Hampir seluruh masyarakat Indonesia tentu mengenal tempe. Tempe sebagai makanan merakyat adalah lauk murah meriah yang dapat dijangkau semua kalangan.

Jangan salah, meskipun harga setiap potongannya murah namun kandungan gizi pada tempe cukup tinggi.

Proses fermentasi dengan kapang Rhyzopus sp membuat makanan dari kedelai ini tak hanya tinggi protein namun juga tinggi antioksidan dan zat gizi lainnya.

www.1001resepmasakan.com
www.1001resepmasakan.com

Berbagai usia bahkan orang yang memiliki berbagai penyakit sekalipun tak ada yang dilarang untuk mengkonsumsi tempe.

Beberapa kabar yang beredar, proses pembuatan tempe sangat tidak higienis sehingga membuat sebagian orang jijik untuk mengonsumsinya. Ada yang bilang cara membuatnya dengan diinjak-injak si pembuat tanpa alas kaki.

www.museumcommons.blogspot.com
www.museumcommons.blogspot.com

Belum lagi cucuran keringat yang turut tercampur ke dalam kedelai yang akan difermentasi. Jika kamu termasuk dalam salah satu orang ini, maka alternatif solusi yang disarankan adalah membuat tempe sendiri.

Begitu juga dengan kamu yang merantau di luar negeri. Untuk memenuhi kerinduanmu pada tempe, buatlah tempe sendiri.

Tentu kamu masih ingat dengan tokoh Azam di film Ketika Cinta Bertasbih yang berprofesi sebagai pembuat tempe di Mesir. Lumayan sebagai tambahan penghasilan untuk mahasiswa dengan uang saku terbatas.

Cara membuat tempe sebenarnya tidaklah sulit. Berikut cara membuat tempe yang higienis dan sehat.

1Siapkan Bahan-Bahan

www.tasty-indonesian-food.com

Beberapa bahan yang perlu disiapkan diantaranya kedelai 1 Kg, ragi tempe Rhyzopus sp, dan tepung tapioka 1 sendok makan.

2Persiapan Kedelai Sebelum Fermentasi

www.cheflapetite.blogspot.com

Langkah pertama pilihlah kedelai yang berkualitas baik. Kemudian bersihkan dari sampah, batu, dan pengotor lainnya. Cuci dengan air sampai benar-benar bersih. Masukan kedelai bersih tersebut ke dalam baskom atau panci besar.

Tuangkan air mendidih hingga semua kedelai terendam sempurna. Biarkan kedelai terendam selama 12 jam.

Langkah selanjutnya, cuci kembali kedelai yang telah direndam dengan air bersih. Aduk-aduk dengan tangan sampai semua kulit ari pada kedelai terlepas dan sebagian besar biji kedelai terbelah. Buanglah limbah kulit ari kedelai tersebut.

Kemudian kukus kedelai selama kurang lebih 30 menit. Proses pengukusan ini bertujuan agar kedelai lebih empuk sehingga mudah difermentasi oleh kapang.

Angkat kedelai dan hamparkan di atas wadah yang luas. Tambahkan tepung tapioka yang telah disiapkan. Biarkan kedelai menjadi dingin pada suhu kamar. Jika kamu ingin lebih cepat dingin, kipasilah hamparan kedelai tersebut.

3Lakukan Proses Fermentasi

www.linaresshelvy.com

Kedelai yang sudah dingin selanjutnya difermentasi dengan kapang Rhyzopus sp. Ratakan kapang yang sudah disiapkan pada semua kedelai.

Bungkuslah kedelai yang sudah diberi kapang tersebut dengan plastik atau daun pisang dengan ketinggian 2-3 cm.

Jika kamu membungkus dengan plastik, berilah lubang kecil-kecil dengan cara menusuk-nusuk kemasan. Hal ini dimaksudkan agar proses fermentasi berlangsung secara aerob.

Kedelai siap diinkubasi selama 2 x 24 jam sampai 3 x 24 jam pada suhu ruang. Kedelai yang baik terdapat hifa yang merata pada semua bagian dan tekstur tempe menjadi sedikit padat.

www.kimpurwoagung.blogspot.com
www.kimpurwoagung.blogspot.com

Proses pembuatan tempe melibatkan mikroorganisme yaitu kapang Rhysopus sp. Oleh karenanya jaga kondisi saat pembuatan tempe benar-benar bersih. Jika kurang bersih maka dapat terjadi kontaminasi dengan mikroorganisme lain.

Kontaminasi inilah penyebab utama kegagalan dalam membuat tempe. Biasanya timbul bau tidak enak dan menyengat. Bisa juga ada hifa yang berwarna hitam di akhir proses fermentasi.

Cukup mudah bukan cara membuat tempe? Kamu dapat menjadi Azam versi baru dengan menjadi produsen tempe dengan brand sehat dan higienis.

SHARE