Ketika ada masalah datang, apa yang biasanya terjadi dalam dirimu? Gelisah, khawatir, cemas, semuanya satu paket. Orang-orang menyebutnya galau.

Siapa sih yang tak pernah galau? Kalau menurut KBBI, galau artinya pikiran kacau tidak keruan. Punya perasaan ini sah-sah saja. Asal kamu tahu cara mengelolanya.

Karena ketika datang perasaan galau dan kamu tidak punya tameng atau suplemen untuk mengelola perasaan itu, bisa berakibat buruk loh. Ini nih contohnya:

1Mengganggu Teman-Teman

jayakusuma23.blogspot.com

Mungkin tidak banyak teman yang akan mengatakan ini langsung di hadapanmu, karena tidak enak, sungkan, dan khawatir justru akan membuatmu semakin suntuk.

Tapi, mau tak mau, suka tak suka, kamu harus peka dengan lingkungan sekitar. Kamu harus bisa kontrol dirimu, kontrol emosimu agar tak mengganggu orang lain. Jangan salah. Perasaan galau itu bisa berdampak buruk, bisa menyebarkan resonansi negatif.

Oleh karena perasaan galau, otomatis wajahmu akan tampak muram, tidak ceria, dan jelas sulit untuk senyum sehingga akan mempengaruhi hubunganmu dengan teman, mempengaruhi pekerjaanmu, dan seluruh aktivitasmu.

Tentu orang-orang akan merasa sangat tak nyaman berada di sampingmu. Kalau sedang galau, jangan sampai bermuka masam di depan orang lain ya.

2Terlihat Konyol

busybuzzlightyear.wordpress.com

Jangan sampai kegalauanmu diumbar ke media sosial. Banyak sekali orang-orang, entah itu pria atau wanita, yang sudah tak peduli lagi dengan penilaian orang. Penilaian dari orang lain terhadap kita itu penting sekali lho.

Jangan sampai memunculkan citra buruk yang dampaknya bukan hanya ke diri sendiri, tapi juga ke keluarga dan orang tua. Nah, melalui curhat panjang di media sosial itupun bisa menjatuhkan citra baikmu di mata orang lain.

Terlalu banyak curhat di media sosial juga merupakan hal konyol yang biasanya dilakukan orang-orang yang sedang galau.

3Tidak Menyelesaikan Masalah

somayblogs.blogspot.com

Kita tahu banyak orang di luar sana yang menikmati masa galaunya. Seolah-olah memiliki perasaan galau dalam jangka waktu lama adalah hal yang menyenangkan, bisa dipamerkan ke orang-orang.

Ya itu pilihan kamu untuk selalu galau. Tapi, kalau keinginan kamu sesungguhnya adalah untuk move on, bertemu orang baru, dan hidup bahagia, maka sesungguhnya galau itu tidak akan menyelesaikan masalah. Justru membuatmu jadi tidak sehat.

4Semua Orang Pernah Berbuat Salah

blog.appystore.in

Jika kegalauan itu muncul karena masalah yang diakibatkan oleh kesalahanmu sendiri, maka yang harus kamu lakukan adalah meminta maaf jika ada orang lain yang terlibat dan tak sengaja kamu sakiti.

Setelah minta maaf, cobalah untuk merenungi semua kesalahan itu agar di esok hari tak akan terulang kembali. Nah, pada titik inilah yang biasanya membuatmu merasa galau sampai ada yang lama sekali untuk pulih.

Yang harus kamu pahami adalah semua orang pernah berbuat kesalahan. Mulai dari kesalahan yang sederhana sampai kesalahan yang benar-benar mengubah hidup. Itu wajar dan manusiawi.

Ada yang menyesali kesalahan itu tapi ada juga yang biasa-biasa saja atau mungkin hidup bahagia dari kesalahannya itu. Yang namanya kesalahan, sudah terlanjur terjadi dan tak bisa diubah lagi, bukan?

5Jadikan Kesalahan Sebagai Pelajaran

indonesiautosblog.com

Seperti kaca spion. Kesalahan di masa lalu hanya untuk ditengok sesekali agar tak terulang di masa depan. Kesalahan masa lalu bukan untuk dipandang terus-menerus. Kamu hanya akan diam di tempat jika tak pernah bisa melepaskan masa lalu.

Kesalahan adalah pelajaran, pengalaman, sekaligus guru terbaik. Melalui kesalahanlah kamu belajar bagaimana menjadi benar. Akibat terjatuh lah, kamu akan belajar untuk berdiri. Proses itulah yang akan membuatmu menjadi dewasa.

6Hidup Terus Berjalan, Lihatlah Ke Depan!

ashoka.org

Percayalah, pada akhirnya, cepat atau lambat, kamu akan berdamai dengan kesalahan atau masalah itu. Kamu akan melewati tahap galau itu sebagai salah satu proses manusiawi yang pasti hadir pada setiap diri semua orang di dunia.

Dunia terus berputar, terus melaju menuju masa depan yang membutuhkan orang-orang kuat. Jika kamu tak segera bangkit, bergegas, dan berlari, maka kamu akan tertinggal, terlindas bersama orang-orang yang tak bisa menemukan kembali cahaya hidupnya.

Orang-orang yang gagal itu, bukan berarti dia ditakdirkan untuk gagal. Tidak. Orang-orang yang tertinggal di belakang itu adalah mereka yang tak pernah mau, tak pernah bertekad kuat untuk maju. Mereka terus-menerus melihat ke belakang.

Apakah kamu mau menjadi bagian dari orang-orang gagal itu?