Bawang Merah dan Bawang Putih merupakan cerita rakyat yang berasal dari daerah Yogyakarta. Kisah ini dikenal hampir seluruh anak Indonesia. Cerita yang syarat akan pesan moral yang baik untuk anak-anak.

Berikut selengkapnya cerita rakyat bawang merah bawang putih yang happy ending.

1Keluarga Bawang Putih yang Bahagia

www.youtube.com

Bawang Putih adalah putri dari keluarga bahagia yang tinggal di Desa Dadapan, Yogyakarta. Ayahnya seorang saudagar kaya. Ibunya juga baik hati dan bijaksana. Bawang Putih dididik dengan baik. Ia tumbuh menjadi anak berhati emas. Ia adalah gadis impian setiap orang.

Bawang putih memiliki tetangga miskin bernama Mbok Rondo. Mbok Rondo juga memiliki anak perempuan sebaya dengan bawang putih. Anak perempuan Mbok Rondo bernama Bawang Merah.

Keluarga Bawang Putih bersikap sangat baik dengan keluarga Mbok Rondo. Namun, kebahagiaan Bawang Putih harus musnah seketika. Ibu Bawang Putih meninggal dunia. Rasa kehilangan mendalam membuat kesedihan mendalam.

Mbok Rondo sering datang ke rumah Bawang Putih untuk menghibur dan membantu pekerjaan rumah Bawang Putih. Bawang Putih dan ayahnya sedikit terhibur.

2Ayah Bawang Putih Menikah dengan Mbok Rondo

pic.idownloadnew.com

Agar Bawang Putih tidak kesepian, ayahnya memiliki keinginan untuk menikahi Mbok Rondo. Ia meminta pertimbangan Bawang Putih.

“Iya ayah, menikahlah dengan Mbok Rondo. Aku akan senang memiliki ibu dan seorang saudara perempuan.” Begitulah jawaban Bawang Putih terhadap keinginan ayahnya.

Kemudian ayahnya menikahi Mbok Rondo. Awal-awal pernikahan Mbok Rondo dan Bawang Merah bersikap sangat manis terhadap Bawang Putih.

Namun, tuntutan pekerjaan menyebabkan ayah Bawang Putih harus berdagang ke luar kota selama beberapa bulan. Ayahnya pun jarang pulang.

3Bawang Putih Hidup Menderita

www.icadudelgeol.wordpress.com

Saat ayahnya tidak di rumah, Mbok Rondo dan Bawang Merah menunjukan sifat aslinya. Ia bersikap kejam dan bengis.

“Bawang Putiiih, kamu harus mengerjakan semua pekerjaan rumah! Cuci semua tumpukan pakaian ini di sungai. Jangan sampai rusak dan jangan sampai hilang.” Begitu perintah Mbok Rondo. Setali tiga uang dengan Bawang Merah.

www.shira-aohoshi.deviantart.com
www.shira-aohoshi.deviantart.com

Selain itu Bawang Putih hanya diperbolehkan makan sehari sekali hanya dengan nasi kerak dan garam atau air. Bawang Putih harus menjalani hari-harinya dengan penderitaan. Bekerja sejak pagi buta sampai malam hari.

Penderitaan itu semakin bertambah setelah kematian ayah tercintanya. Namun, ia tetap bersabar menjalaninya.

4Bawang Putih Bertemu dengan Nenek Tua

www.icadudelgeol.wordpress.com

Pada suatu hari, seperti biasa Bawang Putih harus mencuci pakaian kotor di sungai. Tanpa sengaja salah satu pakaiannya hanyut terbawa arus sungai.

“Oh tidak! Itu pakaian favorit ibu tiriku.” Ia panik, namun apa daya pakaian itu semakin jauh.

Sesampai di rumah dengan rasa takut ia menceritakannya kepada Mbok Rondo.

“Dasar bodoh! Itu adalah baju kesayanganku. Aku tidak mau tau, segera cari sampai ketemu. Jangan pulang sebelum pakaian itu ketemu!”

Bawang Putih dibentak-bentak Mbok Rondo dan dipukul dengan rotan.

Bawang Putih kemudian kembali ke sungai dan menyusuri hilir sungai untuk mencari pakaian ibu tirinya dengan hati hancur. Ia bertanya dari satu orang ke orang yang lain.

“Bapak maaf apakah bapak melihat ada pakaian yang hanyut?”

“Maaf Nak, saya tidak melihatnya,” jawab si penggembala kerbau.

Bawang Putih terus menyusuri hilir sungai hingga bertemu dengan seorang nenek tua.

“Nenek maaf, apakah nenek melihat ada pakaian hanyut?”

“Tadi aku menemukan sebuah pakaian. Apakah pakaian ini yang kamu maksud?” Nenek tua menjawab.

“Iya benar, ini adalah pakaian ibu tiri saya. Terimakasih Nenek,” Jawab Bawang Putih kegirangan.

“Aku akan mengembalikan pakaian ini dengan syarat kamu harus membantuku membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah selama satu hari,” Sang nenek mengajukan syarat.

“Baiklah Nek,” jawab Bawang Putih.

Bawang Putih menjalankan tugas dari nenek tua dengan senang hati. Akhirnya setelah pekerjaan itu selesai nenek tua mengembalikan baju ibu tirinya dan memberikan hadiah.

“Aku memiliki 2 buah labu, pilihlah satu labu yang kamu sukai,” kata nenek tua seraya menyodorkan 1 buah labu yang besar dan 1 buah labu yang kecil.

Bawang Putih memilih labu yang kecil.

Sesampainya di rumah labu tersebut ternyata berisi emas dan berlian.

5Bawang Merah dan Mbok Rondo Meninggal

www.icadudelgeol.wordpress.com

Mbok Rondo dan Bawang Merah menginginkan labu dari sang nenek. Kemudian Bawang Merah mendatangi Nenek Tua. Ia melakukan tugas yang diberikan nenek tua dengan malas dan asal-asalan.

Saat diberi hadiah, Bawang Merah memilih buah labu besar. Sesampai di rumah Bawang Merah membuka labu tersebut bersama Mbok Rondo.

Ternyata labu tersebut berisi kelabang, lintah, dan ular berbisa. Mbok Rondo dan Bawang Merah akhirnya meninggal dunia karena ketamakannya.