Anak-anak yang memasuki usia sekolah terkadang memiliki ketidakmampuan dalam proses pembelajaran. Bisa jadi hal itu disebabkan karena adanya gangguan dalam perkembangan baca dan tulis atau biasa disebut dengan istilah disleksia.

Pada usia tujuh hingga delapan tahun, biasanya tanda-tanda terjadinya disleksia itu dapat diketahui. Para orangtua dan pendidik harus peka dengan keadaan anak yang seperti ini. Jangan judge mereka sebagai orang bodoh, tapi carilah solusi untuk penanganannya.

Karena, disleksia yang tidak disadari, akan berakibat buruk pada pola belajar anak-anak. Untuk lebih lengkapnya lagi mengenai penyebab dan penangan anak yang terkena gangguan dalam proses belajarnya, kita simak ulasan berikut ini.

1Penyebab Disleksia

gulalives.com

Disleksia bisa didapat karena bawaan sejak lahir yang diturunkan dari keluarga dengan riwayat yang sama. Atau kemungkinan kedua yakni adanya gangguan atau perubahan cara otak kiri dalam membaca.

Namun, secara medis sendiri, penyebab terjadinya disleksia ini masih belum diketahui dengan pasti.

2Gejala Disleksia

breaktime.co.id

Disleksia memang tak bisa secara mudah untuk disimpulkan menjadi gangguan pada seorang anak. Karena, gejala yang dimiliki setiap anak dengan disleksia itu berbeda-beda dan sulit untuk dikenali.

Akan tetapi, ada beberapa gejala awal yang bisa membuatmu waspada untuk segera mengonsultasikan kesulitan belajar anakmu pada ahlinya. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa saja menjadi tanda bahwa anakmu mengalami disleksia.

primaradio.co.id
primaradio.co.id
  • Anakmu merasa sulit untuk mengurutkan angka dan abjad.
  • Sulit dalam menghafal informasi yang diucapkan secara lisan, seperti nama orang, nomor telepon, atau nama jalan.
  • Sulit dalam membaca atau sering melakukan kesalahan dalam menyebutkan sesuatu.
  • Memiliki kemampuan yang rendah dalam menuruti perintah sehari-hari, seperti mandi lalu menggosok gigi.
  • Bisa dikatakan “lemot” saat diajak berbicara.
  • Memiliki kecenderungan untuk menghindari kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
  • Kepercayaan diri yang dimiliki begitu rendah.
  • Kurangnya kemampuan dalam mengenakan pakaian sendiri atau sering salah saat menggunakan alas kaki dan sebagainya.

3Cara Mencegah Disleksia

pla-kota-blitar.blogspot.com

Apabila kondisi-kondisi di atas terjadi pada anakmu, baiknya langsung membawa si kecil menuju ahlinya untuk memastikan bahwa itu disleksia atau bukan. Pentingnya orangtua untuk melakukan pencegahan pada disleksia pun mesti dilakukan.

Deteksi tersebut dilakukan untuk membuat kamu para orang tua siap menghadapi dan menyembuhkan disleksia. Kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mencegah perkembangan disleksia.

alifakids.com
alifakids.com
  • Memberikan perhatian khusus kepada anak. Apalagi semasa pertumbuhannya yang memang perlu kasih sayang. Hal ini mampu membantu menumbuhkan perkembangan emosi, mental dan kecerdasan buah hati.
  • Sajikanlah makanan yang bergizi seimbang untuk membantu meningkatkan kecerdasan otak anak. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah anakmu mengalami gangguan belajar atau disleksia.
  • Setia menemani anak belajar pun perlu dilakukan. Sebisa mungkin siapkan waktu untuk selalu mendampingi anak ketika mereka sedang belajar. Dengan begini, anak akan merasa mendapatkan dukungan dan meningkatkan konsentrasi.
gigisusu.net
gigisusu.net
  • Jangan malas untuk bertanya pada guru anak di sekolah dengan kemampuan belajar anakmu. Minta bantuan pada tenaga pendidik untuk turut membantu anak yang mengalami disleksia dalam proses belajar-mengajar di kelas.
  • Anak dengan disleksia dikategorikan dalam Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK. Sehingga, melakukan terapi pada anak merupakan salah satu solusi yang bisa orangtua tempuh. Bisa dengan terapi integrasi sensori atau terapi orthopaedagogy.
  • Dan yang terpenting, beri dukungan pada anak serta bangun rasa percaya dirinya untuk dapat bertahan dalam lingkungan yang harus dilaluinya.
SHARE