Apakah yang para orang tua rasakan ketika anak-anak mereka sulit sekali bergaul dengan banyak orang hanya karena minimnya rasa percaya diri?

Para orang tua perlu berhati-hati terhadap hal ini, sebab jika rasa percaya diri pada anak tidak segera ditumbuhkan sejak dini, boleh jadi ketika dewasa ia akan menjadi anak yang anti sosial, bahkan tidak punya teman.

Dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, Rasulullah Saw menggunakan beberapa metode yang sangat baik untuk kita contoh. Tak perlu sulit-sulit mencari referensi keilmuan, karena semua teladan kebaikan sudah ada pada diri Rasulullah Saw.

Rasulullah melakukan hal tersebut agar si anak tumbuh sebagai orang yang kuat. Hebatnya, contoh dari Rasulullah ini bukan sekadar membantu membangun kepercayaan diri pada anak pada satu sisi saja, misalnya hanya pada sisi sosial.

Tapi, semua bentuk kepercayaan diri selain pada sisi sosial juga perlu dilatih ternyata. Wah, apa saja metode yang sudah Rasulullah contohkan?

1Membiasakan Menyimpan Rahasia

wirabachrun.com

Sebagaimana yang beliau lakukan pada Anas dan Abdullah bin Ja’far ra, ketika si anak belajar untuk menjaga rahasia dan tidak membocorkannya,

maka pada saat yang sama keinginannya tumbuh menjadi semakin kuat, sehingga rasa percaya diri juga menjadi semakin besar.

2Membiasakan Berpuasa

serambiummah.tribunnews.com

Ketika si anak teguh di hadapan rasa lapar dan haus dalam berpuasa, maka dia akan merasakan bahwa dia telah sanggup mengalahkan dirinya sendiri. Dengan demikian, keinginannya dalam menghadapi kehidupan semakin kuat.

3Membangun Kepercayaan Sosial

edukasi.kompas.com

Ketika si anak menyelesaikan pekerjaan rumah, melaksanakan perintah kedua orang tua, berdialog dengan orang-orang dewasa, berkumpul dan bermain bersama anak-anak lainnya, saat itulah rasa percaya diri dalam bentuk sosialnya tumbuh.

4Membangun Kepercayaan Ilmiah

muslimahcorner.com

Caranya yaitu dengan belajar Al-Qur’an, sunnah Rasulullah Saw dan sejarah hidup beliau. Si anak akan tumbuh dewasa dengan berbekal pengetahuan yang cukup mendalam.

Sehingga, tumbuhlah rasa percaya diri dalam bentuk keilmuan dan pengetahuan. Sebab, dia membawa ilmu yang pasti dan jauh dari berbagai khufarat serta khayalan.

5Membangun Kepercayaan Finansial

republika.co.id

Membangun kepercayaan diri pada tahap ini yaitu dengan membiasakan anak melakukan transaksi jual beli dan berjalan-jalan di pasar menemani kedua orang tuanya berbelanja.

Diriwayatkan oleh Malik dari Sulaiman bin Yasar: Makanan keledai Sa’id bin Abi Waqqash habis. DIa berkata kepada pembantunya yang masih belia, “Ambillah tepung, kemudian tukarkanlah dengan gandum. Timbangannya harus sama.”

Rasulullah Saw melihat Abdullah bin Ja’far yang saat itu masih beliau sedang melakukan transaksi jual-beli. Maka, beliau mendoakan keberkahan untuknya.

family.fimela.com
family.fimela.com

Bagaimana? Bisa kita lihat kan bagaimana keseriusan Rasulullah Saw dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? Yuk, jangan ragu untuk menauladani seorang pendidik terbaik sepanjang masa.