Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan

“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36)

“Jibril senantiasa bewasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya” (HR. Al Bukhari).

Berikut ini diantara adab-adab seorang muslim kepada tetangganya yang patut kita perhatikan.

1Menghormati Tetangga dan Berperilaku Baik

lifelisted.com

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih)

Kata tetangga mencangkup tetangga yang muslim dan juga yang kafir, ahli ibadah dan orang fasik, teman dan lawan, orang asing dan penduduk asli, yang memberi manfaat dan yang memberi mudharat, kerabat dekat dan bukan kerabat dekat, rumah yang paling dekat dan paling jauh.

2Bangunan Rumah Jangan Mengganggu Tetangga

realestateinsidermag.com

Usahakan semaksimal mungkin untuk tidak menghalangi mereka mendapatkan sinar matahari atau udara.

Kita juga tidak boleh melampaui batas tanah milik tetangga, baik dengan merusak ataupun mengubah, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaannya.

Termasuk hak-hak bertetangga adalah tidak menghalangi tetangga untuk menancapkan kayu atau meletakkannya di atas dinding untuk membangun kamar atau hal lainnya.

Sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, “Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (tembok)nya”

Akan tetapi, diperbolehkannya menyandarkan kayu ke dinding tetangga dengan beberapa syarat. Pertama, tidak merusak atau merobohkan dinding tembok.

Kedua, dia sangat membutuhkan untuk meletakkan kayu itu di dinding tetangganya. Ketiga, tidak ada cara lain yang memungkinkan untuk membangun selain menyandarkan kepada tembok tetangga.

3Memelihara Hak Tetangga, Terutama yang Paling Dekat

properti.kompas.com

Diantara hak-hak tetangga yang harus kita pelihara adalah menjaga harta dan kehormatan mereka dari tangan orang jahat baik saat mereka tidak di rumah maupun di rumah.

Memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata dari keluarga mereka yang wanita dan merahasiakan aib mereka.

Adapun tetangga paling dekat memiliki hak-hak yang tidak dimiliki oleh tetangga jauh. Hal ini dikutip dari pertanyaan ibunda ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku memiliki dua tetangga, manakah yang aku beri hadiah?’

Nabi menjawab, ‘Yang pintunya paling dekat dengan rumahmu’” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Abu Dawud)

Ketika Rasulullah Saw memerintahkan hal tersebut, diketahui bahwa hak tetangga yang paling dekat lebih didahulukan daripada hak tetangga yang jauh.

4Tidak Mengganggu Ketenangan

life-in-saudiarabia.blogspot.com

Seperti mengeraskan suara radio atau TV, atau menutupi jalan bagi mereka. Seorang mukmin tidak dihalalkan mengganggu tetangganya dengan berbagai macam gangguan.

Dalam hadits Abu Hurairah ra disebutkan adanya larangan dan sikap tegas bagi seseorang yang mengganggu tetangganya.

Rasulullah Saw menggandengkan antara iman kepada Allah dan hari Akhir, menunjukkan besarnya bahaya mengganggu tetangga. Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah Saw bersabda,

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”

5Jangan Kikir Memberi Nasehat dan Saran

artikel.masjidku.id

Sudah seharusnya kita mengajak mereka agar berbuat ma’ruf dan mencegah yang mungkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasehat baik, tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekan mereka.

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Tamim bin Aus Ad Dari ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Agama itu nasihat.” Kami (para shahabat) bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin” (HR. Muslim, Ahmad, An-Nasa’i, dan Abu Dawud).

6Memberikan Makanan

infomakan.com

“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” (HR. Muslim).

Adapun tetangga yang pintunya lebih dekat dari rumah kita yang lebih didahulukan untuk diberi sesuatu. Makanan, misalnya.

7Ikut Bergembira dan Berduka

adeindraprasetia.weebly.com

Kita jenguk tetangga kita apabila ia sedang sakit, kita tanyakan kehadirannya apabila ia tidak ada, bersikap baik apabila kita menjumpainya, dan hendaknya sesekali kita undang mereka untuk datang ke rumah kita.

Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka luluh dan akan menimbulkan rasa kasih sayang. Karena sebaik-baik manusia adalah yang akhlaknya paling baik.

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Bukhari, Ahmad, dan At-Tirmidzi)

8Tidak Mencari-cari Kesalahan Tetangga

cneinc.org

Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan tetangga kita. Jangan pula bahagia apabila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.

9Sabar atas Perilaku Kurang Baik Mereka

realtor.com

“Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah. Disebutkan diantaranya: “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah boleh kematian atau keberangkatannya” (HR. Ahmad)

Maka orang yang terzhalimi disunnahkan menahan marah dan memaafkan orang yang menzhaliminya.

“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syuura: 37).

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran:134).