DAKWAH KAMPUS YANG MENGINSPIRASI

Islam hadir ditengah-tengah kehidupan lebih dari 14 abad lamanya. Islam mengatur semua sudut kehidupan, dari kehidupan pribadi,masyarakat,dan bernegara. Islam juga membawa solusi untuk setiap permasalahan di kehidupan. Salah satu permasalahan adalah tentang pemuda muslim.

Di masyarakat unsur pemuda, terlebih seorang pelajar/mahasiswa adalah salah satu individu  yang paling banyak kontribusinya di masyarakat,paling dinamis dan berpengetahuan. Oleh karena itu masyaraka sangat memperhatikan pelajar/maasiswa. Mereka mengamanahkan kepadanya lingkungan untuk belajar,mengamanahkan kepada guru aatau dosen untuk mendidiknya,mengamanahkan kepada setiap murabbi untuk mentarbiyah dan membentuk aqidah, dengan tarbiyah individu yang memperhatikan aspek jasmani,akal,ruh,perasaan,dan emosi.maka menjadi kewajiban pemuda untuk memberikan kepada masyarakat segenap pemikiran,ilmu,dan amak hingga ia maju bersama masyarakat,dan masyarakat berbangga dengan keberadaannya.

Kenapa harus pemuda…?

Pemuda mempunyai kemampuan,tekad,keberanian,dan kesabaran menghadapi tantangan. Pribadi yang kokoh yang mampu bekerja keras,pelopor, dan sarana perubahan. Kelompok yang memiliki wawasan yang luas dan mengembangkan secara dinamis. Kelompok visioner yang cemerlang,mereka akan bersikap objektif dan positif. Mereka tersebar di sekolah-sekolah,pondok pesanten,rumah-rumah tahfidz,dan perguruan-perguruan tinggi. Inilah kelompok yang harus disatuukan dalam satu amal yang terpadu menuju kebangkitan umat.

Lebih dari 4400 perguruan tinggi di Indonesia dan disitulah berkumpul para pemuda yang akan menjadi peimmpin di masa depan. Terntunya,membutuhkan wadah didalam membimbing dan mengembangkan potensi yang ada. Salah satunya dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Jangan sampai terlewatkan potensi yang ada karena merekalah lokomotif yang akan mengerakkan dakwah ini. Yang akan menentukan baik tidaknya dakwah kampus ini.

 Menjadikan Dakwah Kampus  memberi inspirasi di kalangan  civitas akademika dan menjadi sumber inspirsi. Harus dipahami tiga unsur dakwah kampus. Unsur pertama adalah mencetak kader-kader dakwah kampus yang militan dan kapasitas ilmu yang mumpuni. Unsur kedua, selain mencetak kader yang paham tentang agama juga dibutuhkan para  kader politikus kampus,para aktivis yang mengambil peran di BEM,HIMA,dan UKM lainnya. Unsur ketiga, mencetak dan menjadikan Dakwah Kampus Permanen.

Perlunya menjadikan dakwah kampus yang menginspirasi. Sehingga objek dawah menjadi tertarik di dalam setiap kegiatan,karena objek dakwh membutuhkan cara berdakwah yang tidak biasa. Cara yang meng inspirasi dan memotivasi namun tetap dibatasi syariat Islam. Cara-cara yang membuat semua mata terpana,menganalisa dan mengggali potensi kader dakwah yang sesuai realitas kekinian. Membuat terobosan dalam bentuk prestasi, kreatifitas, sifat organisatoris, pantang menyerah, bertanggung jawab, dan menjadi teladan dalam perilaku. Hendaknya setiap kader mempunyai kontriusi di bidabg akademik,minimal Indeks Prestasi Kumulatif yang dimiliki seorang kader menginspirasi orang;orang di sekitarnya. Mempunyai jiwa kreatifitasi-can-do-it yang tinggi,kader dakwah yang kreatif, yang tak mudaah menyerah, yang kreatif dalam memecahkan setiap masalah. Menjadi kader-kader yang mandiri dan LDK yang mandiri sehingga menginspirasi lembaga-lembaga kemahasiswaan yang lain.

Sebagaimana Rasullullah Shollahualaihi wassalam.di awal-awal dakwah tidak langsung menghancurkan patung berhala di mekkah. Rasullullah Shollahualaihi wassalam tidak langsung mengubah kebiasaan-kebiasaa jahiliyah secara frontal. Karena beliau memahami dakwah adalah persoalan  hati. Membuat hal yang mampu membekas dan menyentuh hati agar kemudian ALLAH memberikan hidayah dengan diri kita menjadi penyebabnyan,menggerakkan orang tersebut karena telah terpatri di dalam hati.

Aktivis dakwah kampus yang menjadi inspirasi dalam tindakannya,ucapannya,sikap. Baik secara individu maupun sosial. Dakwah kampus yang ideal bila disandingkan dengan realitas yang ada. Terus bergerak mengejar keidealan. Menjadikan setiap waktu untuk perbaikan,perubahan adalah keniscayaan. Dimulai dari diri sendiri,keluarga,lingkungan kampus,masyarakat, bangsa, dan Negara.

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
(K.H. Rahmat Abdullah)