Setiap anak tentu tidak bisa meminta bagaimana kedaan mereka saat dilahirkan. Mereka hanya bisa menerima bagaimana Tuhan membentuk mereka dan menjadikan seperti apa mereka saat keluar dari kandungan.

Ada yang lahir normal, ada yang lahir prematur, ada yang cacat fisik, ada yang mengalami keterbelakangan mental, bahkan ada yang tak selamat alias meninggal dunia.

Belum lagi bagaimana pertumbuhan anak yang selain merupakan bawaan lahir juga bisa saja dari pengaruh orangtua dan lingkungan, tak sepantasnya anak mendapat perlakuan tak adil hanya karena kekurangannya.

Salah satunya kondisi yang mungkin sering diremehkan dan dipandangs ebelah mata oleh kebanyakan orang kepada anak-anak yang baru bertumbuh kembang.

Keadaan itu bernama autis. Autis diambil dari kata autisme, berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri, dan isme yang berarti paham.

Sehingga kata autis atau autisme bermakna keadaan yang menyebabkan anak-anak hanya memiliki perhatian terhadap dunianya sendiri.

Biasanya anak-anak yang mengalami autisme pada dirinya memiliki masalah pada ketidakmampuannya dalam berkomunikasi, interaksi sosial, adanya gangguan indrawi, pola bermain, dan perilaku emosinya.

Para orangtua atau pengasuh anak sebaiknya perlu mengetahui gejala dan ciri anak autis sejak dini agar bisa segera memberikan penanganan yang tepat pada mereka.

Gejala atau ciri pada anak yang mengalami autisme biasanya akan muncul sebelum si Anak berumur tiga tahun. Biasanya ciri awal mereka adalah terlambat bisa bicara atau bertumbuh kembang disbanding anak seusianya.

Seringnya juga anak autis mulai tak ekspresif atau merespon dengan cepat komunikasi dengan orang lain, tak seperti kebanyakan anak yang baru tumbuh selalu penuh dengan rasa ingin tahu.

Pada masa tumbuh, mereka lebih senang menyendiri, tidak suka berinteraksi dengan orang lain, dan punya rutinitas aneh di luar kewajaran anak seusianya.

Cara menangani yang tepat adalah dengan terapi ABA (dengan pujian dan hadiah), terapi Okupasi (pelatihan otot), terapi Visual, terapi Wacana, dan Konsistensi.