Nusantara menyimpan kekayaan yang tak ternilai. Kekayaan alam, kuliner, budaya, sampai cerita rakyat.

Masing-masing pulau memiliki cerita rakyat yang menggambarkan kondisi sosial dan budaya wilayah tersebut di masa lampau.

Meskipun kebenarannya belum bisa dibuktikan dan melibatkan imajinasi yang kadang tidak masuk akal, namun cerita rakyat biasanya penuh pesan moral.

Meskipun versi cerita terkadang berbeda, namun secara umum memiliki benang merah sama.

Berikut cerita rakyat dari provinsi yang kaya kelapa sawit, provinsi Riau.

Asal usul Pulau Sangkar memberikan pesan moral bahwa kejahatan dan kesombongan pada akhirnya kalah.

1Hilangnya Tuk Solop

www.dibumi.wordpress.com

Di wilayah Indragiri Hilir hidup dua orang pendekar. Pendekar pertama bernama Tuk Solop yang sudah berusia senja. Tuk Solop juga tidak sombong, ramah dan disukai banyak orang.

Ia memiliki banyak murid yang berguru kepadanya. Namun entah mengapa satu persatu muridnya meninggalkan Tuk Solop. Tuk Solop tidak memiliki murid sama sekali.

Ia kemudian meninggalkan Pulau Solop.

2Pendekar Katung yang Sombong

www.dhikagaven.blogspot.com

Pendekar kedua bernama Pendekar Katung. Sangat bersebrangan dengan sifat Tuk Solop, Pendekar Katung kaya raya namun sombong.

Pendekar Katung mendapatkan kekayaan sebagian besar dengan bertaruh dan menyabung ayam. Ayam miliknya mengalahkan berbagai pertandingan di daerah tersebut. Pendekar Katung memiliki adik angkat bernama Suri.

Suri seorang gadis cantik jelita yang diangkat sebagai adik oleh Pendekar Katung. Ayah Suri sebenarnya adalah lawan Pendekar Katung menyabung ayam.

Ia hidup hanya bersama ayahnya karena ibunya telah wafat. Pendekar Katung membujuk ayah Suri untuk menyabung ayam. Namun lagi-lagi ayam Pendekar Katung keluar sebagai pemenang. Ayah Suri dibuang di tengah hutan sedangkan Suri dirawat oleh Pendekar Katung.

3Pengembara Bujang Kelana

www.guatampan.com

Bujang Kelana merupakan pengembara yang datang ke Pulau Solop untuk berguru kepada Tuk Solop. Namun sayangnya ia tak menemukan Tuk Solop.

Saat beristirahat, Bujang Kelana berjumpa dengan Suri yang sedang melintas. Mereka kemudian berkenalan. Bujang Kelana terpesona dengan kecantikan Suri.

Suri bertanya kepada Bujang Kelana mengenai maksud kedatangannya. Ia menjawab bahwa ia ingin bertemu dengan Tuk Solok.

“Tuk Solok telah meninggalkan tempat ini semenjak murid-muridnya pergi berguru kepada Pendekar Katung,” Suri menjelaskan.

“Sepertinya abang pernah mendengar nama itu. Apakah adik mengenal Pendekar Katung?” Bujang Kelana bertanya.

Suri tak menjawab dan bergegas pergi seraya berkata, “Jika Abang ingin bertemu, temui aku lagi besok di sini.”

Bujang Kelana bingung dengan jawaban Suri. Tiba-tiba datanglah orang tua buta dari balik semak-semak. Bujang Kelana kaget dan bertanya, “Siapakah kakek ini?”

“Aku Datuk Buta. Kamu jangan takut, aku telah mendengar pembicaraan kalian. Suri adalah adik Pendekar Katung. Pendekar Katung beraliran ilmu hitam.

Ia menghasut murid-murid Tuk Solop dan Tuk Solop pergi entah kemana.”

Lantaran merasa dimata-matai, Datuk Buta bergegas pergi.

4Suri Meminta Bujang Kelana Menyelamatkannya

id.wikipedia.org

Tak lama kemudian Suri tiba-tiba mendatangi Bujang Kelana dan meminta menyelamatkannya karena Pendekar Katung ingin menikahinya. Ia berjanji akan menceritakan semuanya.

Mereka berlari mencari tempat yang aman. Suri menceritakan semuanya. Tuk Buta kembali hadir seraya berkata, “Aku mendengar ceritamu Nak. Aku adalah ayahmu yang kalah dalam pertandingan sabung ayam melawan Pendekar Katung.”

Tuk Buta, Bujang Kelana, dan Suri menyusun strategi mengalahkan Pendekar Katung.

5Pendekar Katung Wafat

id.wikipedia.org

Bujang Kelana menantang Pendekar Katung menyabung ayam. Namun, ayam Pendekar Katung diganti dengan ayam yang sangat mirip dengan ayam miliknya.

Pertandingan dimenangkan oleh Bujang Kelana yang sebenarnya menggunakan ayam Pendekar Katung.

Pendekar Katung murka dan memerintahkan pengawal untuk mengejar Bujang Kelana. Bujang Kelana terluka, namun ia tidak menyerah.

Saat Bujang Kelana lemah, Tuk Buta menyergap dari belakang. Tuk Buta memerintahkan Bujang Kelana untuk segera membunuh Pendekar Katung, dan memberitahukan kelemahan Pendekar Katung adalah disergap orang buta.

“Aku adalah ayah Suri. Tuk Solop menyelamatkanku dan memberitahukan kelemahanmu,” Tuk Buta berkata kepada Pendekar Katung. Pendekar Katung akhirnya meninggal.

6Bujang Kelana Pergi Meninggalkan Pulau Solop

www.sangkarayamsumberagung.blogspot.com

Sayangnya Suri juga mendapatkan luka dari prajurit Pendekar Katung dan akhirnya meninggal dunia. Jasad Suri dimakamkan di dekat Pondok Tuk Buta.

Bujang Kelana sedih dan meninggalkan Pulau Solop. Sebelum pergi, ia melemparkan salah satu sangkar ayam yang ia temukan di Pondok Tuk Buta ke tengah lautan.

Konon katanya beberapa tahun kemudian sangkar ayam tersebut muncul ke permukaan laut dan membentuk pulau.

Pulau tersebut berbentuk seperti sangkar ayam. Masyarakat menyebut Pulau tersebut Pulau Sangkar Ayam.

SHARE