Salah seorang nabi yang menerima wahyu dari Allah berupa kitab Taurat adalah Nabi Musa. Lahir di Mesir dari sepasang suami istri bernama Imran bin Yashar dan Yukabad. Berbagai rintangan yang datang silih berganti telah dijumpai dan dilewati oleh Nabi Musa.

Rintangan tersebut adalah cobaan yang Allah berikan kepada Nabi Musa untuk menunjukkan seberapa besar keimanannya kepada Allah swt. Tak ada kata “pengecualian” untuk Allah memberikan cobaan tersebut kepada para hamba-Nya.

Sedari kecil hingga akhir hayatnya, Nabi Musa melakukan dakwah dengan berjuang agar tetap istiqomah di jalan Allah swt. Kiranya apa saja hambatan yang Nabi Musa hadapi sepanjang dakwahnya? Mari kita simak bersama.

1Lahir dengan Ancaman Pembunuhan

www.youtube.com

Nabi Musa lahir di Mesir saat pemerintahan Raja Fir’aun. Di masa itu, Fir’aun memerintah ajudannya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Fir’aun melakukan hal tersebut karena takut akan sebuah ramalan.

Ramalan tersebut mengenai lahirnya seorang bayi laki-laki yang kelak bisa menggulingkan kekuasaan dirinya. Ibu Musa pun cemas jika nanti anak lelakinya akan dibunuh oleh para pengikut Fir’aun.

Alhasil, Yukabad menghanyutkan Musa kecil ke sungai Nil, hal ini dilakukan atas petunjuk dari Allah. Musa yang dihanyutkan ke sungai Nil pun ditemukan oleh seorang wanita. Wanita tersebut ternyata istri dari Raja Fir’aun, Asiyah.

annisarmdhnt21.wordpress.com
annisarmdhnt21.wordpress.com

Asiyah pun membawa bayi tersebut pulang dan memohon kepada Fir’aun agar diperbolehkan untuk merawatnya. Fir’aun yang awalnya bimbang pun mengizinkan sang istri untuk merawat bayi mungil tersebut.

Fir’aun pun mencarikan seseorang yang akan menyusui bayi tersebut. Ibu susu yang akhirnya menyusui Musa adalah ibu kandungnya sendiri, yakni Yukabad. Musa hidup bersama dengan ibu kandungnya selama beberapa tahun.

2Berdakwah dalam Kondisi yang Tak Pandai Bicara

pzhgenggong.or.id

Seperti yang tertulis di dalam Al-qur’an bahwa Nabi Musa adalah seorang yang kelu lidahnya atau cedal. Karena dahulu, Nabi Musa pernah memakan bara api ke dalam mulutnya. Di samping itu, Nabi Musa bukanlah orang yang pandai untuk berbicara.

Sehingga, dalam Al-Qur’an pun dituliskan bahwa Nabi Musa berdo’a kepada Allah agar dimudahkan dalam berucap serta dimudahkan untuk memahamkan orang lain ketika dirinya berdakwah.

Pada suatu Ketika, Nabi Musa datang untuk berkunjung ke istana Fir’aun. Kunjungannya kali ini diperuntukkan agar Fir’aun tergugah hatinya untuk menyembah kepada Allah dan membebaskan Bani Israil dari siksaan sang Raja.

Hal yang diharapkan pun tak disambut dengan baik, Fir’aun menolak ajakan dari Nabi Musa untuk menyembah Allah. Hingga suatu ketika, Fir’aun mengajak Nabi Musa untuk berduel. Fir’aun bersama dengan ahli sihirnya mengadu kekuatan dengan Nabi Musa.

gnomepath.blogspot.com tongkat

Ahli sihir Fir’aun pun mengeluarkan tongkat yang kemudian diubahnya menjadi ular berukuran normal. Kemudian, Nabi Musa pun melemparkan tongkatnya hingga berubah menjadi ular raksasa yang akhirnya melahap semua ular milik ahli sihir Fir’aun.

Inilah mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa untuk melawan Fir’aun.

3Nabi Musa Sombong dengan Kepandaiannya

netsains.net

Pernah suatu saat Nabi Musa merasa sombong dengan kepandaian yang dimilikinya. Saat itu, Nabi Musa ditanya oleh kaumnya tentang siapa orang terpandai di dunia ini.

Kemudian Nabi Musa mengatakan bahwa orang tersebut adalah dirinya, yakni Nabi Musa as, utusan Allah swt. Lalu, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk berguru kepada seseorang yang bisa menyadarkannya dari kesombongan itu.

Allah perintahkan Nabi Musa untuk bertemu seseorang di suatu tempat di mana dua lautan bertemu. Nabi Musa bertemu dengan seorang hamba sholeh yang menurut para ahli tafsir adalah Nabi Al-Khidr.

1080.plus
1080.plus

Nabi Musa pun mengatakan keinginannya untuk belajar kepada Nabi Al-Khidr. Nabi Al-Khidr  pun mengajukan sebuah syarat jika Nabi Musa hendak belajar kepadanya.

Syarat yang untuk Nabi Musa yakni tidak diizinkannya Nabi Musa untuk mengajukan pertanyaan selama perjalanannya hingga Nabi Khidr yang memberitahukannya. Kemudian perjalanan Nabi Musa dan Nabi Khidr pun dimulai.

Hingga suatu ketika mereka harus menyudahi perjalanan diantara keduanya karena syarat yang mereka buat dilanggar sebanyak tiga kali oleh Nabi Musa. Dari perjalanan inilah, Nabi Musa tersadar bahwa dirinya tak pantas untuk menyombongkan diri.

Karena hanya Allah yang maha berilmu di dunia ini.

SHARE