Cerita Rakyat merupakan sebuah cerita dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat di masa lampau sehingga menjadi ciri khas dari masing-masing daerah di Indonesia dengan adat dan budaya yang beraneka ragam.

Umumnya cerita rakyat itu menceritakan asal muasal terjadinya suatu tempat. Cerita rakyat bisa saja dikisahkan dengan mewujudkan tokohnya dalam bentuk manusia, dewa atau binatang.

Cerita yang disampaikan secara turun-temurun ini tidak diketahui siapa yang menciptakannya. Akan  tetapi disetiap kisah banyak sekali nilai-nilai luhur yang dapat diambil dan dijadikan pembelajaran.

Selain itu, cerita rakyat bersifat tradisional dan disampaikan secara lisan, kemudian menjadi berkembang dari mulut ke mulut. Ada banyak cerita rakyat yang terkenal di Indonesia, hampir semua daerah memiliki cerita berlatar kebudayaannya masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa cerita rakyat Indonesia yang terkenal di kalangan masyarakat.

1Malin Kundang

radjaceria.blogspot.co.id

Cerita rakyat ini berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat yang mengisahkan tentang seorang pemuda yang tinggal dengan ibunya, karena sang ayah sedangpergi merantau.

Suatu hari, Malin ini ingin sekali merantau, karena ia melihat beberapa tetangganya yang pergi merantau kini sudah menjadi orang kaya.

Karena hidupnya yang miskin, Malin ingin merubah keadaan ekonomi keluarganya. Kemudian si Malin meminta izin kepada ibunya. Singkat cerita, ibu Malin pun mengizinkannya untuk pergi merantau meskipun sang ibu merasa berat hati.

Diperantauan Malin bertemu dengan saudagar yang kaya raya, saudagar itu memiliki seorang anak perempuan. Jatuh hatilah Malin kepadanya, hingga akhirnya mereka menikah. Setelah sekian lama ternyata Malin ini lupa kepada ibunya.

Hingga suatu hari Malin Kundang mendapat perintah untuk berdagang di kampung halamannya. Ia pun berangkat bersama istrinya. Ketika tiba di desa tempat ibunya tinggal, salah seorang teman Malin mengenalinya.

nandadesign23.blogspot.com
nandadesign23.blogspot.com

Kemudian ia menemui ibu Malin untuk memberikan kabar gembira ini. Sang ibu pun mendatangi Malin berserta istrinya, namun apa yang dilakukan Malin? Ia tak mengakui ibunya dan berkata bahwa dirinya sudah tak punya orang tua karena telah meninggal.

Istri Malin pun bertanya kepada Malin untuk memastikan. Tetapi Malin malah mengatai ibunya sebagai orang gila. Keduanya pun pergi meninggalkan ibu Malin seorang diri. Sang ibu akhirnya berdoa karena kedurhakaan anaknya itu.

Ia minta supaya si Malin dikutuk menjadi batu. Akhirnya sepasang suami istri itu dikutuk menjadi batu.

ceritaatamimi.blogspot.com
ceritaatamimi.blogspot.com

Seperti itulah cerita Malin Kundang yang durhaka, ada nilai kehidupan yang bisa kita ambil dari cerita tersebut. Bahwa sebagai seorang anak harusnya kita patuh dan menghormati orang tua kita, apalagi seorang ibu yang telah sabar merawat dan membimbing kita.

Semoga kita terhindar dari sifat tercela Malin Kundang yang lebih mementingkan harta duniawi dibanding membahagiakan ibunya sendiri.

2Bawang Merah dan Bawang Putih

www.pustakaseni.com

Salah satu cerita yang berasal dari Riau ini mengisahkan tentang seorang gadis yang tinggal di sebuah desa dengan ayah dan ibunya. Mereka adalah keluarga bahagia. Hingga suatu hari ibu Bawang Putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia.

Bawang Putih dan ayahnya pun begitu berduka. Seiring berjalannya waktu Bawang Putih dan ayahnya menjalani kehidupan seperti biasa. Bawang Putih sering berkunjung ke rumah tetangganya bernama Bawang Merah dan ibunya yang seorang janda.

Bawang Putih seringkali dibawakan makanan dan dibantu untuk membereskan rumah, hingga mereka pun menjadi sangat dekat. Bawang Putih pun ingin ayahnya menikah saja dengan ibu Bawang Merah, supaya dirinya pun tak kesepian lagi.

Mempertimbangkan permintaan Bawang Putih tersebut, ayahnya pun menikah dengan ibu Bawang Merah. Di awal pernikahan, Bawang Merah dan ibunya sangat baik kepada Bawang Putih. Namun lama kelamaan muncullah sifat asli mereka.

Seringkali Bawang Putih dimarahi dan diminta untuk melakukan pekerjaan yang berat. Hal ini dilakukan ketika sang ayah sedang pergi berdagang. Sementara Bawang Putih mengerjakan semua pekerjaan rumah, bawng merah dan ibunya hanya bersantai.

Sudah pasti ayah Bawang Putih tidak mengetahui perbuatan sang ibu tiri ini. Suatu hari ayah Bawang Putih jatuh sakit dan meninggal dunia. Semenjak itu Bawang Merah dan ibunya semakin berkuasa untuk menindas Bawang Putih.

icadudelgeol.wordpress.com
icadudelgeol.wordpress.com

Singkat cerita Bawang Putih disuruh ibunya untuk mencuci baju sungai. Bawang Putih pun menuruti kemauan sang ibu. Tetapi saat ia berada di sungai, salah satu baju yang ia cuci hanyut terbawa arus, padahal baju itu adalah baju kesayangan ibu tirinya.

Bawang Putih pun mencoba menyusuri sungai untuk mencari baju yang telah hanyut, namun hal itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya ia pun kembali ke rumah dan bercerita kepada ibunya. Bukan maaf yang didapat, Bawang Putih pun harus menemukan baju itu.

Sebelum menemukan baju milik ibunya, bawng putih dilarang pulang. Ia pun mencari baju milik ibunya dengan menyusuri sungai. Dia pun bertemu dengan penggembala yang sedang memandikan kerbau dan bertanya padanya.

play.google.com
play.google.com

Penggembala itu pun mengatakan bahwa ia melihat baju yang hanyut dan Bawang Putih harus mengejarnya dengan cepat. Ia pun mencari tapi belum menemukannya juga. Hingga langit sudah menjadi gelap.

Kemudian ia menghampiri satu rumah dan berniat untuk bermalam disana. Ternyata di dalam rumah tersebut tinggallah seorang nenek sebatang kara. Ketika Bawang Putih menceritakan bahwa ia mencari sebuah baju yang hanyut, nenek itulah penemunya.

Namun, nenek itu memiliki syarat jika Bawang Putih ingin membawa kembali bajunya, ia harus tinggal bersama nenek selama satu minggu. Bawang Putih pun menyanggupinya. Disana ia membantu sang nenek untuk membersihkan rumah dan sebagainya.

Tepat satu minggu Bawang Putih berada di rumah nenek itu, ia pun boleh pulang membawa baju miliki ibunya. Sebelum Bawang Putih pulang, sang nenek memberinya sebuah labu untuk dibawa pulang.

icadudelgeol.wordpress.com
icadudelgeol.wordpress.com

Labu itu diberikan karena Bawang Putih telah banyak membantu selama di rumah nenek. Nenek itu meminta Bawang Putih untuk memilih satu dari dua buah labu. Satu berukuran besar sedangkan satunya lagi lebih kecil.

Awalnya Bawang Putih menolak, namun karena sang nenek memaksa akhirnya Bawang Putih memilih untuk membawa labu yang kecil.

Setelah sampai di rumah, Bawang Putih pun menyerahkan baju milik ibu tirinya dan ia menuju dapur untuk membelah labu yang diberi oleh nenek. Begitu terkejut bawang puith saat mengetahui isi labunya adalah emas permata yang begitu banyak.

Ia pun berteriak karena terlalu gembira, tetapi Bawang Merah dan ibunya dengan serakah langsung merebut emas milik Bawang Putih. Ia memaksa Bawang Putih untuk menceritakan bagaimana ia bisa mendapatkan hadiah tersebut.

icadudelgeol.wordpress.com
icadudelgeol.wordpress.com

Bawang Putih pun menceritakan semuanya dengan jujur. Bawang Merah dan ibunya pun memiliki rencana untuk melakukan hal yang sama seperti bawng putih, tetapi kali ini Bawang Merah yang melakukannya.

Singkat cerita sampailah Bawang Merah di rumah sang nenek dan ia diminta untuk tinggal selama seminggu. Namun, selama di sana Bawang Merah hanya malas-malasan dan mengerjakan segala sesuatu asal-asalan.

Sudah satu minggu Bawang Merah disana nenek pun membolehkan Bawang Merah untuk pulang. Bawang Merah pun menanyakan perihal labu yang seharusnya diberikan kepadanya karena telah menemani sang nenek selama satu minggu.

icadudelgeol.wordpress.com
icadudelgeol.wordpress.com

Akhirnya nenek pun menyuruhnya memilih salah satu diantara dua labu. Bawang Merah pun memilih labu yang besar kemudian pergi.

Setibanya di rumah Bawang Merah segera menemui ibunya dan memperlihatkan labu yang ia bawa. Sebelum membelah labu tersebut, mereka pun menyuruh Bawang Putih ke sungai karena takut ia akan meminta bagian.

Ketika mereka membelah labu tersebut, ternyata yang ada di dalamnya bukanlah emas permata, melainkan binatang berbisa seperti ular, kalajengking dan lain-lain. Binatang-binatang itu pun menyerang keduanya hingga mereka tewas.

Begitulah balasan yang diterima oleh orang yang serakah. Melakukan segala cara untuk membahagiakan dirinya tanpa perduli dengan kehidupan orang lain.

Nah, nilai-nilai yang sengaja dibungkus dalam sebuah cerita kini sudah sulit untuk ditemukan dibeberapa jiwa anak-anak muda yang sudah terpengaruh perkembangan zaman.

Semoga dengan menceritakannya kembali, mereka bisa mengangkat keberadaan nilai-nilai luhur itu dan menanamkannya di dalam jiwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here