Demam Berdarah Dengue (DBD) tak pandang bulu. Mulai dari anak kecil hingga dewasa bisa terinfeksi virus ini.

Terlebih, virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini biasanya mewabah ketika pergantian musim, dari penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya seperti saat ini.

Indonesia sendiri berada di peringkat kedua jumlah penderita terbanyak DBD setelah Brazil. Sementara menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2009-2011 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125 kasus.

Data tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di Asia Tenggara sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit DBD.

Sedangkan menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013, jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang, termasuk 376 orang diantaranya meninggal dunia. Sehingga pada dasarnya DBD adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia.

Demam yang mematikan satu ini terkadang gejala awalnya tidak dapat diduga. Meski begitu kamu bisa melakukan deteksi dini dengan melihat ciri panas tinggi dan bercak merah di permukaan kulit penderita.

1Ciri-ciri Nyamuk Aedes Aegypti

health.kompas.com

Ciri-ciri nyamuk Aedes penyebab demam berdarah ini antara lain mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya.

Nyamuk ini berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter. Sifat khas nyamuk aedes ini yakni menggigit pada waktu siang hari yaitu pagi dan sore, ketika istirahat biasanya ia hinggap di gantungan baju.

Ketika mengigit, badan tidak dalam posisi menungging, kalau menungging adalah sifat nyamuk anopheles (penyebab malaria).

Berkembang biak pada air yang bersih (tidak bertanah) seperti pada bak mandi, tempayan, tempat minum burung dan barang-barang bekas yang tergenang air.

2Tipe Virus Dengue

simomot.com

Ada 4 macam virus dengue; dengue tipe 1, dengue tipe 2, dengue tipe 3 dan dengue tipe 4. Sedangkan di Indonesia, virus dengue tipe 3 lah yang paling mendominasi.

Dampak dari virus dengue dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler serta mengganggu sistem pembekuan darah.

Hal inilah yang akan mengakibatkan pendarahan bahkan kematian pada penderita penyakit DBD, apalagi jika menyerang anak-anak atau bayi sebab daya tahan tubuh mereka masih belum sempurna kuat sebagaimana orang dewasa.

Namun, ciri tersebut tidak dapat menjadi patokan. Pemeriksaan darah di laboratorium mesti dilakukan sesegera mungkin.

Gejala utama yang terjadi pada demam berdarah biasanya muncul 3 sampai 15 hari setelah terjadinya gigitan nyamuk.

Gejala yang umumnya muncul yaitu demam tinggi, sakit pada bagian kepala yang cukup mengganggu, sakit pada bagian beakang mata, nyeri pada sendi, nyeri pada bagian otot dan tulang, ruam hingga terjadinya pendarahan ringan.

Gejala DBD biasanya berlangsung dua hingga tujuh hari. Meskipun demam sudah mulai mereda, namun sebaiknya tetap waspada karena gejala sangat mungin bisa muncul kembali.

Pada tahapan kedua ini terjadi berhubungan dengan permeabilitas yang meningat pada bgian pembuluh darah kapiler.

Berikut ini beberapa ciri penyakit demam berdarah beserta gejalanya.

3Sering Nyeri Dibagian Tubuh

gkikemangpratama.org

Jangan anggap sepele jika kamu merasakan sering nyeri di bagian tubuh. Jika nyeri tidak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter. Karena bisa saja ini pertanda kamu terserang demam berdarah.

4Sakit Kepala

m.sepakbola.com

Meskipun gejala yang satu ini gejala umum, kamu jangan memandangnya sebelah mata. Apabila kamu sudah mengkonsumsi obat namun tak kunjung sembuh, cobalah periksakan diri ke dokter, khawatir virus DBD sudah menyerangmu.

5Demam Mendadak

www.petiteelle.asia

Kamu tiba-tiba merasa demam bahkan hingga menggigil. Sebaiknya jangan ditunda untuk memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.

6Kesulitan Buang Air Besar

gambarumahminimalis.info

Nah, gejala yang satu ini juga jangan dianggap enteng. Jika kamu tidak buang air besar lebih dari tiga hari, sepatutnya kamu waspada. Pasalnya bisa jadi ini pertanda demam berdarah.

7Merasa Mual

artikelgizikesehatan.blogspot.com

Kamu merasa mual dan perutmu tidak enak. Ini karena virus telah menyerang sistem pencernaanmu. Itu sebabnya gejala awal DBD dibarengi dengan rasa mual.

8Tidak Nafsu Makan

macampenyakit.com

Biasanya orang yang terkena demam berdarah ini tidak suka makan, hal ini karena nafsu makan nya menurun drastis saat terkena penyakit seperti demam berdarah. Oleh karena itu, tak heran jika penderita penyakit ini mengalami penurunan berat badan.

9Tampak Bintik Bintik Merah Pada Kulit

www.mendetail.com

Bila timbu bintik merah pada kulit, itu bisa jadi kamu memang telah terinfeksi DBD

Maka dari itu, melihat gejala di atas, periksakan dirimu ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan secara dini. Adapun tindakan dini yang bisa kamu lakukan sebelum ke dokter adalah minum air sebanyak mungkin, kompres tubuhmu dan minum obat penurun panas.

Walau saat ini belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD, terdapat beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa kamu lakukan.

Misalnya membersihkan rumah atau lingkungan sekitar rumah. penyemprotan pembasmi nyamuk, membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati, menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumahmu.

Selain itu, memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah, memasang kelambu di ranjang tidur, memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif.

Meski demikian, jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun ya.

10Fase Kritis

gejalademamberdarah.com

Pada fase ini, seorang pasien yang mengalami demam berdarah Dengue tampak seperti mengalami perbaikan.

Hal ini ditunjukkan oleh demam yang turun sampai normal, disertai keringat dan berkurangnya gejala-gejala lain seperti yang disebutkan di atas.

Akan tetapi, sesuai namanya, pada fase demam berdarah yang berlangsung pada hari ke-4 hingga hari ke-5 ini pasien akan merasakan tubuhnya semakin lemas.

Pada fase ini, sebenarnya di dalam tubuh seseorang yaitu terjadinya proses yang sangat berbahaya yakni turunnya jumlah sel untuk pembekuan darah (trombosit) disertai dengan cedera lapisan pembuluh darah yang hebat.

Cedera pembuluh darah inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan kebocoran pembuluh darah sehingga cairan didalam pembuluh darah akan merembes ke jaringan sekitarnya.

Pada kondisi ini seorang pasien harus dibawa ke rumah sakit atau ke tempat pertolongan kesehatan terdekat.

Pada fase kritis ini bisa terjadi berbagai bahaya karena kebocoran pembuluh darah yang hebat dimana bisa membuat organ lain seperti paru-paru terganggu.

Selain itu pada fase ini juga bisa terjadi perdarahan di berbagai organ dalam, termasuk di otak yang sangat mengancam nyawa.

Pada fase demam berdarah kedua ini, kondisi pasien akan perlahan-lahan memburuk ditandai dengan kesadaran dan tekanan darah yang menurun, pola nafas yang tidak teratur, nadi yang melemah dan dingin pada ujung kaki ataupun tangan.

Semua keadaan ini dikenal dengan istilah syok, dimana syok ini disebabkan karena hilangnya volume cairan dari dalam pembuluh darah.

Di dalam dunia medis, kondisi ini disebut Dengue Shock Syndrome (DSS) dan merupakan komplikasi dari penyakit demam berdarah yang sangat mengancam nyawa dan dapat berakibat kematian.

Kondisi syok ini menyebabkan pasien harus dirawat di tempat perawatan khusus di rumah sakit. Dan pasien bisa mengeluarkan darah lewat telinga, hidung, mulut, maupun melalui anus.

11Fase Penyembuhan

mencegahpenyakit.com

Dari namanya saja, kita pasti sudah mengetahui bahwa fase ini merupakan fase terakhir dari perjalanan penyakit demam berdarah.

Fase penyembuhan ini biasanya terjadi pada hari ke-6 hingga hari ke-7. Keadaan pasien pada fase ini biasanya akan kembali stabil.

Pada beberapa orang yang mengalami penyakit demam berdarah dengan disertai komplikasi berupa syok, setelah mendapatkan perawatan yang baik juga akan melewati fase ini.

Pada fase ini, tubuh kita akan menunjukan perbaikan berupa perbaikan tekanan darah, pola nafas, denyut nadi dan juga penurunan suhu kembali normal.

Pada fase demam berdarah ini, biasanya pasien sudah muali aktif kembali dan nafsu makan perlahan-lahan mulai meningkat.

Ketiga fase di atas mengalami variasi berbeda-beda pada setiap orang. Kasus demam berdarah paling banyak mengancam jiwa anak-anak karena proses kebocoran pembuluh darah yang hebat dan tidak tertangani dengan cepat dan tepat.

Untuk itu bagi kita semua terutama bagi ibu yang memiliki anak-anak sangat penting untuk mengamati anak-anak jika sedang terserang demam.

Penyakit demam berdarah sendiri dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya jika terdapat nyamuk pembawanya yakni nyamuk Aedes aegypti.

Jika nyamuk Aedes aegypti menghisap darah penderita demam berdarah maka ia dapat menularkannya kepada orang lain yang digigit berikutnya.

Untuk itu pembersihan jentik nyamuk di rumah dan penggunaan kelambu ataupun repelen anti nyamuk dapat membantu kita untuk tidak terkena penyakit ini.

Kita pasti bertanya adakah obat yang bisa kita gunakan di rumah untuk mengobati penyakit ini. Obat demam berdarah yang terpenting adalah asupan cairan yang cukup.

Kita sudah membaca sebelumnya bahwa perburukan yang timbul pada pasien demam berdarah disebabkan oleh proses kebocoran pada pembuluh darah sehingga mereka mengalami dehidrasi berat.

Di rumah kita bisa memberikan minuman baik ASI bagi bayi maupun jenis cairan rumah tangga lainnya dengan jumlah yang cukup.

Untuk gejala demam obat demam berdarah yang bisa digunakan adalah parasetamol yang bisa dibeli di apotik maupun toko-toko terdekat.

Namun kita tetap harus mewaspadai fase kritis pada penyakit ini, jika kita melihat tanda-tanda perburukan segera bawa pasien ke rumah sakit.

12Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

penyakitdemamberdarah.com

Dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu memberikan minum sebanyak mungkin. Kompres agar panasnya turun.

Memberikan obat penurun panas. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.

Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

13Cara Penularan Demam Berdarah

tribunnews.com

Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti yaitu berwarna hitam dan belang-belang (loreng) putih pada seluruh tubuh.

Berkembangbiak di tempat penampungan air (TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.

Nyamuk Aedes aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan atau got dan kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah. Biasanya nyamuk jenis ini menggigit manusia pada pagi atau sore hari, dengan kemampuan terbang sampai 100 meter.

Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera bawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.

14Cara Pencegahan, Pengobatan dan Penanganan

tokoikhtiar.com

Lakukan pencegahan dengan pemberantasan. Pemberantasan sarang nyamuk bisa kamu lakukan dengan cara menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

Fogging atau pengasapan juga bisa menjadi alternatif pencegahan. Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

Lakukan pencegahan lain dengan abatisasi, yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

Nyalakan sistem kewaspadaan dini. Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum.

Bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus agar asupan cairan ke dalam tubuh tidak kurang. Ketika demam, diusahakan turun dengan menggunakan kompres dingin atau antipiretika.

Cara penanganan pasien DBD antara lain memonitor suhu tubuh penderita setiap hari. Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari. Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.

Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.

Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.

Sekarang ini merupakan masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dimana nyamuk demam berdarah sedang berkembang biak.

Karena itu, semoga pemahaman mengenai gejala demam berdarah ini bermanfaat untuk mencegah wabah penyakit yang satu ini.

15Sejarah Demam Berdarah di Indonesia

rakyatsultra.fajar.co.id

Kasus demam berdarah di Indonesia pertama kali dilaporkan terjadi di Jakarta, pada tahun 1969. Tetapi awal kemunculan penyakit DBD ini sendiri mulai dikenal masyarakat sejak tahun 1779. Wah, lama sekali ya ternyata.

Wabah demam berdarah dengue sendiri berawal dari Yunani, Amerika Serikat, Australia dan Jepang pada tahun 1920-an. Sejak kemunculannya di 1969 sampai sekarang, penyakit DBD ini selalu rutin muncul dari musim ke musim.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.

Dokter dan tenaga kesehatan lainnya  seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tifus.

Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779.

Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

DBD adalah penyakit menular yang berbahaya dan dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah serta kepanikan masyarakat.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen PP & PL) Kementrian Kesehatan RI,  DBD mulai menjadi masalah kesehatan masyarakat  sejak tahun 1968 dengan jumlah 58  kasus di seluruh Indonesia.

DBD disebabkan oleh virus dengue ber jenis Flavivirus , yang masuk dalam famili Flaviviridae.  Ada 4 jenis virus dengue yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4 yang bersirkulasi di Indonesia.

Seseorang yang darahnya terjangkit virus ini akan menularkan pada orang lain melalui gigitan nyamuk.  Nyamuk penular ini disebut vektor.

Ada 2 jenis nyamuk yang menjadi perantara penularan virus DBD yaitu Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini menularkan virus melalui darah.

Berdasarkan data tahun 2010, angka insiden (AI)/Insiden Rate (IR) tertinggi kasus DBD di Indonesia adalah provinsi Bali, lalu disusul provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur. Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.

Di Indonesia, rata-rata angka insiden kasus penderita DBD adalah  55 kasus untuk setiap 100 ribu penduduk. Keenam provinsi tersebut di atas, memiliki angka insiden kasus DBD di atas angka rata-rata kasus DBD nasional.

Indonesia menduduki urutan tertinggi kasus Demam Berdarah Dengue tertinggi di ASEAN. Berdasarkan data Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Kementerian Kesehatan RI, di tahun 2010 saja, ada sekitar 150.000 kasus DBD di Indonesia.

Usia penderita DBD, umumnya berada di rentang usia produktif yaitu 20-30 tahun dan tidak bergantung pada jenis kelamin. Karena risiko terkena hampir sama pada perempuan ataupun laki-laki.

Presentasi Angka Kematian akibat DBD dari tahun ke tahun mengalami penurunan, mulai dari 41,4% pada tahun 1968 menjadi 0,89% pada tahun 2009.

Sayangnya, secara nyata, jumlah kematian terus meningkat dari 24 korban jiwa di pada tahun 1968 menjadi 1.317 orang pada tahun 2010.

Data Direktorat  Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI sejak tahun 1968-2009 menunjukkan, puncak epidemik DBD berulang setiap 9-10 tahun.

Meski data statistik Dirjen PP & PL menunjukkan puncak epidemik DBD berulang setiap 9-10 tahun, namun tren tersebut mulai berubah 4 tahun terakhir (2007-2011), yaitu dengan adanya dua puncak epidemik di tahun 2007 (158.115 kasus) dan 2009 (158.912 kasus).

Pada bulan Oktober sampai Desember 2015 tercatat ada penurunan terhadap jumlah kasus dan angka kematian akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

Jumlah tersebut bahkan berkurang lebih dari setengah bila dibandingkan dalam periode yang sama di tahun 2014.

Laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat di tahun 2015 pada bulan Oktober ada 3.219 kasus DBD dengan kematian mencapai 32 jiwa.

Sementara November ada 2.921 kasus dengan 37 angka kematian, dan Desember 1.104 kasus dengan 31 kematian.

Dibandingkan dengan tahun 2014 pada Oktober tercatat 8.149 kasus dengan 81 kematian, November 7.877 kasus dengan 66 kematian, dan Desember 7.856 kasus dengan 50 kematian.

Meski ada perbaikan kondisi, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr Mohamad Subuh, MPPM, mengingatkan bahwa kondisi bisa memburuk bila masyarakat lengah.

Ia tetap menganjurkan agar budaya pemberantasan sarang nyamuk dikuatkan. Pemerintah sudah antisipasi munculnya KLB (Kejadian Luar Biasa -red) DBD.

Sejak bulan Oktober kita telah memberikan surat kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kabupaten/Kota dengan tembusan menteri kesehatan dan menteri dalam negeri untuk awareness.

Selain memberikan surat peringatan, Kemenkes juga mendistribusikan bahan dan alat pengendalian vektor ke seluruh provinsi berupa insektisida, larvasida, jumantik kit, mesin fogging, ULV truck mounted, dan media KIE.

Semua dilakukan untuk menghadapi bahaya DBD yang menurut Subuh biasanya akan memuncak pada bulan Maret.

16Kenali Daerah Rawan DBD

kabarmaya.co.id

Mengenali daerah-daerah rawan DBD dapat membuatmu lebih berhati-hati jika sedang atau berniat menempati suatu daerah, atau bepergian ke daerah-daerah tersebut.

Indonesia adalah salah satu negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP & PL) Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa;

Angka Kesakitan/Incidence Rate (IR) DBD cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data IR DBD per-propinsi pada tahun 2013, teridentifikasi propinsi-propinsi dengan angka kasus demam berdarah tertinggi dan terendah.

Lima propinsi dengan IR DBD tertinggi 2013 adalah Bali (168,48 per 100.000 penduduk), DKI Jakarta (96,18 per 100.000 penduduk),

Kalimantan Timur (92,73 per 100.000 penduduk), Sulawesi Tenggara (66,83 per 100.000 penduduk), DI Yogyakarta (65,25 per 100.000 penduduk)

Jika kamu tinggal atau berniat bepergian ke area ini, sebaiknya lebih berhati-hati dalam melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Sementara propinsi dengan IR DBD terendah 2013 adalah Maluku (2,2 per 100.000 penduduk)

Papua (8,47 per 100.000 penduduk), Nusa Tenggara Timur/NTT (9,34 per 100.000 penduduk).

Angka kematian akibat DBD pada tiap daerah berbeda-beda. Meski DKI Jakarta dan Bali memiliki kasus terbanyak, namun laju kematian (Case Fertility Rate/CFR) akibat DBD di dua daerah ini tergolong yang paling rendah di Indonesia.

Sebagian dari hal ini disebabkan karena tersedianya penanganan medis yang memadai di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali. Di DKI Jakarta, CFR akibat DBD pada 2013 adalah 0,2 persen dan di Bali adalah 0,1 persen.

Dengan kata lain, dari seluruh kasus demam berdarah yang terjadi di Jakarta dan Bali, sebanyak 0,2 dan 0,1 persen berujung pada kematian.

Sebagian kawasan terpencil lain seperti Jambi dan NTT memiliki laju kematian yang lebih tinggi. Di Jambi dan NTT, sekitar 2,8 dan 2,2 persen kasus demam berdarah yang terjadi berujung pada kematian.

Sarana kesehatan yang kurang memadai diduga membuat penyembuhan DBD di daerah-daerah terpencil ini tidak dapat dilakukan dengan segera.

17Faktor Penyebab Endemi

lifestyle.okezone.com

Jumlah kasus penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini cenderung tinggi di tempat-tempat dengan kondisi yang didominasi oleh faktor lingkungan, faktor sosial, dan faktor sarana kesehatan dan tenaga medis.

Pada kondisi lingkungan, populasi nyamuk umumnya meningkat pada musim hujan. Curah hujan tinggi merupakan habitat terbaik nyamuk pembawa DBD. Namun di Indonesia, perkembangbiakkan nyamuk terjadi hampir sepanjang tahun.

Hal ini dikarenakan perilaku warga yang cenderung kurang menjaga kebersihan tempat tinggalnya, seperti membiarkan tumpukan barang bekas, sehingga menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak.

Selain itu, di seluruh Indonesia berkembang empat tipe virus dengue yang terus bersirkulasi sepanjang tahun.

Alasan sosial yang melatarbelakanginya dibuktikan dengan Data Ditjen PP & PL Kementerian Kesehatan yang mengungkap bahwa kasus DBD paling banyak terjadi di kota-kota dengan kepadatan penduduk tinggi seperti di Pulau Jawa.

Kepadatan ini diperburuk dengan infrastruktur yang kurang memadai seperti sarana penampungan dan pembuangan sampah, serta penampungan air bersih yang tidak sepatutnya, jauh dari standar aman, nyaman, bersih, dan normal.

Di samping itu, perilaku warga ketika menampung air dalam bak-bak penampungan tanpa menjaga kebersihannya, menjadikan wadah-wadah ini menjadi lokasi ideal bagi jentik-jentik untuk berkembang biak.

Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan nyamuk dapat berkembang biak sepanjang tahun.

18Faktor Sarana Kesehatan dan Tenaga Medis

mencegahpenyakit.com

Sedangkan dilihat dari faktor sarana kesehatan dan tenaga medis, keberadaan alat fogging atau pengasapan tidak disertai dengan biaya pemeliharaan dan perbaikan sehingga penggunaannya tidak maksimal.

Mengenali faktor-faktor penyebab meningkatnya kasus DBD sekaligus area-area yang berisiko tinggi dapat membuat Anda menjadi lebih waspada terhadap penyakit ini.

Melakukan tindakan pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari diri dari gigitan nyamuk, sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko terjangkit DBD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here