Jalan-jalan ke Sumatera Utara pastinya belum lengkap jika belum mengunjungi Danau Toba. Danau terbesar se Indonesia dan se Asia Tenggara merupakan danau vulkanik dengan panjang mencapai 100 kilometer dan lebar 30 kilometer.

Saking luasnya danau ini, kamu akan merasa seperti melihat lautan lepas. Apalagi dengan kedalaman sampai 450 meter dan banyak bibir danau yang berpasir benar-benar terasa seperti di laut.

maritim.go.id
maritim.go.id

Di tengah Danau Toba, terdapat sebuah pulau yang cukup besar bernama Pulau Samosir. Luas Pulau Samosir bahkan hampir sama dengan luas Negara Singapura.

Pulau Samosir berada di tengah danau, tapi uniknya di tengah pulau tersebut juga ada dua danau juga. Pulau itu menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir, suku yang dikenal sangat kental dengan budaya leluhur batak.

Dari penduduk Pulau Samosir lah berkembang cerita rakyat tentang asal usul munculnya Danau Toba dan Pulau Samosir. Ya, banyak daerah di Indonesia memang selalu dilatari cerita rakyat atau legenda.

Cerita rakyat ini turun temurun diceritakan kepada masyarakat Toba dan Samosir, bahkan dalam era sekarang sering diceritakan dalam bentuk dongeng dan cerita bergambar.

royaltravelo.com
royaltravelo.com

Di sisi lain tentu bagi para peneliti ilmiah tidak akan terpuaskan dengan cerita rakyat tanpa ada bukti ilmiah. Ilmu pengetahuan pun kini telah memecahkan asal usul terbentuknya danau dengan argumen ilmiah.

Keduaanya baik cerita rakyat maupun penelitian ilmiah tentu tidak perlu dibenturkan karena dimensinya berbeda. Bahkan keduanya bermanfaat untuk makin mengembangkan wisata di daerah Danau Toba.

Sebenarnya bagaimana sih asal-usul Danau Toba menurut versi cerita rakyat?  Ini dia cerita singkatnya.

Cerita Rakyat tentang Danau Toba

youtube.com
youtube.com

Cerita rakyat tentang Danau Toba ini dipercaya oleh masyarakat sekitar, terutama pada penganut aliran kepercayaan. Danau Toba bagi mereka adalah tempat bersemayamnya siluman Ikan, karena itu dikeramatkan.

Menurut legenda di daerah tersebut dulu ada seorang pemuda yang bernama Toba. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini hidup sendirian di daerah terpencil. Toba ini gemar sekali memancing dan hampir tiap hari dia pergi memancing.

Toba yang pandai memancing dan selalu mendapat ikan dalam setiap memancing merasakan keanehan di suatu hari. Di hari itu sungai serasa kosong tidak ada ikan. Sudah berjam-jam Toba memancing dan belum ada hasilnya juga.

Dengan wajah kesal Toba pun memutuskan untuk berhenti dari memancing dan menarik pancingannya. Namun, saat hendak menarik pancingan, tiba-tiba ada sesuatu yang berat menarik kailnya.

itunes.apple.com
itunes.apple.com

Toba pun terkejut setelah menarik kailnya dan muncul ikan besar yang bersisik emas. Setengah ragu untuk menangkap ikan itu, Toba memberanikan diri untuk memegangnya. Ajaib, ikan itu berubah menjadi sosok wanita cantik jelita.

Melihat itu Toba spontan langsung lompat karena ketakutan. “Jangan takut tuan, saya tidak akan menyakitimu, saya adalah makhluk yang dikutuk menjadi ikan, dan akan berubah ketika ada seseorang yang memegang saya” kata wanita jelmaan ikan itu.

Mendengar penjelasan itu dan melihat paras cantik yang tidak ada bandingannya, hilang rasa takut Toba berubah menjadi kekaguman. Toba yang telah jatuh hati pada wanita itu lalu memintanya untuk bersedia dinikahi.

“Saya bersedia menikah dengan tuan dengan satu syarat. Jangan pernah tuan mengungkit asal-usul saya yang merupakan jelmaan ikan,” jawab wanita itu. Tanpa ragu Toba pun menyetujui persyaratan dan menikahi wanita jelmaan tersebut.

Waktu berganti waktu, Toba menjalani hidup bahagia dengan wanita itu. Bahkan mereka berdua dikaruniai seorang anak yang diberi nama Samosir. Sebagai anak tunggal, Samosir sangat dimanja orang tuanya, semua keinginannya selalu dituruti.

Samosir pun tumbuh menjadi anak pemalas dan susah diperintah orang tua. Samosir juga sangat suka makan dan mudah lapar, hampir semua masakan di rumah dilahap habis olehnya.

Suatu ketika Samosir diperintah ibunya untuk mengantarkan bekal makanan yang lupa tak dibawa ayahnya. Dasarnya yang pemalas, ia pun menolak perintah ibunya. Baru setelah dipaksa anak itu baru mau mengantarkan makanan itu ke ladang tempat ayahnya bekerja.

Dalam perjalanan Samosir merasa lelah dan lapar. Ia pun tak ragu membuka bekal makanan dan memakan sebagian makanan itu. Padahal ayahnya Toba sudah sangat kelaparan dan menunggu makanan datang.

dongengceritarakyat.com
dongengceritarakyat.com

Begitu makanan dibuka, Toba kaget melihat makanan itu tinggal sisa sedikit saja. Mengetahui makanan itu telah dimakan anaknya dan karena Toba sangat lapar, sang ayah pun murka kepada Samosir.

Keluarlah kata-kata makian yang tak terkendali, “Dasar anak tidak tahu diuntung, anak kurang ajar, dasar anak wanita jelmaan ikan.” Mendengar kata-kata itu Samosir pun takut dan berlari pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah anak itu menceritakan semua perkataan ayahnya kepada ibunya. Ibu Samosir sangat kaget dan sedih mendengar peristiwa itu, sadar bahwa itu pertanda akhir kebersamaan keluarganya.

Samosir dan ibunya saling berpegangan. Dalam hitungan sekejap, keduanya menghilang. Keajaiban pun terjadi. Dibekas pijakan kaki Samosir dan ibunya menyembur air yang sangat deras. Dari dalam tanah, air laksana disemburkan keluar seolah tiada henti.

beritaseri.com
beritaseri.com

Semakin lama semburan air itu melainkan semakin besar dan dalam waktu cepat permukaan tanah itu pun tergenang. Permukaan air terus meninggi dan terbentuklah sebuah danau yang sangat luas di tempat itu.

Penduduk kemudian menamakan danau itu Danau Toba. Adapun pulau kecil yang berada di tengah-tengah Danau Toba itu disebut Pulau Samosir untuk mengingatkan kepada pada anak lelaki Toba.