Cerita rakyat Sangkuriang adalah legenda. Selega yang sangat unik karena ternyata mempunyai catatan sejarah yang unik pula. Namun, ternyata cerita rakyat Sangkuriang juga menyimpan filososi hidup yang dalam.

Filosofi yang mungkin tidak diceritakan turun temurun, tetapi akan dengan sangat mudah digali dan didapatkan urang Sunda. Hal itu tentu saja karena hingga saat ini cerita rakyat Sangkuriang tetap menjadi kisah lazim yang terus diceritakan hingga anak cucu keturunan.

Legenda ini bercerita tentang muasal terbentuknya danau Bandung, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul. Bukti bahwa orang Sunda telah hidup di dataran tinggi pada kurun waktu yang sangat lama.

1Cerita Rakyat Sangkuriang

su.wikipedia.org

Legenda tentang Sangkuriang awalnya adalah sebuah tradisi lisan. Kamu tentu telah mengetahui bagaimana awal, muasal, jalan, hingga akhir cerita rakyat Sangkuriang bukan?

Sejarah dan sejak kapan kisah ini ada tidak pernah diketahui secara jelas. Namun, naskah yang ditulis oleh  Pangeran Jaya Pakuan atau lebih dikenal dengan nama Bujangga Manik pada akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16 memuat kisah Sangkuriang ini.

manifoldgreatness.org
manifoldgreatness.org

Naskah berisi 5 baris bait sastra berbahasa sunda kuno ditulis pada daun nipah. Naskah berbahan daun nipah kering tersebut telah tersimpan di perpustakaan Bodleian, Universitas Oxford, Inggris sejak tahun 1627.

Catatan sejarah dalam naskah ini berisi 29 lembar daun nipah, masing-masing berisi sekitar 56 baris kalimat yang tersusun atas 8 suku kata bahasa sunda. Sebuah catatan sejarah yang mengejutkan bukan?

2Fakta Geologi

pulasinn.wordpress.com

Penelitian geologi yang terbaru mengungkap bahwa di danau Bandung ditemukan bukti bahwa danau tersebut merupakan danau purba yang berumur 125 ribu tahun. Fakta lain juga membuktikan bahwa 16.000 tahun lalu danau Bandung pernah mengering.

Sementara terbentuknya tiga gunung yaitu Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Brangrang (Gunung Sunda), dan Gunung Bukit Tunggul disebabkan karena meletusnya Gunung Sunda purba pada 105.000 dan 55.000 tahun silam.

fdwallpapers.com
fdwallpapers.com

Letusan Gunung Sunda purba disimpulkan sebagai letusan plinian. Sebuah tipe letusan yang sama seperti letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda, atau Gunung Vesuvius yang memuluhlantakkan peradaban Pompeii.

Hal ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Sangkuriang sebagai legenda bukanlah sebuah kisah nyata. Meskipun begitu tetap banyak pelajaran dan hikmah di balik filosofi cerita rakyat Sangkuriang.

3Filosofi Rakyat Sunda

yeaharip.com

Salah satu tafsir sejarah tentang cerita rakyat Sangkuriang disampaikan oleh Hidayat Suryalaga di Bandung tahun 2005. Dengan judul Kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Tangkubanparahu dengan segala aspeknya.

Hidayat membahas bahwa legenda Sangkuriang mengajarkan tentang ego manusia, kebimbangan jati diri, kehati-hatian, dan kebenaran sejati dalam perjalanan hidup manusia.

unboxifyme.com
unboxifyme.com

Ego manusia selalu membawa pada berbagai keputusan yang celaka, baik mencelakai diri sendiri maupun orang lain. Hal ini tentu saja karena ego adalah lawan dari segala sesuatu yang lahir dari keikhlasan.

Ego membuat Sangkuriang membunuh Tumang, anjing yang diceritakan sebagai ayahnya sendiri. Ego membuat Dayang Sumbi memukul Sangkuriang, hingga akhirnya Sangkuriang minggat berkelana dalam kebimbangan jati diri.

ummuyasir.wordpress.com
ummuyasir.wordpress.com

Dan ego pula yang membuat Sangkuriang memaksakan cintanya yang terlarang kepada Dayang Sumbi, ibunya sendiri. Padahal jika manusia mau menurunkan ego dan berikhlas diri, tentulah akan lahir kesadaran yang lebih mulia.

Kesadaran pada kehati-hatian dalam bertindak, hanya satu dari banyak kesadaran mulia lainnya yang lahir dari keikhlasan. Maka itulah yang kita dapat dari cerita rakyat Sangkuriang. Kita belajar untuk mengelola ego dan berikhlas pada kebenaran sejati.