Urusan berat badan bagi sebagian besar orang memang menjadi suatu hal yang sangat menggelisahkan. Apalagi bagi mereka yang sering berada di depan publik, karena tuntutan pekerjaan, misalnya.

Berat badan memang kadang naik menjadi kurang terkendali akibat beberapa hal. Misalnya karena kondisi stres sehingga memicu pelampiasan pada konsumsi makanan atau minuman berlebih.

Bisa juga karena memang hobi ngemil makanan ringan yang tidak bisa dihindari oleh sebagian orang.

Nah, bagi kamu yang merasakan gelisah baik sedikit maupun luar biasa menghadapi permasalahan berat badan ini, yuk simak beberapa tips berikut ini!

1Sarapan Itu Penting, lho!

pinterest.com

Kita tahu, bahwa sebagian besar mereka yang melakukan diet penurunan badan adalah dengan mengurangi konsumsi makanan. Termasuk dengan tidak melakukan sarapan atau makan pagi.

Eits, tapi ternyata mitos tersebut tidak terbukti mampu membantu kamu dalam menurunkan berat badan, lho! Sebab sarapan atau makan pagi terbukti ampuh meningkatkan asupan berbagai nutrisi dan gizi dalam tubuh kita.

Dengan sarapan atau makan pagi, kita akan memiliki energi dan semangat yang cukup dalam menjalani aktivitas seharian.

Nah, yang perlu kamu perhatikan adalah apa menu yang kamu pilih dalam sarapan. Sebaiknya memang kamu hindari terlalu banyak konsumsi karbohidrat di pagi hari. Karena selain bisa memicu kantuk, juga bisa meningkatkan berat badan kamu.

Karbohidrat yang cukup misalnya dengan konsumsi kue atau roti tawar. Dengan tambahan susu sebagai protein dan lemak yang cukup untuk asupan nutrisi tubuhmu. Ingat, jangan berlebihan ya sarapannya!

2Banyak Konsumsi Serat

ayorange.wordpress.com

Nah, kalau saran tentang banyak konsumsi makanan berserat memang bukan lagi mitos, namun itu adalah fakta.

Makanan berserat tinggi membantu kita dalam proses metabolisme tubuh, membantu melancarkan BAB, dan juga menambah asupan nutrisi dan gizi yang diperlukan tubuh.

Yang perlu kamu tahu, bahwa sulitnya BAB juga menjadi sebab berat badan semakin naik. Sehingga, melancarkan BAB juga salah satu cara ampuh dalam menurunkan berat badanmu.

Tubuh juga terasa semakin segar dan pastinya kulit menjadi semakin sehat karena kita mengkonsumsi makanan berserat.

3Makan Malam Juga Perlu, Tapi Ganti Menunya!

spirit.web.id

Siapa bilang kalau sedang program diet maka tidak boleh makan malam? Itu cuma mitos saja. Karena kenyataannya, malam pun tubuh kita juga butuh asupan nutrisi.

Bagi yang memiliki banyak tugas lembur atau bahkan untuk tidur pun, kita juga membutuhkan tenaga yang cukup. Namun yang memang perlu diperhatikan adalah menu makanan yang akan kamu konsumsi.

Ya, sama dengan saat sarapan, makan malam pun usahakan jangan terlalu banyak konsumsi karbohidrat. Karbohidrat akan memicu naiknya berat badan, bahkan pun kadar gula dalam darah jika dikonsumsi berlebihan.

Untuk itu, dalam menu makan malam sebaiknya kamu pilih makanan kaya serat. Seperti buah-buahan atau sup yang banyak mengandung sayur sehat.

Lebih baik lagi sayur yang mengandung kuah hangat untuk merangsang kondisi nyaman pada tubuhmu di malam hari.

4Jangan Lupa Rajin Olahraga

health.kompas.com

Tentunya hal terpenting dalam program diet penurunan berat badan adalah tak lepas dari olahraga. Ya, olahraga baik dalam keadaan sedang program diet maupun tidak memang sangat baik dilakukan demi menjaga kesehatan tubuh kita.

Karena olahraga terbukti mampu membakar kalori berlebih dalam tubuh yang bisa memicu kenaikan berat badan

Selain olahraga, kamu juga harus menyeimbangkan dengan banyak konsumsi air putih. Air putih terbukti ampuh membantu proses metabolisme dalam tubuh. Selain itu juga dapat merangsang tubuh terasa kenyang sehingga tidak memicu terlalu banyak konsumsi makanan.

5Mengkonsumsi Sayur dan Buah Segar

rumahtips.com

Usahakan untuk banyak mengkonsumsi sayur dan buah. Selain itu, sangat disarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang berminyak, seperti goreng-gorengan.

Gorengan memiliki kandungan minyak yang sangat banyak. Apalagi kalau kamu membeli gorengan di pinggir jalan. Biasakanlah untuk makan jenis makanan rebus dan kukus saja.

6Mengurangi Kebiasaan Ngemil

rumahtips.com

Banyak ngemil juga ternyata menjadi ancaman bagi peningkatan berat badan seseorang. Bahkan, banyak ngemil lebih berpengaruh terhadap berat badan dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan berat.

Sebab mengemil adalah akivitas yang dilakukan secara terus-menerus, kontinu, dan bisa menyebabkan penumpukan lemak berlebih.

Makanlah makanan yang nilai gizinya besar, karbohidratnya tidak terlalu banyak. Misalnya, nasi, sayuran, dan lauk. Ambil nasi dalam porsi sedikit saja dan perbanyaklah sayuran serta lauknya.

7Tidur Tidak Terlalu Malam

jabar.tribunnews.com

Usahakan untuk tidur tepat waktu agar kamu terhindar dari insomnia. Mengapa? sebab insomnia ternyata juga berperan dalam meningkatkan berat badan secara berlebih.

Tidur yang tidak teratur akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh sehingga kamu akan merasa cepat lapar apabila berada dalam keadaan terjaga.

Jika kamu terjaga sepanjang malam, kamu akan memilih makan dan lupa bahwa makan di malam hari di atas pukul 19.00 akan membuat tubuhmu tambah gemuk.

8Mengurangi Porsi Makan

flickr.com

Cara satu ini memang merupakan cara yang paling efektif untuk diet. Lakukanlah cara ini sebagai salah satu cara yang akan membantumu mengurangi berat badan dalam beberapa hari.

Mengurangi porsi makan bukan berarti tidak mengonsumsi nasi. Kamu tetap bisa makan nasi, asalkan dijadwal secara baik dan seimbang kapan kamu bisa makan nasi, kapan kamu harus puasa nasi dan menggantinya dengan buah serta sayur yang banyak.

9Lakukan Sit Up atau Push Up

caramengecilkan-perutbuncit.blogspot.com

Cara terakhir ini juga merupakan cara yang efektif untuk diet. Lakukan cara ini ketika berolahraga. Lakukan dengan rutin, lebih dari 10 kali untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Ingat, harus rutin dan tidak akan bisa instan.

10Dampak Negatif Berat Badan Berlebih

bali.tribunnews.com

Secara definisi, seseorang dikatakan mengalami obesitas saat jumlah lemak dalam badannya sudah mengalami kelebihan menurut ukuran ideal.

Pria dikatakan obesitas ketika lemak tubuhnya mencapai minimal berlebih 25 persen dari ukuran ideal. Sementara pada wanita, disebut obesitas jika jumlah lemaknya mencapai lebih dari 30 persen dari takaran ideal.

Namun, berapa pun pertambahan berat badamu dan menimbulkan obesitas, semua memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Pasalnya, obesitas memicu beragam penyakit di dalam tubuh. Dikutip dari Times of India, setidaknya ada 10 penyakit yang muncul dari kondisi seseorang yang mengalami kegemukan.

Diabetes tipe 2. Banyak studi mengungkapkan obesitas berkaitan dengan risiko diabetes. Bahkan, jika sudah kena penyakit ini maka bisa menjalar untuk mengalami komplikasi penyakit yang lebih serius.

Misalnya serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, hingga kerusakan saraf yang berujung amputasi.

Serangan jantung. Lemak dalam tubuh bisa menutupi pembuluh darah jantung dan menyumbatnya. Ini yang kemudian menyebabkan serangan jantung koroner.

Hipertensi. Orang gemuk cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini bisa diatasi dengan mengurangi berat badan dan berolahraga.

Sleep apnea. Tandanya adalah sulit tidur nyenyak dan suka mengorok saat tidur. Ini adalah gangguan pernafasan yang membuat jalan udara seakan berhenti beberapa kali kala terlelap.

Sleep apne dikaitkan dengan kemunculan hipertensi, gagal jantung, dan penyakit lainnya.

Asam urat. Orang obesitas empat kali lebih berisiko mengalami asam urat atau gout. Penyakit ini menyerang sendi yang diakibatkan tingginya kadar purin di daerah sendi.

Sendi bisa bengkak, memerah, dan nyeri. Mengurangi berat badan bisa menjadi salah satu solusi.

Kolesterol tinggi. Kegemukan cenderung memicu tingginya kolesterol jahat (LDL) ketimbang kolesterol baik (HDL). Banyaknya kolesterol jahat menjadi penyebab penyakit kardiovaskular dan stoke.

GERD atau refluks asam. Obesitas meningkatkan refluks karena lemak perut memberikan tekanan pada cincin otot yang ada di bawah kerongkongan.

Ukuran tabung cincin ini sekitar 10 inci yang menghubungkan tenggorokan ke perut. Dalam kondisi tidak obesitas, fungsinya mencegah kembalinya asam lambung ke kerongkongan.

Osteoarthritis. Kelebihan berat badan menyebabkan sendi mengalami tekanan berlebih untuk menopang tubuh. Akibatnya, dimungkinkan sendi mengalami osteoarthritis yang justru akan merusaknya dalam jangka panjang.

Kanker. Obesitas punya peran penting dalam pembentukan sel kanker secara aktif. Dan, risiko kanker yang kerap ditemui pada tubuh gemuk adalah kanker usus, payudara, dan tenggorokan.

Gagal jantung. Peningkatan indeks massa tubuh dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal jantung.

Menyebabkan gangguan tidur. Orang berbadan gemuk cenderung lebih berisiko mengalami gangguan tidur.

Menyebabkan gangguan pada lutut dan pinggang. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Di samping itu kamu juga berisiko mengalami gangguan punggung akibat beban yang berlebih.

Meningkatkan risiko terhadap penyakit kronis. Orang dengan tubuh terlalu gemuk cenderung lebih berisiko mengidap beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, liver, artritis, serta gangguan kandung empedu.

Kelebihan berat badan dapat memengaruhi kinerja hormon insulin penyebab diabetes dan meningkatkan risiko sakit jantung.

Lemak berlebih mengganggu jantung karena menimbulkan timbunan kolesterol, kenaikan tekanan darah, dan penyumbatan arteri. Selain itu kelebihan lemak membuat darah kehilangan kemampuan untuk membeku yang dapat menyebabkan stroke.

Pada wanita, kegemukan dapat mengakibatkan datang bulan yang tidak teratur dan gangguan infertilitas.

Pada akhirnya, orang bertubuh gemuk memiliki risiko hidup lebih pendek dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal.

Diskriminasi dan tidak percaya diri. Remaja yang memiliki tubuh gemuk cenderung memiliki masalah psikologis dan sosial.

Mereka berisiko menjadi remaja yang tidak percaya diri dan mengalami diskriminasi atau bullying dari teman-teman sekitarnya.

Meningkatnya risiko terkena kanker. Pada pria, kegemukan juga dapat mengakibatkan meningkatnya risiko terkena berbagai jenis kanker seperti adenokarsinoma esofagus, kanker kantung empedu, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker tiroid, dan kanker kolon.

Sementara pada wanita, kegemukan dapat meningkatkan risiko terkena kanker ginjal, kanker kantung empedu, adenokarsinoma esofagus, dan kanker rahim.

Ada banyak alasan medis untuk menjaga agar tubuh tidak terlalu gemuk. Oleh karenanya, jangan tunda lagi untuk menjaga berat badan tetap sehat dengan menerapkan pola makan sehat dan berolahraga teratur.

Ketahui apakah berat badanmu sudah mulai berlebih dengan memeriksakan diri ke dokter. Dengan berat badan normal, risiko penyakit akan menjadi menurun dan kualitas hidupmu dapat tetap maksimal.

Mungkin kamu pernah mendengar ada orang yang menyalahkan masalah kelebihan berat badan yang dimilikinya pada metabolismenya yang rendah.

Benarkah metabolisme yang rendah pelakunya? Jika memang demikian, apa sebenarnya hubungan metabolisme dengan berat badanmu?

Meskipun metabolisme memang berkaitan dengan berat badan, bukan berarti ini selalu jadi penyebab kegemukan. Seringkali, makanan serta minuman yang kamu konsumsi, dan aktivitas fisik kamu lah yang jadi penyebab bobot badan membengkak.

11Peran Metabolisme: Ubah Makanan Jadi Energi

carasehat123.blogspot.com

Metabolisme adalah suatu proses biokimia kompleks dimana tubuhmu mengubah apapun yang dimakan dan diminum menjadi energi.

Selama proses ini, kalori dalam makanan dan minuman digabungkan dengan oksigen, kemudian dilepaskan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

Bahkan sewaktu beristirahat pun, tubuh masih membutuhkan energi—untuk bernapas, mengalirkan darah, mengatur hormon, memperbaiki sel tubuh yang rusak serta menciptakan sel baru.

Jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi dasar ini disebut sebagai “tingkat metabolisme basal”.

Jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar cukup stabil dan tidak mudah berubah. Tingkat metabolisme basalmu mencakup sekitar 60-75 persen kalori yang dibakar tubuh setiap harinya.

Beberapa faktor yang menentukan tingkat metabolisme basal dan jumlah kalori yang dibakar setiap harinya adalah

Ukuran dan Komposisi Badan. Jika kamu berbadan besar (bukan gemuk) atau memiliki masa otot lebih besar, maka tubuhmu membakar kalori lebih banyak dibanding orang lain yang berbadan sedang atau kecil.

Jenis Kelamin. Pria umumnya memiliki lemak tubuh lebih sedikit dan masa otot lebih besar daripada wanita di usia dan berat badan yang sama. Oleh karenanya, pria umumnya membutuhkan kalori lebih banyak dari wanita.

Usia. Seiring usiamu bertambah, masa otot pun cenderung berkurang dan digantikan dengan lemak, sehingga tubuh membakar lebih sedikit kalori.

Pengolahan Makanan (Termogenesis). Untuk mencerna, menyerap, mengangkut dan menyimpan makanan yang dikonsumsi juga butuh kalori.

Hal ini mencakup sekitar 10 persen dari total kalori yang digunakan setiap hari. Umumnya kebutuhan energi untuk mengolah makanan relatif stabil dan tidak mudah berubah.

Aktivitas Fisik. Bermain bola, berjalan mengelilingi supermarket, lari dikejar anjing, lari mengejar maling atau aktivitas lain menambah jumlah kalori yang dibakar tubuh setiap hari. Aktivitas fisik adalah faktor yang paling bisa diubah dibanding faktor lain

12Hubungan Metabolisme dan Berat Badan

health.kompas.com

Metabolisme adalah suatu proses alami tubuh, jadi tubuh akan menyesuaikannya untuk menutupi kebutuhanmu.

Itulah sebabnya kalau kamu mencoba diet sampai kelaparan, tubuh akan mengimbangi dengan merendahkan tingkat metabolismenya untuk menghemat pengeluaran kalori.

Hanya dalam kasus tertentu—misalnya memiliki sindrom Cushing dan penyakit hipotiroid, metabolisme rendah dapat disalahkan jadi penyebab kegemukan.

Namun pada sebagian besar kasus, kelebihan berat badan adalah hasil dari asupan kalori berlebihan.

Oleh karena itu, cara terbaik bagimu untuk menurunkan berat badan yaitu mengurangi asupan kalori serta meningkatkan aktivitas fisik agar kalori lebih banyak dibakar, bukan dengan pasrah menyalahkan metabolisme.

13Penyebab Badan Gemuk

informasikan.com

Faktor Genetik. Gemuk ternyata merupakan salah satu hal yang terjadi akibat turunan. Nyatanya, faktor satu ini merupakan faktor penyebab yang utama.

Pola Hidup. Berat badan yang berlebih biasanya juga terjadi akibat pola hidup yang salah atau tidak sehat.

Pola hidup yang tidak sehat ini meliputi beberapa hal yang biasa dilakukan padahal hal itu tidak baik untuk kesehatan, misalnya: terlalu banyak ngemil, insomnia, stres, mengkonsumsi makanan berlemak, dan susah atau malas untuk berolahraga.

14Ternyata, Badan Gemuk Punya Dampak Positif!

brilio.net

Banyak kondisi kesehatan yang terpengaruh ketika seseorang overweight, kebanyakan berupa dampak negatif.

Namun, sebuah penelitian terbaru justru menemukan dampak positif dari overweight, yaitu orang gemuk memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami kepikunan.

Hasil penelitian yang cukup mengejutkan ini memang berlawanan dengan sejumlah pernyataan terkait kesehatan dari kelebihan berat badan maupun gemuk.

Bahwa kedua kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, diabetes, beberapa jenis kanker, dan masalah penyakit lainnya.

Temuan yang dipublikasikan dalam Lancet Diabetes & Endocrinology diperoleh dari analisis  terhadap sekitar 2 juta orang Inggris.

Studi dilakukan oleh tim dari Oxon Epidemiology dan London School of Hygiene and Tropical Medicine setelah menganalisis rekam medis dari para responden yang berusia rata-rata 55 tahun selama dua dekade.

Analisis konservatif mereka menunjukkan orang-orang dengan berat badan kurang mengalami risiko demensia 39 persen lebih besar dibandingkan dengan yang memiliki berat badan sehat.

Tetapi, mereka dengan kelebihan berat badan memiliki penurunan demensia 18 persen dan 24 persen untuk yang gemuk.

Dr. Nawab Qizilbash merupakan pimpinan penelitian tersebut. Sisi yang menjadi perdebatan adalah pengamatan bahwa orang overweight dan gemuk memiliki risiko dementia lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki indeks massa tubuh sehat, normal.

Penjelasan untuk efek perlindungan ini masih kurang. Ada sejumlah pendapat bahwa kekurangan vitamin D dan E berkontribusi terhadap demensia dan lebih sedikit pada mereka yang asupan makanannya terbilang kurang.

Hanya saja, temuan yang menyatakan orang gemuk memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami kepikunan ini, dikatakan Dr. Qizilbash bukan menjadi alasan untuk menimbun berat badan.

15Menjadi Gemuk Dapat Kurangi Resiko Demensia

info-bogor.com

Hampir setiap orang ingin memiliki tubuh yang langsing dan lebih kurus dengan alasan tubuh lebih indah jika dilihat. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan berat badan. Namun, jangan pesimis jika anda memiliki tubuh gemuk.

Tuhan telah menciptakan manusia sesempurna mungkin dan pasti ada hikmah dibalik kekurangan itu. Memiliki tubuh gemuk tidak seburuk yang dipikirkan orang dan ternyata memiliki tubuh gemuk mengurangi resiko demensia.

Para peneliti mengakui terkejut dengan temuan mereka, yang bertentangan dengan saran kesehatan saat ini.

Analisis yang dilakukan hampir pada dua juta orang di Inggris, di Lancet Diabetes & Endokrinologi, menunjukkan orang kurus memiliki risiko tertinggi demensia.

Demensia sendiri adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Demensia (dementia) bukanlah penyakit tersendiri, tetapi sekelompok gejala yang mencirikan penyakit dan kondisi.

Demensia umumnya didefinisikan sebagai penurunan mental progresif, terutama fungsi memori dan penilaian, yang seringkali disertai dengan disorientasi, linglung dan disintegrasi kepribadian atau lebih mudahnya demensia adalah kepikunan.

Tim di Oxon Epidemiologi dan London School of Hygiene dan Tropical Medicine menganalisis catatan medis dari 1.958.191 orang berusia rata-rata 55 tahun, selama dua dekade.

Analisis yang paling konservatif menunjukkan orang kurus memiliki risiko demensia 39% lebih besar dibandingkan dengan berat badan normal.

Tetapi orang-orang yang kelebihan berat badan memiliki pengurangan 18% pada resiko demensia dan pengurangan 24% resiko demensia untuk obesitas.

Sisi kontroversialnya adalah bahwa orang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan orang dengan indeks massa tubuh normal dan sehat.

Ada beberapa tanggapan bahwa kekurangan vitamin D dan E berkontribusi terhadap demensia dan demensia tidak banyak terjadi pada mereka yang makan lebih banyak.

Peneliti melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab masalah ini.

Pernahkah kamu mendapat pengalaman berat badan yang makin bertambah justru ketika di bulan puasa? Rasanya pasti tak enak sekali kalau di akhir bulan Ramadan, kamu terkejut mengetahui bobot badan naik saat melihat timbangan?

Puasa Ramadhan sering dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menurunkan berat badan agar menjadi lebih ideal.  Hal ini memang wajar terjadi, karena saat berpuasa, seseorang harus membatasi makanan yang dikonsumsi, meski pada malam hari sekalipun.

Namun bagi beberapa orang, justru yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu saat bulan ramadhan berat badannya bertambah. Umumnya, penyebab utama dirimu malah makin gemuk saat bulan puasa adalah karena salah menetapkan pola makan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil penelitian Dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono yang menjelaskan, bahwa meningkatnya berat badan saat puasa ramadhan bisa disebabkan karena pola makan yang salah pada saat sahur dan berbuka.

Adapun kesalahan-kesalahan yang paling umum adalah pilihan jenis makanan dan jumlah makanan yang harus dikonsumsi.

Kebiasaan orang Indonesia adalah berbuka puasa dengan minuman dan makanan manis, sehingga menjadi salah satu pemicu kenaikan berat badan saat puasa ramadhan.

Rasa manis membuat otak cenderung tidak cepat merasa dipuaskan, padahal kalori yang diminum atau dimakan sebenarnya sudah banyak.

Dampak minuman dan makanan manis juga membuat anda ketagihan. Setelah makan atau minum manis, maka seseorang akan lebih mungkin untuk ingin makan manis-manis lagi.

Minuman dan makanan manis saat berbuka puasa juga mempercepat kenaikan gula darah, sehingga  sangat berisiko bagi penderita diabetes mellitus.

Untuk ibu, bagi anda yang tidak ingin gemuk saat puasa ramadhan, sebaiknya berbuka puasa, dengan mengutamakan untuk mengganti cairan yang hilang terlebih dahulu dengan mengkonsumsi air putih.

Setelah itu makan buah yang manis seperti kurma untuk mengganti kadar karbohidrat dalam tubuh yang menurun setelah selama berpuasa seharian.

Pemicu kegemukan saat berpuasa adalah makanan cepat saji sebagai hidangan berbuka puasa ramadhan. Padahal makanan berlemak sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan bagi tubuh yang berpuasa.

Sebaliknya, zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk ibu adalah karbohidrat dan protein. Sehingga sangat bermanfaat saat di puasa ramadhan.

Saat puasa agar tidak tambah gemuk, maka  sebaiknya juga memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Banyak yang beranggapan bahwa orang merasa perlu makan lebih banyak dari yang seharusnya. Inilah yang membuat berat badan naik secara drastis saat berpuasa.

Jadi, supaya kamu tak makin gemuk saat bulan puasa, coba ikuti strategi ini. Strategi ini bisa langsung kamu ikuti di hari pertama puasa. Pastikan kamu juga punya komitmen kuat untuk mempraktekan tips-tips ini sedini mungkin.

Jangan Lupa Makan Sahur. Makan sahur jangan sampai dilewatkan ya. Konsumsi makanan yang lama dicerna seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan bulir utuh. Untuk minumannya, pilih air putih atau jus buah. Hindari minuman berkafein.

Kenapa? Karena minum minuman berkafein bisa membuatmu lebih sering buang air kecil dan bisa-bisa membuat tubuhmu lebih cepat kekurangan cairan.

Jangan Berlebihan Saat Buka Puasa. Kalau sudah masuk waktu buka puasa, kamu bisa kalap ingin mengonsumsi semua makanan yang ada. Jangan terburu-buru menyantap semua hidangan yang ada. Awali dengan air putih dan kurma.

Air putih bisa mengembalikan cairan yang dibutuhkan tubuh dan buah kurma bisa menormalkan energi tubuhmu kembali.

Kurangi Makanan yang Manis-manis. Segala macam menu makanan yang mengandung gula perlu dikurangi.

Untuk menu takjil, kamu bisa pilih yang mengandung buah-buahan segar dengan rasa manis alami tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Atau kalau memang ingin menikmati es sirup, es cendol, atau kolak, cukup konsumsi satu porsi saja.

Tetap Aktif Berkegiatan. Puasa bukan berarti bermalas-malasan. Kamu tetap harus aktif bergerak dan berkegiatan. Kalau puasa seharian hanya diisi dengan tidur atau diam seharian, bisa-bisa kalori di tubuhmu tidak ada yang terbakar.

Kurangi Makanan yang Mengandung Banyak Minyak. Kurangi mengonsumsi makanan yang digoreng.

Semakin banyak minyak yang digunakan, kandungan lemak dan kalori makanan bisa makin bertambah.

Jadi selain pemilihan bahan makanan untuk santap buka dan sahur, kamu juga perlu memperhatikan cara pengolahannya.

Intinya, kamu tetap perlu mengontrol nafsu makanmu selama menjalani puasa sebulan penuh. Makan secukupnya sesuai kebutuhan tubuhmu.

Dan tetap lakukan aktivitas dan rutinitasmu dengan baik. Oh ya, jangan kebanyakan ngemil juga. Kebiasaan ngemil kalau tidak dikontrol dengan baik bisa jadi faktor penyebab kegemukan.