernah mengatakan hal itu dengan membandingkan masalah yang sedang dialami temanmu dengan pengalaman pribadimu. Jelas beda.

Kamu bisa memberikan solusi dengan pengalaman-pengalaman pribadimu namun tetap harus kamu ingat: gunakanlah kata-kata yang baik dan penuh penghargaan.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *