Saat ini, perkembangan bisnis kroto semakin meningkat pesat, banyak sekarang orang mulai berburu anak hewan semut merah ini.

Bisa dikatakan cukup unik memang, secara semut adalah hewan yang sangat kecil dan jika dicermati kurang bermanfaat bagi manusia. Tapi namanya manusia yang terus mencoba, akhirnya menemukan apa yang bermanfaat dari semut. Akhirnya mereka banyak yang berburu setelah tahu manfaatnya.

Mereka yang berburu biasanya dengan membawa alat kayu dan wadahnya yang cukup panjang, mereka rela berjalan kaki jauh dan mencari ke pelosok kebun untuk mendapatkan barang ini.

Mereka yang berburu jelas tak takut resikonya, dilihat dari aktifitasnya memang minim resiko, tapi jika tidak hati-hati, bisa saja ada ular hijau yang sering bersemayam di pohon menyerang, karena ular hijau ini tidak begitu kelihatan ketika berada di pepohonan.

Kroto hasil produksi semut merah atau semut rangrang ini harganya mahal kalau di jual di pasaran, secara memang barang yang mulai langka dan banyak bergunaya bagi manusia, terutama bagi mereka yang hobi dengan kicau burung.

Mungkin masih bingung apa itu kroto? Kroto ini merupakan saduran dari bahasa jawa, tapi juga digunakan di bahasa Indonesia secara umumnya, karena tidak nama lain selain nama itu.

Kroto adalah anak semut rangrang yang berwarna putih dan bersih, seperti bayi yang masih kecil, lemas dan belum bisa berjalan. Besarnya memang tidak sama, ada yang kecil, ada juga yang cukup besar, biasanya ini tergantung induknya.

Biasanya kroto ini akan dibawa dan dipelihara oleh per semut, 1 semut biasanya 1 kroto. Jumlah kroto dalam suatu sarang akan tergantung oleh jumlah indukannya, semakin banyak indukan, akan semakin banyak kroto yang dihasilkan.

Manfaat kroto itu sendiri juga sangat banyak, biasanya kroto bagus untuk umpan ikan dan trus diburu para pemancing tapi ternyata kroto juga sangat bagus untuk tumbuh kembang para burung kicau, alhasil mereka  yang hobi kicau burung rela membeli kroto yang harganya lumayan itu.

Memang bisnis kroto ini sangat menguntungkan, alhasil banyak mereka yang berinovasi dari berburu kroto menjadi budidaya kroto.

Budidaya kroto inipun juga tidaklah sulit dan kita juga tidak perlu menyiapkan modal besar untuk memulai usaha ternak kroto.

Perawatan hewan kecil berwarna merah ini sangat sederhana, bahkan bisa dikatakan sama sekali tidak memerlukan biaya hingga menguras isi kantong.

Kamu yang suka dengan budidaya, mengarah ke bisnis dan kamu tidak punya modal banyak, tentu budidaya kroto ini sangat cocok bagi kamu.

Modal yang utama yang harus kamu punya yaitu sabar, teliti dan rajin, pasti kamu akan berhasil, yuuk disimak dibawah ini ada cara budidaya kroto yang bisa kamu praktekkan di rumah.

1Siapkan Tempat

jualbibitkroto.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah sediakan tempat, nah kamu bisa milih dengan toples. Toples bisa untuk media berkembang dan tempat tinggal para semut rangrang. Kamu bisa memilih toples apa aja bebas model dan ukuran, tapi ukuran sedang itu ukuran terbaik.

Atau bisa kamu sesuaikan dengan jumlah semutnya, semakin banyak semut yang akan di budidaya, semakin besar toples atau juga bisa semakin banyak jumlah toples yang digunakan.

Dulu memang media paralon dan bambu yang digunakan orang untuk budidaya kroto tapi sekarang media toples kini lebih banyak dipakai.

Media toples dianggap lebih praktis karena kita tinggal beli ditoko, tidak ribet membuat seperti paralon atau bambu yang harus memotong terlebih dahulu, sederhana dan mudah memindahkannya, dan tentu pastinya lebih fleksibel bisa ditaruh dimana saja daripada media bambu dan paralon.

Tapi tidak bisa dipungkiri ada banyak kekurangan ketika budidaya dengan toples, yaitu hanya sekali panen dalam satu kali budidaya dan larva dan koloni akan berpotensi busuk. Istilahnya media toples ini hanya untuk jangka pendek.

Bagi kamu yang ingin coba-coba atau ingin latihan dulu, pakai wadah dengan toples bisa jadi alternatif,  tapi tidak bisa dipungkiri bahwa mereka yang menggunakan toples banyak yang gagal, itu bukan karena toplesnya, tapi karena orangnya yang kurang rajin.

Jika menggunakan toples, untuk toples kroto bebas ukuran, kalau bisa usahakan toples yang transparan atau berwarna terang, karena itu akan memudahkan kita ketika ingin melihat semutnya.

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk tempat adalah melubangi toples di bagian bawahnya, lubangnya kecil-kecil saja, lubang ini berguna sebagai saluran keluar masuk semut rangrang dan sebagai sirkulasi udara para semut.

Jika kamu menggunakan toples maka buatkan lubang pada toples tersebut dengan diameter 1 cm di bagian samping atas toples.

Hal ini penting bagi para semut rangrang, karena lubang kecil ini nantinya akan dijadikan jalur untuk keluar masuk semut rangrang tersebut pada saat mengambil makanan yang berada di luar toples.

Setelah toples dilubangi maka semut rangrang siap untuk dimasukan. Setelah semut masuk ke toples maka toples yang sudah dilubangi tersebut harus ditutup sekitar 2-3 jam.

Hal ini dilakukan supaya semut yang baru mendiami toples tersebut dapat beradaptasi di dalam toples tersebut.

distributorkroto.blogspot.com
distributorkroto.blogspot.com

Apabila kamu ingin menggunakan pipa pvc atau paralon maka yang harus diperhatikan ukuran pipa tersebut, ukuran pipa yang akan digunakan yang memiliki ukuran 1,5 atau 2 inci.

Perlu diperhatikan bahwa ukuran ini sangat berpengaruh terhadap produktifitas semut tersebut ketika menghasilkan kroto. Dan inilah kelebihan yang kita dapatkan ketika menggunakan pipa.

Hasil produksi telur kroto yang dihasilkan mengunakan pvc lebih banyak dan lebih padat,jika dibandingkan mengunakan media lain. Koloni sangat betah dan merasa nyaman sehingga perkembang biakan koloni sangat cepat dikarekan media berwarna gelap.

Koloni jarang berpindah sarang/media sehingga hasil produksi telur optimal. Pasca panen media sanggat mudah untuk dibersihkan

Media bisa bertahan lama dan tidak akan rusak dalam kurun waktu 5-10 tahun masa budidaya. Jadi bisa dikatakan menggunakan pipa paralon ini untuk budidaya jangka panjang.

Untuk para pebisnis yang bener-bener ingin berjalan dengan baik memang disarankan menggunakan paralon, walau awalnya menggunakan uang yang agak besar tapi hasilnya tidak mengecewakan dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Caranya setelah mendapatkan pipa yang sesuai, potonglah pipa tersebut dengan ukuran panjang 20 cm, ukuran ini untuk memudahkan penyimpanan pipa tersebut di atas rak.

Untuk pipa itu sendiri tidak perlu dilubangi, karena sudah ada 2 lubang besar, semut rangrang akan beraktifitas melalui kedua lubang pipa tersebut.

Susunlah pipa-pia seperti gambar diatas, bertumpuk-tumpuk dan bentuknya semakin ke atas semakin mengerucut. Usahakan jangan tumpukan atas terlalu banyak, yang dibawah saja yang di tata yang banyak.

Perlu kamu tahu bahwa kelemahan dari pipa selain, kamu butuh biaya untuk membelinya dan memotongnya, kamu juga harus punya tempat khusus untuk menaruh pipa-pia tersebut agar tidak gampang gerak kalau kena angin atau goncangan.

Angin besar dan goncangan ini akan mempengaruhi kestabilan aktifitas semut, secara saat di rumah pohon saja, ketika ada getaran baik dari angin atau dari manusia, semut seolah-olah akan siaga, menggigit erat dedaunan agar tidak jatuh atau menyerang manusia yang menganggu sarangnya.

Ada cara atau wadah lain selain menggunakan toples atau pipa paralon yaitu menggunakan bambu atau botol aqua, keduanya ini hampir mempunyai kekurangan dan kelebihan yang hampir sama.

Kelebihannya hanya mudah mendapatkan media dan sangat kecil biaya produksinya. Untuk kekurangannya banyak sekali sepeti dibawah ini.

Potensi koloni diluar media terbuka lebar, cara pemanenan sulit dan sekali panen harus mulai pembibitan mulai dari awal lagi. Hasil produksi telur tidak maksimal, bahkan bisa dibilang kecil-kecil krotonya, sehingga dalam timbangan tidak bagus.

2Pembuatan Rak

krotojogja.com

Hal berikutnya yang harus kamu punya adalah rak. Rak ini bisa dibuat sendiri atau bisa pesan ke tukang kayu atau tukang meubel. Atau kamu juga bisa membeli jadi di toko besi atau market yang menyediakan rak.

Rak juga bisa pesan ke tukang besi atau las kalau pengen rak dari besi, kalau besi mungkin akan menghabiskan banyak biaya, tapi rak besi ini akan lebih awet, tahan lama dan suatu saat bisa dijual lagi jika sudah tidak dibutuhkan.

Tergantung modal kamu berapa, kalau pengen rak dari kayu atau pipa yang disambung itu juga bisa, tapi kualitasnya memang tidak sekuat besi.

Rak ini bertujuan untuk koloni semut rangrang agar mereka dapat hidup di sekitar rak itu dan tidak keluar kemana-mana. Mereka akan seliweran didaerah sekitar rak itu saja, toh nanti makanan mereka juga sudah disiapkan.

Dibuatnya rak ini akan semakin memudahkanmu untuk memonitor perkembangan semut rangrang. Selain itu penataan rumah semut baik toples atau pipa juga akan rapi.

Kamu bisa menaruh rak ini di belakang rumah yang tentunya sudah terlindungi dari panas dan hujan. Atau juga bisa kamu taruh di tempat khusus, yang pasti jangan terlalu dekat kamar tidur.

Untuk ukuran rak itu sendiri yang standar yaitu memiliki tinggi 1,5 meter panjang 2 meter dan lebarnya 0,5 meter. Buatlah tahapan-tahapan pada rak tersebut dengan ketinggian 30-40 cm dengan alas triplek.

Ketinggian kaki dari batasan lantai ke rak yang paling bawah ukurannya sama yaitu 30 cm, hal ini menjaga semut supaya tidak keluar dari rak, sehingga tidak akan lari kemanapun.

jualbibitkroto.com
jualbibitkroto.com

Pada bagian kaki rak harus memakai wadah yang berisikan air atau oil. Hal ini bertujuan untuk menjaga semut agar tidak keluar dari rak ketika melihat ada genangan air atau oli, tidak mungkin mereka akan melompat keluar.

Kita tahu semuanya ya, kelemahan semut utamanya adalah air atau genangan cairan, mereka tidak bisa berenang, jadi akan mati kutu tidak bisa bergerak atau akan menghindar jauh-jauh jika melihat air.

Untuk wadah air itu sendiri usahakan lebih besar dari kayu penyangga, gar kuat dan tidak mudah pecah.

3Siapkan Larva

commons.wikimedia.org

Hal berikutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari bibit semut merah atau semut rangrang, bibit disini yang dimaksud adalah larva semut itu sendiri, larva adalah bakal calon yang akan jadi semut.

Sebenarnya mengambil larva semut merah dari alam ini boleh-boleh saja, asal terkendali dan dengan cara yang tepat. Masalahnya, cara pengambilan kroto kadang kurang bijaksana dengan merusak seluruh sarang hingga bisa membahayakan koloni semut merah.

Seharusnya, yang diambil itu sarang yang berisi telur atau larva saja. Sarang yang tak ada telurnya atau sarang ratu semut sepatutnya tidak diusik.

Perlu kamu ketahui sarang atau koloni semut merah dalam satu pohon bisa mencapai lebih dari satu, yang terdiri atas sarang pusat, sarang telur, dan sarang satelit.

Sarang pusat biasanya terletak di tajuk pohon. Di sarang pusat ini berdiam ratu semut, yang jumlahnya mencapai 2-6 ekor per koloni.

Cara pengambilan larva yang aman itu sendiri yaitu jangan ambil dari sarang yang terlalu tinggi, karena terlalu tinggi sarang semut akan berpotensi merusak dan sedikit yang didapat.

Carilah sarang yang bisa dijangkau dengan memanjat pohon yang tidak terlalu tinggi, potong ranting utama yang dibuat sarang, lakukan dengan santai, jatuhkan sarang di tempat yang aman dan tidak terlalu tinggi.

Setelah itu bedahlah sarang, disitu semut akan bingung dan bubar bahkan mungkin menyerang. Untuk lebih cepat dan tepat, kita cari sarang ratu semut. Memang perlu kerja keras membedah satu per satu sarang untuk menemukan sang ratu.

Setelah menemukan sang ratu, kita bisa ambil larva yang ada di dalam sarang tersebut.

Begitu semuanya selesai, sarang masih ada semut rangrangnya segera kembalikan ke pohon, cukup dengan menaruhkan saja agar para semut segera berkumpul membuat sarang baru lagi.

Untuk ratu, larva dan beberapa semut rangrang yang sudah di dapat, jika nanti sampai dirumah segera kita letakkan ke pohon inang baru atau toples dan tutup rapat-rapat. Agar mereka cepat nyaman di tempat baru, suguhi mereka dengan bangkai serangga dan cairan manis.

Mungkin timbul pertanyaan kenapa ratu semut nya yang diambil, yup, karena ratu semut inilah yang produktif memproduksi telur atau kroto. Bentuk ratu itu sendiri bertubuh besar dibanding dengan semut lain, mempunyai sayap kecil seeprti tawon atau lalat hijau.

Sedangkan semut rangrang lain hanyalah pendukung utama dari ratu, semut jantan bertugas membuahi sang ratu,  sedangkan semut betina yang mandul bertugas mencari makanan dan  ikut menjaga bersama semut jantan jika ada gangguan dari luar.

Memang Lebih baiknya lagi, semut merah dibudidayakan untuk menghasilkan kroto. Apalagi, budidaya semut merah ini termasuk mudah dilakukan.

Secara alami, semut merah dapat menghasilkan 1 kg kroto dalam 10 hari. Tapi bukan berarti secara budidaya tidak bisa sampai 1kg, jika rajin beri makan, mungkin saja produksi lebih meningkat dari proses secara alami.

Sedangkan harga 1 kg itu sendiri di pasaran di jawa bisa tembus sampai 150 ribu, diluar jawa bisa lebih dari itu, lumayan banget kan?

4Siapkan Makanan

krotomaniajalancagak.blogspot.com

Setelah larva menjadi semut rangrang, tentu mereka akan berjumlah sangat banyak dan mereka akan bergerak mencari makan, karena tempat yang sudah kamu siapkan seperti di atas membuat mereka tidak bisa jauh-jauh mencari makan, jadi kita harus memberinya makan tiap hari.

Porsi makanan itu sesuaikan dengan jumlah semut yang ada di dalamnya,  beri makanan di siang hari dan cek apakah makanan itu masih sisa atau habis, kalau habis sore harinya bisa kamu beri lagi.

Filososi semut adalah hewan yang membawa makanan sebanyak mungkin, biasanya ditaruh ke dalam sarang dan dihabiskan bersama-sama dengan semut lain.

Jadi istilah diatas bisa digambarkan cara makan semut itu bareng-bareng, jadi sebanyak apapun makanan akan berpotensi cepat habis. Dengan ketersediaan makanan bagi mereka terjamin, maka produksi larva mereka juga akan semakin banyak dan bagus.

Untuk makanan semut rangrang sendiri bisa kita sediakan seperti serangga kecoa, ulat, jangkrik, bangkai hewan kecil, tulang atau sisa makanan berdaging lainnya.

Untuk nutrisi yang lebih bagus bisa kita tambahkan minuman yang manis, seperti air gula, lebih bagusnya lagi bisa ditambahkan sedikit madu. Kalau madu mungkin akan menghabiskan banyak biaya, lebih baiknya memakai gula merah.

Cara membuatnya cukup mudah, larutkan gula merah ke dalam air panas, setelah larut dan tunggu sampi dingin, sajikan ke semut.

Untuk porsi gula pebandingannya, setengah kg gula merah dengan seperempat liter air, jadi hasilnya nanti akan kental, tidak terlalu cair, semut akan kegirangan melihat makanan yang seperti itu.

Ini juga akan bertahan awet, dari campuran itu bisa bertahan sampai 10 hari. Bisa kita lihat disetiap hari, ketika semut mengeroyok permen yang jatuh, mereka perlu 2-3 hari untuk menghabiskan permen itu.

5Cara Benar Panen Kroto

jualkroto.com

Jika nutrisi makanan terjaga dan budidaya dilakukan dengan benar, maka dalam waktu 2-3 bulan, kroto sudah dapat dipanen dengan hasil yang melimpah.

Disebutkan di atas dalam 10 hari saja bisa menghasilkan 1 kg, jika dalam 2-3 bulan maka hasilnya tentu akan maksimal.

Dalam proses pemanenan ini tentu harus berhati-hati juga, jangan sampai melukai sang ratu atau banyak membunuh semut rangrang lainnya, karena jika sampai membunuh semut, maka produktifitas akan berkurang dan perlu waktu lagi untuk mengembalikan produktifitas seperti awalnya.

Cara pengambilan kroto saat panen usahakan memakai sarung tangan atau tangan yang dibungkus dengan plastik, saat mengambilnya tentu semut penjaga akan menyerang, tapi mereka akan menggigit sarung tangan atau plastik tersebut.

Saat mereka menempel di sarung tangan, cukup kibas-kibaskan agar mereka jatuh lagi di sarangnya. Dengan begitu mereka tidak akan mati atau terluka, sehingga tidak mengganggu produktifitas semut.

Atau juga bisa dengan mengalihkan perhatian para semut penjaga, yaitu berikan makanan yang sangat manis di luar sarang, di sekitar rak, semut rangrang dalam beberapa menit akan mendatangi makanan itu, sehingga penjagaan terhadap ratu dan larva akan berkurang, disitulah kesempatan terbaik untuk memanen.

Kuncinya memanen adalah di ratunya,  pokoknya jangan sampai ratunya terluka atau bahkan mati, karena ratu adalah produktifitas utama semut rangrang.

Untuk hasilnya, 1 toples kecil biasanya akan menghasilkan 1 ons kroto, tinggal mengalikan berapa jumlah toples yang kita gunakan. Sedangkan pipa biasanya akan lebih banyak, bisa sampai 3-4 ons, bahkan ada yang lebih dari itu.

Karena pipa itu sendiri luas, alhasil semut dapat bergerak mencari makan secara leluasa dan akhirnya mereka dapat berproduksi dengan maksimal.

6Gambaran Analisa Bisnis Kroto

bebeja.com

Jika menggunakan toples dan melakukan pembibitan sendiri begini analisanya.

Pengeluaran

Rak kayu                @250.000 x 2  =      500.000

Toples mini             @3000 x 200   =      600.000

Biaya pakan                                 =      400.000

Perlengkapan                               =      100.000

Total                                           =    1.600.000

Pendapatan

1 toples menghasilkan 1 ons, maka 200 toples akan menghasilan 200 ons, jika 10 ons itu 1 kg, maka total kroto yang didapat adalah 20 kg.

Di tahun 2015 kemarin harga kroto melonjak sampai 200 ribu, jika hasilnya 20 kg maka dikalikan 200 ribu, hasilnya adalah 4 juta rupiah dengan catatan tenaga dilakukan sendiri.

Itupun harga 200 ribu adalah harga yang terendah, bisa saja harga naik lebih tinggi. Jadi semakin tinggi harganya semakin banyak keuntungannya.

Sebagai catatan, analisa menggunakan toples hanya analisa sekali pakai atau sekali panen, setelah itu selesai dan harus mulai dari awal lagi. Dan analisa ini harganya adalah harga pulau jawa, agak sedeikit berbeda untuk daerah kota besar seperti jakarta, bandung dan kota besar lainnya.

Ingat Analisa ini hanya berlaku untuk yang menggunakan toples, tidak bisa digunakan untuk yang menggunakan pipa paralon atau wadah yang lainnya.

Tentu jika menggunakan pipa paralon analisanya akan jauh berbeda, karena biaya pipa paralon yang mahal dan hasilnya juga sangat berbeda.

7Potensi Penjualan Kroto

distributorkroto.blogspot.com

Kroto ini memang harganya baik, yang dimaksud baik adalah dari tahun ke tahun harga kroto jarang sekali turun, bahkan hampir tidak pernah, yang ada malah naik terus.

Ini dikarenakan stok kroto yang tidak terlalu banyak, tidak semua kota di Indonesia ada kroto, dilihat dari survei yang dilakukan, dalam 1 kota khususnya daerah pula jawa, rata-rata hanya ada 3-4 yang budidaya.

Yang menjadi salah satu faktor penting juga adalah para pemburu kroto secara tradisional atau secara langsung ambil di pohon-pohon, rata-rata mereka yang ambil secara langsung, itu akan merusak rumahnya dan tidak setiap rumah ada krotonya.

Bisa saja rumah itu baru membuat atau pada saat ratu akan bertelur, mereka pun tidak pilih-pilih rumah, asalkan kelihatan rumah semut rangrang, langsung main sodok, mau tidak mau rumah hancur, banyak yang mati dan inilah faktor penting kenapa kroto jumlahnya sangat sedikit.

Sedangkan permintaan selalu tinggi, khususnya bagi mereka pecinta burung bersuara indah dan mereka yang gila hobi memancing

Perlu kita ketahui mereka yang pecinta burung atau yang hobi banget dengan burung akan membeli kroto dengan harga berapapun, karena orang yang namanya suka tidak bisa diukur dengan jumlah uang, apalagi kalau burung itu diikutkan lomba, kemenangan lomba saat itu bagi mereka jauh lebih berarti dari uang yang mereka keluarkan.

Begitu juga dengan para pemancing, mereka yang gila dengan gigitan dan tarikan ikan takkan peduli harga kroto yang melambung tinggi, bagi mereka gigitan dan tarikan itu kepuasan yang tiada bandingnya, jadi mereka rela mengeluarkan uang berapapun untuk mendapatkan kepuasan.

Untuk harga kroto sendiri sudah disebutkan diatas, bisa sampai 150 ribu per kilonya, bahkan di tahun 2015 sampai 200-250 per kilo. Kalau barang sangat minim, harganya bisa lebih dari itu. Mari kita lihat di pasar-pasar tradisional atau mungkin toko khusus pakan, disana pasti minim sekali stok krotonya.

Dilihat dari survei beberapa orang yang beli kroto di berbagai tempat, stok disitu hampir tidak ada 10 kg, itupun tidak setiap hari ada, sekitaran 3 hari sekali adanya.

Dengan begitu sudah jelas bahwa potensi penjualan kroto sangatlah bagus, bisnis ini peluangnya besar karena tidak banyak orang yang bergelut di bisnis kroto ini, khususnya bisnis budidaya.

Itulah cara budidaya dan peluang bisnis kroto yang sangat berpotensi, tidak banyak peminat dalam bisnis ini, karena memang butuh keuletan dan ketelatenan dalam membudidaya semut rangrang.

Bagi kita para pemuda setelah membaca ini, tentu alangkah baiknya jika ingin mendapatkan kroto, lebih ke arah budidaya, bukan mengambil langsung dari pohon dan merusaknya.

Bagaimanapun semut juga bermanfaat bagi manusia dan mereka makhluk yang diberikan kehidupan oleh Tuhan

Semoga bermanfaat bagi kita.

SHARE