Barangkali kita telah berulang kali membaca, mendengar atau bahkan menyelami banyak cerita nabi. Namun, dapatkah kamu mengambil satu saja titik pertemuan hikmah yang saling berkelindan maknanya antara satu nabi dengan nabi lainnya?

Sebenarnya jika kamu mau meneliti maka akan kamu temukan pola diantara hikmah dalam berbagai cerita nabi. Dari pola tersebut akan dapat kamu pahami hubungannya antara satu dengan yang lain.

Mari sedikit menerka pola dan hikmah diantara beberapa cerita nabi yang telah kita ketahui.

1Cerita Nabi Penunduk Alam Raya

versesofuniverse.blogspot.com

Tentu saja kita tahu bagaimana tujuan manusia diciptakan. Perihal mengenai penciptaan dapat kamu temukan dengan mudah dalam berbagai referensi atau pengajian agama.

Dua jawaban pokoknya tentu saja untuk beribadah dan menjadi pengatur alam raya, atau minimal bumi. Dan dua hal itulah yang dilakukan para Nabi dan Rasul. Mereka semua punya keistimewaan sejak kelahiran, sejak penciptaan.

Bukan hanya mengelola alam raya, namun alam raya sendiri justru tunduk pada para Nabi dan Rasul ini. Tentu saja melalui otoritas tanpa batas Sang Pencipta, Allah subhanahu wa ta’ala.

2Sang Penunduk Api

kumpulan-kisahteladan.blogspot.com

Ialah Ibrahim bin Azar, anak seorang pembuat dan penjual berhala. Cerita Nabi Ibrahim adalah kisah tentang pendakwah yang cerdas, taat, dan tawakkal. Kamu tentu tahu bagaimana Ibrahim memutar dialektika pada berbagai kaum.

windowssearch-exp.com
windowssearch-exp.com

Sampai satu masa dimana ia datang ke Babilonia, negeri para patung. Sampailah pada titik epic saat Ibrahim menghancurkan seluruh patung kecil dengan kapak dan mengalungkan kapak itu pada patung terbesar.

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Meskipun dengan logika yang telak nyata kemenangan Ibrahim, tetaplah ia dirantai dan dilemparkan ke dalam api yang berkobar menggunakan manjaniq / trebuchet / catapult, alat pelempar batu untuk perang.

Maka, pada waktu itulah api tunduk pada Ibrahim, dengan izin Allah. Bahkan panasnya api yang dapat melelehkan rantai yang membelenggu Ibrahim nyatanya terasa dingin saja dan ramah tidak sedikitpun melukai Ibrahim.

Benarlah, jika dikatakan api telah tunduk pada Ibrahim.

3Sang Penakluk Laut

blog.samt.st

Cerita Nabi Musa adalah kisah yang paling sering muncul dala Al Quran, ialah salah satu pelecut terhebat Rasulullah dalam berbagai masa sulit.

Musa bin Imran adalah nabi yang sangat cerdas, namun ia tidak fasih bicara, maka ia meminta kepada Allah agar Harun dapat menemaninya.

Dan bersama Harun inilah Musa mearikan kaum Bani Israil yang jumlahnya hanya satu per enam pasukan Fir’aun. Dan bayangkan kemana Musa lari? Ia lari ke pantai. Tentu saja banyak para Bani Israil ini yang bertanya menentang dan tidak yakin.

Bagaimana mungkin justru lari menuju pantai dan laut, daerah yang terbuka lebar, lapang, datar, dan mudah di serang. Bukankah seharusnya lari ke gunung, ke balik tebing, kemanapun selain ke laut?

Dan tentu saja Musa tidak tahu, ia hanya diperintahkan Allah untuk lari menuju laut, ia tidak mengerti strategi perang, ia hanya bisa berusaha dengan cara lari dan bertawakkal pada Allah.

Maka pada waktu genting itulah Allah memberikan perintah lanjutan. Perintah sekaligus pertolongan bagi orang-orang yang taat dan bertawakkal pada Tuhan Semesta Alam. Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya pada laut.

Laut pun tunduk pada Musa, atas izin Allah laut yang dalam itu terbelah menjadi dua belahan besar seukuran gunung. Kamu tentu tahu dan telah faham bagaimana lanjutan kisahnya.

Sungguh lebih banyak lagi Nabi dan Rasul yang mempu menundukkan alam atas izin Allah. Tidak terkecuali Muhammad bin Abdullah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

wbur.org
wbur.org

Bagaimana kisah seputar gua Hira, Gunung Uhud dan Gunung Thaif tentu kamu telah mengatahuinya. Bahkan bulan pun tunduk terbelah sekonyong-konyong hanya dengan isyarat jari Rasulullah, dengan izin Allah.

Maka itulah pola dan hikmah yang diajarkan para Nabi dan Rasul untuk kita dan para pemimpin di bumi. Berdamailah dengan alam, peliharalah alam dan hormati hak-hak alam.

Sungguh alam itu akan tunduk pada manusia, maka jika alam murka dan menggelontorkan berbagai bencana, kamu patut curiga barangkali Allah telah mengizinkan alam tidak lagi tunduk dan murka pada manusia yang dzolim dan lalim. Wallahu a’lam bishawab