Back

1. Adat Unik Toraja

Proses pemakaman di Toraja, Sulawesi bukan hanya menarik wisatawan lokal, namun juga mancanegara.

Bagaimana tidak, masyarakat di daerah ini memperlakukan anggota keluarganya yang sudah meninggal seperti ketika masih hidup.

Cntohnya yang dilakukan Elisabeth Rante terhadap suaminya Petrus Sampe yang sudah meninggal 2 minggu sebelumnya.

Ia mengajak mayat sang suami berbicara dan bahkan juga memberinya makan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, malam dan tak lupa ia juga membuatkannya segelas teh ketika sore hari.

Ketika ada tamu yang datang, Elisabeth juga memberi tahu kepada sang suami yang sudah terbujur kaku, sembari mengatakan kalau ada orang yang datang menjenguk.

“Bangun papa, sudah waktunya makan malam”, tutur Elisabeth pada sang suami.

Ketika masih hidup, Petrus dikenal sebagai orang yang sejahtera dan dihormati oleh warga kampungnya, di pinggiran Kota Rantepao. Sebelumnya ia juga sempat bekerja di biro pernikahan kota.

Kini mayatnya dibaringkan di sebuah tempat tidur yang terbuat dari kayu dan dikenakan selimut merah motif. Menurut Elisabeth, mayat suaminya sudah diberi formalin sehingga tidak akan membusuk.

Meskipun begitu, keluarga Petrus tetap mengajaknya berbicara karena alasan mencintai dan menghormatinya. Elisabeth dan keluarga yakin kalau jiwa Petrus masih di rumah meskipun sudah meninggal dunia.

Mayat Petrus baru dikuburkan setelah empat bulan kemudian, dan telah dilakukan berbagai macam upacara adat setempat.

Sebagaimana yang dikutip oleh National Geographic, Kamis (5/4) pemakaman di Toraja memang sering ditunda sampai berbulan-bulan dan bahkan ada juga yang sampai beberapa tahun guna menunggu kerabat yang jauh.

Kemudian mereka akan mengadakan upacara pemakaman yang sangat megah dengan iring-iringan ratusan motor dan mobil.

Kematian seolah-olah sudah menjadi pusat kehidupan di Toraja. Menurut mereka, kematian bukan berarti terputusnya sebuah hubungan, tapi hanya bentuk lain dari koneksi.

Segala sesuatu tentang pemakaman merupakan hirarkis serta memperkuat status keluarga yang ditinggalkan. Sehingga tak heran jika upacara pemakaman bisa menelan banyak biaya.

Pengakuan mengejutkan mengenai biaya pemakaman di Toraja. Klik Next

Back

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here